Selain Banyak Masalah Mulai Dari Menu Hingga Keracunan Masal, Program MBG di Tasikmalaya Diduga Jadi Bancakan, Ketua PWRI Desak Transparansi dan Reformasi Total

Minggu, 28 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang digagas sebagai solusi nasional untuk mengatasi masalah gizi anak dan keluarga prasejahtera, kini menjadi sorotan tajam di Kabupaten Tasikmalaya. Alih-alih menjadi jawaban atas krisis pangan dan gizi, pelaksanaan program ini justru memicu gelombang protes, dugaan pelanggaran, dan kritik keras dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dari kalangan media.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Kabupaten Tasikmalaya, Chandra F Simatupang, menyampaikan kecaman terbuka terhadap pelaksanaan MBG yang dinilai sarat masalah. “Program ini telah melenceng jauh dari semangat awalnya. Bukannya memberi harapan, malah menimbulkan keresahan. Ini bukan sekadar soal teknis, tapi soal integritas dan tanggung jawab publik,” tegas Chandra saat memberikan komentarnya melalui grup WhatsApp DPC PWRI Kabupaten Tasikmalaya, Minggu, (28/9/2025).

Rentetan Masalah: Dari Keracunan Massal hingga Limbah Berbahaya

Sejumlah kejadian yang mencoreng pelaksanaan MBG di Tasikmalaya mencuat ke publik dalam beberapa pekan terakhir. Salah satu yang paling menghebohkan adalah insiden keracunan massal yang menimpa puluhan pelajar di wilayah selatan Tasikmalaya. Berdasarkan investigasi awal, makanan yang dikonsumsi berasal dari salah satu dapur penyedia makanan (SPPG) yang menjadi mitra program MBG.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa warga khususnya orangtua siswa mengungkapkan bahwa makanan yang disajikan tidak memenuhi standar kelayakan. “Kami temukan pisang mentah, nasi yang basi, dan lauk yang tidak layak konsumsi. Ini bukan hanya soal kualitas, tapi menyangkut nyawa anak-anak kita,” ujarnya.

Tak hanya itu, limbah cair dari dapur SPPG yang tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga menjadi sorotan. Warga sekitar mengeluhkan bau menyengat dan pencemaran lingkungan yang mengancam kesehatan masyarakat. Serikat Masyarakat Tasikmalaya (SEMATA) memberikan ultimatum kepada DPRD dan Koordinator SPPG untuk melakukan evaluasi menyeluruh dalam waktu satu minggu, dengan ancaman aksi demonstrasi besar-besaran jika tuntutan tidak dipenuhi.

Dugaan Konflik Kepentingan dan Praktik Monopoli

Ketua SEMATA, Ahmad Nazmudin, mengungkapkan adanya dugaan konflik kepentingan dalam pengelolaan MBG. Ia menuding beberapa anggota dewan memiliki keterlibatan langsung dalam bisnis penyedia makanan, sehingga berpotensi menciptakan monopoli dan penyalahgunaan anggaran.

“Program sebesar ini, dengan anggaran nasional mencapai Rp335 triliun, seharusnya dikelola secara profesional dan transparan. Tapi yang terjadi justru sebaliknya—ada indikasi penguasaan proyek oleh segelintir pihak yang punya akses politik,” kata Ahmad, pada saat melakukan audiensi bersama DPRD Kabupaten Tasikmalaya pada Rabu, (24/9/2023).

Ia juga menyoroti lemahnya sistem pengawasan dan audit internal, yang membuka celah bagi praktik korupsi dan kebocoran anggaran. Menurutnya, jika tidak segera dibenahi, MBG bisa menjadi skandal nasional yang merusak kepercayaan publik terhadap program sosial pemerintah.

Sikap Tegas DPC PWRI: Media Sebagai Garda Terdepan

DPC PWRI Kabupaten Tasikmalaya, melalui Chandra F Simatupang, menyatakan komitmennya untuk terus mengawal isu ini. Ia menegaskan bahwa peran media bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pengawas publik yang independen.

“Wartawan adalah mata dan telinga rakyat. Kami tidak akan diam melihat ketidakadilan dan penyimpangan. Kami akan terus menyuarakan kebenaran, menuntut transparansi, dan mendorong akuntabilitas dari semua pihak yang terlibat,” tegas Chandra.

Ia juga mendesak pemerintah daerah untuk segera membentuk Tim Satgas Pengawasan MBG yang melibatkan unsur masyarakat sipil, akademisi, dan media. Menurutnya, hanya dengan kolaborasi lintas sektor, reformasi program MBG bisa dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Harapan dan Jalan Keluar

Di tengah kritik dan tuntutan, masyarakat Tasikmalaya berharap agar pemerintah pusat dan daerah tidak hanya melakukan tambal sulam, tetapi benar-benar mereformasi sistem pelaksanaan MBG. Evaluasi menyeluruh, audit independen, dan pelibatan masyarakat dalam pengawasan menjadi kunci agar program ini kembali ke jalur yang benar.

“Program MBG adalah ide baik yang rusak karena pelaksanaan buruk. Kita harus berani memperbaiki, bukan menutup-nutupi,” tutup Chandra.

Penulis : Tim/Red

Editor : Chandra F Simatupang

Berita Terkait

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja
Seluruh Kepala Bagian Setda Kabupaten Tasikmalaya Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026
Camat se-Kabupaten Tasikmalaya Kompak Sampaikan Ucapan Hari Santri Nasional 2026, Tono Haeruman: Santri Berdaya, Negeri Jaya
Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar
Kesehatan Jiwa Bukan Hal Tabu: RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Dorong Peran Aktif Masyarakat dan Layanan Inklusif
Sambut Hari Santri Nasional 2026, Kepala Desa Papayan Sumarna Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa
Hari Santri Nasional 2026, Hj. Yuli Nurhayati Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa
Santri Sehat, Negeri Kuat! Otong Kusmana Dorong Masyarakat Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:19 WITA

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:34 WITA

Seluruh Kepala Bagian Setda Kabupaten Tasikmalaya Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:41 WITA

Camat se-Kabupaten Tasikmalaya Kompak Sampaikan Ucapan Hari Santri Nasional 2026, Tono Haeruman: Santri Berdaya, Negeri Jaya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35 WITA

Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:44 WITA

Sambut Hari Santri Nasional 2026, Kepala Desa Papayan Sumarna Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:19 WITA