TASIKMALAYA, newsline.id – Desa Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, terus menjadi sorotan publik. Limbah cair dari dapur MBG Taraju 2 diduga dialirkan begitu saja ke kebun warga. Hasilnya, bau menyengat yang bikin warga di sekitar Jalan Kaum Kaler gelisah, bahkan sampai jadi bahan obrolan panas di media sosial.
Merespon kegaduhan ini, Kabid Lingkungan Hidup DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, Farhan, bersama aparat kecamatan langsung turun tangan.
Lewat pesan WhatsApp, Kamis (21/2/2026), ia menegaskan bahwa pihak pengelola sudah mulai memperbaiki instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sudah ada grease trap, pipa dari IPAL ke pembuangan juga dipasang,” tulis Farhan.
Tidak berhenti di situ saja, Farhan menyebut, enam SPPG di Kecamatan Taraju pun dibina agar segera melengkapi IPAL masing-masing.
Harapannya, kasus serupa tak lagi berulang dan kualitas lingkungan tetap terjaga. Meski begitu, Farhan mengingatkan bahwa kewenangan pihaknya terbatas pada pembinaan.
Urusan kesehatan lingkungan, katanya, ada di ranah Dinas Kesehatan.
Namun, warga masih Skeptis. Dede, salah satu warga Taraju, menilai langkah itu belum cukup. “Kalau dibiarkan, jelas masyarakat yang rugi. Limbah dapur itu bukan sekadar air biasa, ada B3 juga. Jadi pengawasan harus benar-benar ketat,” ujarnya dengan nada kesal.
Kemarahan warga ini jadi sinyal keras bagi pemerintah daerah. Tasikmalaya kini berada di persimpangan: menjaga keberlangsungan usaha kecil, atau memastikan lingkungan tetap aman dan sehat. Satu hal pasti, publik menuntut aksi nyata, bukan sekadar janji manis.
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









