Sambut Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke 393 Dan Bayangkara ke 79, Dinas Pertanian dan HPDKI Gelar Pesta Patok Domba dan Kambing 2025 

Jumat, 27 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DKPP) bersama Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Kabupaten Tasikmalaya menggelar Pesta Patok Domba dan Kambing 2025. Acara tersebut dilaksanakan di lapangan upacara Pemda setempat, Kamis (26/6/2025). Acara pesta patok peternak tersebut juga merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-393 sekaligus HUT Bhayangkara ke-79 yang diperingati Juli mendatang.

Ketua HPDKI Kabupaten Tasikmalaya, Asep Yuda, menegaskan ajang ini tak cuma soal gengsi kompetisi, melainkan upaya menjaga tradisi peternakan sekaligus meningkatkan daya jual hewan ternak lokal.

“Tujuan dari pesta patok peternak ini yang pertama sebagai ajang silaturahmi para peternak domba dan kambing yang ada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Untuk selanjutnya menjadi ajang kompetisi potensi-potensi bibit-bibit unggul khususnya domba dan kambing, yang dimana bibit-bibit unggul tersebut akan mendorong daya jual dari ternak itu sendiri yang otomatis kedepannya juga mendorong ekonomi para peternak domba dan kambing yang ada di Kabupaten Tasikmalaya ini. Intinya tujuan utama dari kontes ini adalah, bagaimana caranya harga dombanya bisa lebih berharga dan peternaknya juga bisa lebih dihargai”, ucapnya.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asep Yuda pun mengatakan, ada sebanyak 419 peternak ikut ambil bagian dalam kontes yang memasuki tahun kedua penyelenggaraannya di tingkat Kabupaten Tasikmalaya. Mereka menampilkan puluhan ekor domba dan kambing unggulan mulai indukan super hingga pejantan dalam tujuh kategori penilaian yang diantaranya petet non pohel,raja petet, raja kasep (satu dan empat pasang), ratu bibit, raja pedaging, raja pedaging ekstrem dan raja pedaging ekstrim kambing.

“Untuk kategori domba dan kambing yang diselenggarakan dalam acara kontes ini ada tujuh kategori yang diantaranya yaitu, yang pertama kategori Petet non pohel yang artinya domba tersebut belum ganti gigi dewasa, yang kedua Raja Petet yaitu domba yang baru ganti gigi satu pasang. Selanjutnya ada Raja Kasep, yang artinya gigi domba tersebut sudah ganti sebanyak dua pasang atau empat gigi, selanjutnya ada Ratu Bibit, yaitu bibit domba dengan usia maksimal pohel atau ganti gigi susu dua pasang yang mana sebagai bibit unggul yang bisa memproduksi bibit-bibit unggul lagi. Selanjutnya ada kategori raja pedaging yaitu maksimal pohel atau ganti gigi susu dua pasang dan selanjutnya ada kategori raja pedaging ekstrim yaitu raja pedaging dengan bobot terberat tanpa batas usia, dan kategori yang ketujuh yaitu raja pedaging ekstrim kambing, yaitu kambing dengan bobot terberat tanpa batas usia”, paparnya.

Penilaian melibatkan tim juri dari Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, HPDKI Jawa Barat, dan dokter hewan DKPP. Dua aspek utama dinilai: kondisi kesehatan dan kebersihan, serta estetika bulu dan postur—atau yang biasa disebut “adeg-adeg” domba kambing.

Kepala Bidang Peternakan, Asep Yanto saat dikonfirmasi mengatakan, tujuan dari kegiatan pesta patok tersebut selain ajang kontes sekaligus untuk meningkatkan harga jual ternak. Asep Yanto pun mengatakan jika jumlah peserta kontes ada sebanyak 470 ekor domba dan 19 ekor kambing dengan semua kategori.

