TASIKMALAYA, newsline.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang pemerintah sebagai senjata pamungkas melawan stunting di Kabupaten Tasikmalaya, kini jadi sorotan.
Alih-alih menuai pujian, dapur MBG justru dituding mencemari lingkungan dengan limbah yang tak terkelola.
Di Kecamatan Tanjungjaya, hampir semua dapur MBG disebut belum memenuhi standar pembuangan limbah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bukannya menyehatkan anak-anak, program ini malah bikin ekosistem sekitar megap-megap.
“Program yang seharusnya jadi penyokong gizi malah berdampak serius terhadap lingkungan,” tegas Shopian Nursyamsi, Ketua FMPL Tarikraya, Rabu (29/4/2026).
Nada kritis juga dilontarkan M. Maulid Sidik, Korlap FMPL Tasik Raya. Ia menuding satgas MBG abai terhadap temuan lapangan dan keluhan warga.
“Suara rakyat adalah suara Tuhan, tapi kutipan itu kini hilang. Hukum tidak mati, hanya tidur. Kami akan terus mendampingi dan menuntaskan masalah ini,” ujarnya dengan lantang.
Tak berhenti di soal limbah, masalah lain ikut menyeruak: porsi makanan yang tak sesuai standar hingga makanan MBG yang terbuang karena tidak dimakan anak-anak sekolah.
Ironisnya, di saat pemerintah mengklaim program ini berhasil, aktivis justru menilai MBG gagal total.
Lingkungan tercemar, masyarakat kecewa, anak-anak belum sepenuhnya terbantu. Program yang seharusnya jadi solusi kini malah jadi masalah baru. Dapur MBG di Tasikmalaya, bukannya menyehatkan, malah bikin sakit kepala.
Sementara itu, baik Satgas MBG di kecamatan maupun Kabupaten Tasikmalaya belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









