Respons Bijaksana Kuasa Hukum Pengadu atas Putusan DKPP: Menjaga Marwah Demokrasi dan Supremasi Hukum

Sabtu, 27 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id – Jakarta, Dalam iklim demokrasi yang terus berkembang, penegakan etika dan disiplin dalam penyelenggaraan pemilu menjadi fondasi penting bagi kepercayaan publik. Dua advokat senior, Topan Prabowo, S.H., dan Ali Bachtiar, S.H., M.H., selaku kuasa hukum Pengadu, menyampaikan sikap bijak dan konstruktif atas putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait dugaan pelanggaran etik dan disiplin oleh Bawaslu dan KPU Kabupaten Tasikmalaya dalam Pilkada 2024, Sabtu (27/9/2025).

Putusan DKPP yang dimaksud, yakni Nomor 160-PKE-DKPP/VI/2025 dan Nomor 151-PKE-DKPP/V/2025, dibacakan pada Senin, 22 September 2025. Dalam pernyataan resmi, kedua advokat menegaskan bahwa proses penegakan etik bukan hanya soal sanksi, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga marwah demokrasi dan supremasi hukum di Indonesia.

“Setiap keputusan DKPP adalah refleksi dari mekanisme kontrol yang harus dihormati. Kami menerima putusan ini sebagai bagian dari komitmen kami terhadap profesionalisme dan integritas dalam penyelenggaraan pemilu,” ujar Topan Prabowo, S.H., yang dikenal aktif dalam advokasi kepemiluan dan reformasi hukum pemilu saat dikonfirmasi oleh tim newsline.id, Sabtu (27/9/2025).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ali Bachtiar, S.H., M.H., menambahkan bahwa putusan tersebut harus menjadi titik tolak evaluasi menyeluruh. “Ini bukan akhir dari proses, melainkan awal dari pembelajaran. Kita harus menjadikan ini sebagai momentum untuk memperbaiki sistem, memperkuat transparansi, dan membangun akuntabilitas dalam setiap tahapan pemilu,” ungkapnya.

Pro Bono: Advokasi Tanpa Pamrih untuk Demokrasi yang Bermartabat

Dalam lanskap hukum yang kerap diwarnai kepentingan komersial, langkah Topan Prabowo dan Ali Bachtiar menempuh jalur pengaduan ke DKPP secara Pro Bono menjadi sorotan tersendiri. Pendampingan hukum cuma-cuma ini dilakukan atas dasar kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Tasikmalaya yang merasa hak-haknya terabaikan dalam proses Pilkada 2024.

“Tidak ada motif finansial dalam perkara ini. Kami hadir karena ada panggilan moral untuk memastikan bahwa proses demokrasi berjalan sesuai koridor hukum dan etika,” tegas Topan Prabowo.

Ali Bachtiar menekankan bahwa advokasi Pro Bono merupakan bentuk pengabdian nyata terhadap masyarakat. “Ketika masyarakat merasa ada ketidakadilan, mereka harus tahu bahwa hukum bisa menjadi alat perlindungan. Kami ingin membuka akses itu, agar demokrasi tidak hanya menjadi milik elite, tetapi juga milik rakyat,” ujarnya.

Langkah hukum yang mereka tempuh tidak hanya menjadi preseden penting dalam penegakan etik pemilu, tetapi juga memperkuat peran advokat sebagai penjaga keadilan dan pelindung hak-hak konstitusional warga negara. Keduanya berharap bahwa proses ini dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya pemilu, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara pemilu.

Menjaga Integritas Pemilu: Tanggung Jawab Bersama

Dalam konteks yang lebih luas, respons bijak dari kuasa hukum Pengadu ini mencerminkan pentingnya sinergi antara masyarakat sipil, aparat hukum, dan lembaga penyelenggara pemilu dalam menjaga integritas demokrasi. Penegakan etika bukan hanya tugas DKPP, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.

“Demokrasi yang sehat hanya bisa terwujud jika semua pihak berani bersikap kritis, namun tetap menjunjung tinggi hukum dan etika,” tutup Ali Bachtiar.

Dengan semangat pengabdian dan komitmen terhadap keadilan, langkah Topan Prabowo dan Ali Bachtiar menjadi inspirasi bagi profesi hukum dan masyarakat luas dalam membangun demokrasi yang bermartabat dan berkeadilan.

Penulis : Chandra F Simatupang

Editor : Chandra Foetra S

Berita Terkait

Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka
48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!
Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!
PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor
Kekerasan Brutal di Cigombong, PWRI Bogor Raya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Pemilik Padepokan STJ Dilaporkan, Warga Purwarahayu Geruduk Polres Tasikmalaya
PT Kahaptex Dukung Gerakan Penanaman Pohon FKMGS di Cipelang
Gudang Padepokan Dibakar Gegara Live TikTok, Polisi Pastikan Penegakan Hukum Profesional
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 03:12 WITA

Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka

Selasa, 14 April 2026 - 18:54 WITA

48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!

Senin, 13 April 2026 - 17:29 WITA

Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!

Minggu, 12 April 2026 - 18:52 WITA

PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor

Minggu, 12 April 2026 - 13:42 WITA

Kekerasan Brutal di Cigombong, PWRI Bogor Raya Desak Polisi Tangkap Pelaku

Berita Terbaru

Jawa Barat

PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor

Minggu, 12 Apr 2026 - 18:52 WITA