- Newsline.id | Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat — Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata santri dalam pembangunan bangsa. Sejalan dengan tema “Jihad Santri, Jayakan Negeri”, semangat perjuangan santri diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui pendidikan dan penguatan nilai keagamaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan.
Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Otong Kusmana, S.KM., M.P.H., turut menyampaikan ucapan Selamat Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober.
Momentum Hari Santri, menurut konteks pembangunan kesehatan, dapat menjadi pengingat pentingnya membangun generasi yang sehat, produktif, dan memiliki kesadaran untuk menjaga kualitas hidup. Santri sebagai bagian dari generasi penerus bangsa mempunyai peran strategis dalam menyebarluaskan kebiasaan positif, termasuk menerapkan Pola Hidup Sehat (PHS) dalam kehidupan sehari-hari.
Pola Hidup Sehat merupakan salah satu langkah mendasar untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus mengurangi risiko berbagai gangguan kesehatan. Penerapannya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi kebutuhan air putih, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, beraktivitas fisik secara teratur, beristirahat dengan cukup, serta menghindari perilaku yang dapat merugikan kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di lingkungan pondok pesantren, penerapan pola hidup sehat menjadi semakin penting karena para santri menjalani berbagai aktivitas secara bersama-sama, mulai dari belajar, beribadah, makan, hingga beristirahat. Ketersediaan air bersih, kebersihan tempat tinggal, sanitasi yang memadai, serta kebiasaan menjaga kesehatan perlu menjadi perhatian bersama agar aktivitas pendidikan dan ibadah dapat berlangsung dengan nyaman.
Selain membangun kebiasaan hidup sehat, masyarakat juga perlu meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pemeriksaan kesehatan dapat membantu mendeteksi lebih dini faktor risiko maupun kondisi kesehatan tertentu sehingga langkah penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, masyarakat Kabupaten Tasikmalaya juga diimbau untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui puskesmas terdekat yang menyelenggarakan layanan tersebut.
Program CKG memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya melalui pemeriksaan sesuai kelompok usia, jenis layanan, dan ketentuan program yang berlaku. Pemeriksaan ini dapat menjadi langkah awal untuk mengenali faktor risiko penyakit serta memperoleh edukasi mengenai upaya menjaga kesehatan.
Masyarakat tidak perlu menunggu munculnya keluhan untuk mulai memperhatikan kondisi tubuh. Pemeriksaan kesehatan dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan, terutama untuk membantu mengenali risiko penyakit yang terkadang tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
Melalui puskesmas, masyarakat juga dapat berkonsultasi mengenai hasil pemeriksaan, memperoleh informasi kesehatan, serta mendapatkan arahan tindak lanjut apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan tersebut dapat mendatangi puskesmas terdekat untuk menanyakan jadwal, persyaratan, jenis pemeriksaan yang tersedia, serta mekanisme pendaftaran Cek Kesehatan Gratis. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi yang sesuai dengan ketentuan layanan di wilayah masing-masing.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran bahwa menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan ketika sakit, melainkan dimulai dari kebiasaan sehari-hari dan pemeriksaan kesehatan yang sesuai kebutuhan.
Santri Berperan Membangun Generasi Sehat
Semangat “Jihad Santri, Jayakan Negeri” dapat dimaknai sebagai dorongan untuk terus berjuang melalui ilmu pengetahuan, akhlak, kedisiplinan, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam bidang kesehatan, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, penerapan pola hidup sehat, serta dukungan terhadap terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.
Santri juga memiliki potensi menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Pengetahuan dan kebiasaan positif yang dibangun selama berada di lingkungan pesantren dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada keluarga maupun masyarakat sekitar.
Peran tersebut dapat diperkuat melalui kolaborasi antara pengasuh pesantren, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat. Edukasi mengenai gizi seimbang, aktivitas fisik, kebersihan lingkungan, pemeriksaan kesehatan, serta pencegahan penyakit dapat menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang lebih sehat.
Pembangunan kesehatan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pelayanan yang disediakan pemerintah perlu didukung oleh kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan dan menerapkan kebiasaan yang mendukung kualitas hidup.
Dalam momentum Hari Santri Nasional 2026, semangat pengabdian para santri diharapkan turut menjadi inspirasi untuk memperkuat kepedulian terhadap kesehatan. Generasi yang sehat akan memiliki kesempatan lebih besar untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi lingkungan serta bangsa.
Melalui penerapan Pola Hidup Sehat dan pemanfaatan layanan Cek Kesehatan Gratis di puskesmas terdekat, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Selamat Hari Santri Nasional 2026.
Jihad Santri, Jayakan Negeri.
Otong Kusmana, S.KM., M.P.H.
Kepala Bidang Layanan Kesehatan
Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya
Penulis : Ilham T Rachman









