Ketua PWRI; Selain Menurunnya Partisipasi Masyarakat, Ada Dampak Positif Dan Negatif Dari PSU Kabupaten Tasikmalaya!!!

Senin, 21 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id-Tasikmalaya, Jawa Barat – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Tasikmalaya telah berlangsung pada Sabtu, 19 April 2025, sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang meminta pilkada ulang karena adanya pelanggaran syarat pencalonan calon Bupati terpilih dari Paslon nomor urut 3 atas nama Ade Sugianto yang terbukti telah menjabat selama dua periode. PSU ini diikuti oleh tiga pasangan calon bupati-wakil bupati, yaitu pasangan nomor urut 1 Iwan Saputra-Dede Muksit Aly, pasangan nomor urut 2 Cecep Nurul Yakin-Asep Sopari Al-Ayubi, dan pasangan nomor urut 3 Ai Diantani (Calon Bupati Pengganti) dan Miftahul Paoz.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya menyatakan bahwa pelaksanaan PSU berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Namun, tingkat partisipasi pemilih mengalami penurunan dibandingkan Pilkada sebelumnya, diperkirakan hanya mencapai 60-62 persen. Faktor-faktor seperti urbanisasi pasca Idulfitri dan kurangnya sosialisasi terhadap warga menjadi penyebab utama penurunan partisipasi.

Hasil PSU saat ini sedang dalam proses rekapitulasi rapat pleno di tingkat kecamatan dan kabupaten. KPU Kabupaten Tasikmalaya dijadwalkan pleno tingkat Kabupaten sekaligus mengumumkan penetapan hasil suara resmi pada 23 April 20254. Masyarakat dapat memantau hasil PSU melalui aplikasi Sirekap yang disediakan oleh KPU.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Kabupaten Tasikmalaya, Chandra Foetra S mengatakan, selain menurunnya partisipasi masyarakat dalam hal memberikan hak pilihnya pada pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) Tasikmalaya, ada dampak positif dan negatif dari PSU Kabupaten Tasikmalaya.

“Partisipasi masyarakat yang sedikit menurun pada pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) yang diselenggarakan pada 19 April kemarin disebabkan banyak faktor, salah satunya seperti urbanisasi pasca Idul fitri dan kurangnya sosialisasi terhadap warga. Namun ada dampak positif dan negatif dari PSU Kabupaten Tasikmalaya ini yang diantaranya yaitu; 1, Peningkatan Transparansi Demokrasi: PSU memberikan kesempatan untuk memperbaiki proses pemilu yang sebelumnya dianggap tidak adil atau bermasalah. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem demokrasi. 2, Pendidikan Politik: Proses PSU menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat mengenai pentingnya integritas dalam pemilu dan bagaimana sistem demokrasi bekerja. Dan 3, Peningkatan Infrastruktur Pemilu: Dengan adanya PSU, logistik pemilu seperti kotak suara dan alat perlengkapan TPS diperbaiki dan dioptimalkan,” ungkap Chandra.

“Namun selain beberapa hal dampak positif diatas, ada beberapa dampak negatif dari PSU Kabupaten Tasikmalaya ini yang diantaranya yaitu; 1, Biaya Tinggi: PSU membutuhkan anggaran yang besar, mencapai miliaran rupiah, yang seharusnya bisa dialokasikan untuk pembangunan daerah. 2, Gangguan Pembangunan: Anggaran yang digunakan untuk PSU dapat menghambat proyek-proyek pembangunan yang mendukung kesejahteraan masyarakat. Dan 3,, Kepercayaan yang Terganggu: Keputusan untuk melaksanakan PSU menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem penyelenggaraan pemilu, yang dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap institusi terkait,” tegas Chandra.

Chandra pun berharap, PSU Tasikmalaya ini menjadi pelajaran bagi semua pihak terutama para penyelenggara terkait, dan semoga apapun hasilnya dan pasangan calon yang terpilih bisa amanah sesuai visi dan misinya yang diharapkan oleh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

“Adanya PSU ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak terutama para penyelenggara, apapun hasilnya dan pasangan calon yang terpilih bisa amanah sesuai visi dan misi nya yang disampaikan dan diharapkan oleh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya,” Imbuhnya. (Tim).

Berita Terkait

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!
RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional
KSO Hemodialisa RSUD KHZ Musthafa–PT SRU Disorot, Persoalan Investasi dan Target Pelayanan Jadi Temuan, Kadinkes dan Kabag TU RSUD Bungkam!!!
RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Perkuat Peran sebagai Wahana Pendidikan Klinis
Kepala Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya Raih Koperasi Awards 2026
PWRI Gelar Audiensi Bersama DPRD, Kasdim 0612 Tasikmalaya Sebut KPA Proyek KDMP Adalah PT Agrinas
APDESI Tasikmalaya Akui Tak Pernah Terima Undangan Audiensi Dari DPRD Terkait Proyek KDMP yang Dipertanyakan PWRI
PWRI Kabupaten Tasikmalaya Soroti Proyek KDMP yang Diduga Langgar Sejumlah Regulasi, Audiensi Bersama DPRD Tanpa Dihadiri Bupati, Kajari dan APDESI Dinilai Abaikan Tranparansi
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:18 WITA

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!

Rabu, 9 September 2026 - 19:10 WITA

RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional

Sabtu, 5 September 2026 - 09:06 WITA

RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Perkuat Peran sebagai Wahana Pendidikan Klinis

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:50 WITA

Kepala Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya Raih Koperasi Awards 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:41 WITA

PWRI Gelar Audiensi Bersama DPRD, Kasdim 0612 Tasikmalaya Sebut KPA Proyek KDMP Adalah PT Agrinas

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:14 WITA