Polemik Ahmadiyah di Tasikmalaya: Audiensi FUIPA dengan DPRD Buntu, Ketegangan Menggantung

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan ulama, kyai, ustadz, dan tokoh agama yang tergabung dalam Forum Umat Islam Peduli Aqidah (FUIPA) mendesak pemerintah daerah segera menutup seluruh aktivitas Jemaat Ahmadiyah. Kamis (15/1/2026).

Ratusan ulama, kyai, ustadz, dan tokoh agama yang tergabung dalam Forum Umat Islam Peduli Aqidah (FUIPA) mendesak pemerintah daerah segera menutup seluruh aktivitas Jemaat Ahmadiyah. Kamis (15/1/2026).

TASIKMALAYA, newsline.id – Suasana rapat paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya mendadak panas. Ratusan ulama, kyai, ustadz, dan tokoh agama yang tergabung dalam Forum Umat Islam Peduli Aqidah (FUIPA) mendesak pemerintah daerah segera menutup seluruh aktivitas Jemaat Ahmadiyah.

Tasikmalaya, yang dikenal sebagai “Kota Santri”, kini diguncang polemik serius. Ketua FUIPA, Ustaz Yayan Hanafi, menegaskan bahwa keberadaan Ahmadiyah dianggap menyesatkan karena mengakui adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW.

“Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menutup segala bentuk aktivitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Tasikmalaya. Hal ini untuk mencegah keresahan dan dampak negatif di masyarakat,” tegas Yayan di hadapan DPRD, Kamis (15/1/2026).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

FUIPA mengancam tidak akan tinggal diam jika tuntutan mereka diabaikan. Mulai 2026, mereka berkomitmen mengawal isu ini bersama ulama, Bakor Pakem, dan aparat kepolisian.

Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Budi Ahdiat, mengakui regulasi pelarangan Ahmadiyah sebenarnya sudah ada, mulai dari SKB Tiga Menteri hingga Peraturan Gubernur Jawa Barat. Namun, ia menilai implementasi di lapangan masih lemah.

“Masukan dari para ulama ini luar biasa. Ke depan, kita dorong agar lahir aturan yang lebih jelas, apakah berupa Peraturan Bupati atau bentuk lain. Semua harus melalui kajian bersama aparat terkait,” ujar Budi.

Ia menambahkan, persoalan Ahmadiyah bukan hanya problem Tasikmalaya, melainkan isu nasional. Karena itu, regulasi tegas dari pemerintah pusat dinilai mendesak agar tidak menimbulkan kebingungan di daerah.

Ketegangan memuncak ketika perwakilan pemerintah daerah dan kejaksaan menyebut persoalan Ahmadiyah masih dalam kajian. Pernyataan itu langsung memicu protes keras dari peserta audiensi yang menilai pemerintah lamban dan tidak serius.

Hingga rapat berakhir, tidak ada keputusan konkret. Polemik ini menegaskan adanya tekanan kuat dari masyarakat untuk pembubaran Ahmadiyah, namun sikap pemerintah yang masih menunggu kajian memperlihatkan ketidakpastian arah kebijakan. Situasi ini berpotensi memperpanjang ketegangan sosial dan menggerus kepercayaan publik terhadap institusi negara di daerah religius seperti Tasikmalaya.

Penulis : Ade-YR

Editor : TimNewsline/Red

Berita Terkait

Antisipasi Keracunan MBG, Padakembang Perketat Pengawasan dari Dapur hingga Sekolah
Buruh Tasikmalaya Bersuara, Putusan MK Diminta Tak Berhenti di Daerah
Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta
Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!
RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional
Warga Kabupaten Tasikmalaya Terima Bantuan Becak Listrik Program Presiden Prabowo
Harga Pangan Tasikmalaya Masih Terkendali, Pasar Induk Disiapkan Pangkas Jalur Distribusi
KSO Hemodialisa RSUD KHZ Musthafa–PT SRU Disorot, Persoalan Investasi dan Target Pelayanan Jadi Temuan, Kadinkes dan Kabag TU RSUD Bungkam!!!
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:36 WITA

Antisipasi Keracunan MBG, Padakembang Perketat Pengawasan dari Dapur hingga Sekolah

Jumat, 11 September 2026 - 14:16 WITA

Buruh Tasikmalaya Bersuara, Putusan MK Diminta Tak Berhenti di Daerah

Rabu, 9 September 2026 - 21:14 WITA

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 September 2026 - 20:18 WITA

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!

Rabu, 9 September 2026 - 19:10 WITA

RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Buruh Tasikmalaya Bersuara, Putusan MK Diminta Tak Berhenti di Daerah

Jumat, 11 Sep 2026 - 14:16 WITA

Kabupaten Tasikmalaya

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:14 WITA