TASIKMALAYA, newsline.id – Perombakan birokrasi di Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Bupati Cecep Nurul Yakin melantik 14 pejabat baru, terdiri dari 11 pejabat eselon III.a dan 3 pejabat eselon II.b. Yang paling menyita perhatian, dua kursi strategis kini ditempati aparatur sipil negara (ASN) dari luar daerah.
Kedua posisi tersebut adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup. Masuknya pejabat dari instansi pusat dan daerah lain dinilai sebagai bukti keterbukaan sekaligus tantangan bagi ASN lokal.
Nama-nama yang mencuat di antaranya:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
- Dr. Rubi Azhara, S.STP., M.Si. naik jabatan dari Kepala Bagian Tata Pemerintahan menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
- Wandi Herpiandi, S.Pd., M.Si. mantan Widyaiswara Ahli Madya di BBPPMPV BMTI Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, kini dipercaya memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
- Deden Ramdhan Nugraha, S.T., M.M. sebelumnya Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Purwakarta, kini menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup.
Bupati Cecep menegaskan seluruh proses dilakukan melalui open bidding dengan pengawasan berlapis, mulai dari Gubernur Jawa Barat, BKN, Kementerian Dalam Negeri, hingga rekomendasi akademisi.
“Awalnya saya khawatir peminatnya sedikit, ternyata ada 19 peserta termasuk dari pusat. Justru ini menunjukkan Tasikmalaya semakin seksi, semakin diminati,” ucapnya.
Menurut Cecep, tingginya minat ASN luar daerah mencerminkan citra positif kinerja pemerintah. Ia menyinggung capaian Kabupaten Tasikmalaya yang berhasil memperbaiki skor MCP (Monitoring Center for Prevention) hingga mendapat penghargaan sebagai TPID terbaik Jawa-Bali dalam pengendalian inflasi.
“Ini capaian sekaligus tantangan. Bagi ASN yang malas, masuknya tenaga baru bisa jadi ancaman,” tegasnya.
Perombakan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan strategi memperkuat birokrasi dan membuka ruang kompetisi sehat.
Dengan masuknya pejabat dari pusat dan daerah lain, Tasikmalaya diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkokoh posisi di tingkat nasional.
Apakah menurut Anda langkah Bupati ini lebih mencerminkan keberanian membuka diri, atau justru risiko bagi ASN lokal yang harus bersaing lebih ketat?
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