“Kegiatan pesta patok 2025 ini yang pertama dalam rangka Milangkala Kabupaten Tasikmalaya yang ke 393 dan HUT Bhayangkara ke 79. Selanjutnya kita bertujuan untuk mengapresiasi kepada para peternak yang telah membudidayakan ternak dengan baik selain ajang silaturahmi para peternak. Selanjutnya untuk mendorong peningkatan harga ternak, karena dengan adanya moment seperti ini, itu biasanya terjadi peningkatan harga. Untuk jumlah peserta yang hadir ada sebanyak 470 ekor domba, kemudian kambing 19 ekor untuk seluruh kategori”, ungkapnya.

IMG 20250627 WA0017

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya, Tatang Wahyudin, menambahkan, hingga kini tercatat 2.300 peternak domba tersebar di 39 kecamatan. Menurutnya, pesta patok menjadi langkah strategis mendorong produktivitas sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi peternak lokal. “Ke depan, kami berharap gelaran serupa bisa melibatkan hewan ternak lain, seperti ayam dan itik,” kata Tatang.

Lebih lanjut Tatang pun mengatakan, “untuk anggaran pesta patok ini senilai 80.000.000,- yang bersumber dari APBD, dan Alhamdulillah kami juga ada partisipasi dari rekan-rekan peternak, dari sponsor juga ada. Tujuannya seperti tadi disampaikan oleh Ketua HPDKI dan Kabid Peternakan, selain untuk ajang silaturahmi, acara ini juga untuk edukasi sesama peternak. Dan selanjutnya juga kita ada pakan ternak, ini juga diharapkan dengan banyaknya potensi di 351 Desa se-Kabupaten Tasikmalaya, ini ada potensi pembuatan Bank pakan, nah ini yang kita perlu dorong, supaya ngarit atau cari pakannya ada satu lahan kosong bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak atau Bank pakan tadi yang membuat, sehingga tentang budidaya ternaknya bisa lebih bagus lagi, sehingga nantinya, peternaknya dihargai, ternaknya ada harga”, ungkapnya.

Suasana kian meriah dengan hantaman musik tradisional dan stan pameran produk pangan hasil olahan domba—sosis, abon, hingga bakso—yang juga dipromosikan. Pengunjung tak hanya menyaksikan kontes, tetapi juga mencicipi langsung aneka kuliner khas.

Partisipasi Polres Tasikmalaya menambah semarak. Kapolres AKBP Haris Dinzah mengapresiasi Pesta Patok sebagai wadah sinergi antara peternak, pemerintah, dan aparat keamanan, sekaligus ajang edukasi masyarakat tentang pentingnya biosekuriti hewan.

Menjelang penutupan, panitia mengumumkan nama-nama pemenang setiap kategori. Para juara pun disambut tepuk tangan meriah, sekaligus membuktikan bahwa tradisi patok domba dan kambing di Tasikmalaya mampu terus tumbuh, berinovasi, dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dengan suksesnya Pesta Patok 2025, Tasikmalaya berharap dapat mempertahankan reputasinya sebagai sentra peternakan domba dan kambing di Jawa Barat, sekaligus melanjutkan semangat kebersamaan dalam perayaan dua momentum bersejarah: ulang tahun kabupaten dan Hari Bhayangkara. (Chandra Foetra S).

Berita Terkait

Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Sulit Ditemui dan Dihubungi, Pengadaan Barang Miliaran Rupiah Tahun 2025 Belum Rampung
Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka
48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!
Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!
PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor
Kekerasan Brutal di Cigombong, PWRI Bogor Raya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Pemilik Padepokan STJ Dilaporkan, Warga Purwarahayu Geruduk Polres Tasikmalaya
PT Kahaptex Dukung Gerakan Penanaman Pohon FKMGS di Cipelang
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:33 WITA

Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Sulit Ditemui dan Dihubungi, Pengadaan Barang Miliaran Rupiah Tahun 2025 Belum Rampung

Kamis, 16 April 2026 - 03:12 WITA

Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka

Selasa, 14 April 2026 - 18:54 WITA

48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!

Senin, 13 April 2026 - 17:29 WITA

Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!

Minggu, 12 April 2026 - 18:52 WITA

PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor

Berita Terbaru

Jawa Barat

PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor

Minggu, 12 Apr 2026 - 18:52 WITA