TASIKMALAYA, newsline.id – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Serikat Mahasiswa Priangan Timur (SEMARAK Pria tim) yang menggelar Jambore Penanaman Pohon di kawasan wisata Citiis, Kaki Gunung Galunggung, Kecamatan Padakembang.
Aksi tersebut muncul sebagai jawaban atas keresahan masyarakat terhadap maraknya alih fungsi lahan dan kerusakan lingkungan akibat tambang galian.
Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi menegaskan bahwa dalam kegiatan reboisasi bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari komitmen bersama untuk bisa memperbaiki ekosistem.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alih fungsi lahan dan bekas tambang masih menjadi masalah serius. Penanaman pohon adalah cara kita merestorasi alam Tasikmalaya,” ucap Asep, Selasa (10/2/2026).
Ia menambahkan, bahkan dalam gerakan ini sebenarnya itu sangat sejalan dengan program unggulan daerah Tasik Hejo yang terus digalakkan untuk mencegah bencana ekologis.
Menurutnya, keberadaan hutan Galunggung sangat vital sebagai penyedia oksigen sekaligus penjaga keseimbangan lingkungan.
“Ke depan, oksigen bisa menjadi aset ekonomi melalui kredit karbon. Daerah yang mampu menjaga sumber oksigen akan mendapat pengakuan dunia,” tegasnya.
Asep juga mengingatkan pentingnya perawatan pascatanam. “Pohon harus dipelihara, dipupuk, dan dijaga. Sama seperti manusia, dari kecil hingga dewasa, baru bisa memberi manfaat,” katanya.
Jenis tanaman yang dipilih pun harus memiliki fungsi ekologis kuat, terutama di kawasan rawan bencana. Ia menyebut picung, mahoni, dan kawung sebagai contoh tanaman yang mampu menahan air dan tanah sehingga mengurangi risiko longsor maupun banjir.
Wakil Bupati mengapresiasi peran mahasiswa sebagai motor gerakan lingkungan. Ia berharap kesadaran ini dapat ditanamkan sejak dini kepada generasi muda, termasuk pelajar SD hingga SMA.
“Partisipasi mahasiswa adalah kebanggaan. Mari kita libatkan lebih banyak generasi agar Tasikmalaya tetap hijau dan lestari,” pungkasnya.
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









