TASIKMALAYA, newsline.id – RSUD dr. Khz Zaenal Musthafa Tasikmalaya kembali diguncang isu panas. Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) menuding adanya dua masalah besar yang mencoreng wajah pelayanan kesehatan: limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang tercecer serta dugaan malpraktik di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Dalam audiensi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, pihak rumah sakit mengakui adanya kendala teknis dalam pengelolaan limbah medis.
“Memang ada limbah yang seharusnya dibuang ke fasilitas khusus, tetapi masih ditemukan berceceran,” ucap M. Rizqi Gunawan, Kepala Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan RSUD, saat dihubungi wartawan via telpon. Selasa (7/4/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, ketika ditanya soal dugaan malpraktik di IGD, Rizqi menolak berkomentar lebih jauh. “Itu bukan kapasitas saya,” katanya singkat.
Ia menegaskan bahwa banyak pertanyaan dari FMPL seharusnya dijawab oleh bagian pelayanan, bukan dirinya sebagai perwakilan administrasi.
FMPL menekankan bahwa dugaan malpraktik tidak bisa dianggap remeh. Mereka mengklaim ada pasien yang diduga menjadi korban pelayanan tidak profesional. Hingga kini, pihak RSUD belum memberikan klarifikasi resmi atas tudingan tersebut.
“Banyak hal yang bukan kapasitas saya, nanti akan dipanggil pihak terkait,” tambah Rizqi.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya belum mengeluarkan pernyataan resmi. Diamnya otoritas pengawas justru memperbesar keresahan masyarakat yang menuntut transparansi dan akuntabilitas.
Kini publik menunggu langkah tegas: apakah kasus ini akan dibuka secara terang benderang atau berakhir tanpa kejelasan. Sorotan terhadap RSUD Tasikmalaya dinilai sebagai ujian penting bagi integritas pelayanan kesehatan di daerah.
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









