Tasikmalaya – Kabupaten Tasikmalaya kembali memperingati hari jadinya pada 26 Juli 2026, sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 tentang penetapan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya. Penetapan ini merujuk pada sejarah penobatan Wirawangsa, bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha I, sebagai Bupati Sukapura pertama pada 26 Juli 1632 di bawah pemerintahan Kerajaan Mataram. Momentum tersebut menjadi tonggak lahirnya Kabupaten Tasikmalaya sekaligus menandai perjalanan panjang daerah ini dalam sejarah Priangan Timur.
Memasuki usia ke-394, peringatan Milangkala tahun ini mengusung tema “Jayantara Priangan Timur”, yang mencerminkan semangat kebersamaan, kebangkitan budaya, serta dorongan memperkuat peran Tasikmalaya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial di kawasan Priangan Timur. Tema ini juga menjadi simbol harapan agar Tasikmalaya mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berakar pada nilai sejarah dan budaya lokal.
Ucapan Selamat dari Forum Camat
Camat Singaparna sekaligus Ketua Koordinator Camat se-Kabupaten Tasikmalaya, Tono Haeruman, S.IP., mewakili seluruh camat menyampaikan ucapan selamat atas Milangkala ke-394. Dalam pernyataannya, Tono menegaskan harapan agar Kabupaten Tasikmalaya terus berkembang dan semakin sejahtera.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya atas nama Ketua Koordinator Camat Kabupaten Tasikmalaya mewakili seluruh Camat se-Kabupaten Tasikmalaya mengucapkan Selamat Hari Jadi atau Milangkala Kabupaten Tasikmalaya yang ke-394. Dengan tema Jayantara Priangan Timur. Semoga dengan usia yang ke-394 ini, Kabupaten Tasikmalaya bisa lebih baik dari yang sudah baik dan bisa lebih maju serta sejahtera,” ucapnya.
Refleksi Sejarah dan Harapan Masa Depan
Peringatan Milangkala bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi atas perjalanan panjang sejarah Tasikmalaya sejak masa pemerintahan Sukapura. Momentum ini diharapkan menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi masyarakat untuk menjaga warisan budaya, memperkuat persatuan, dan mendorong pembangunan daerah.
Selain itu, Milangkala ke-394 juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kekayaan seni dan budaya lokal, mulai dari kesenian tradisional, pameran UMKM, hingga kegiatan sosial yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran pemerintah daerah bersama elemen masyarakat menunjukkan komitmen bersama menjadikan Tasikmalaya sebagai daerah yang berdaya saing, berbudaya, dan sejahtera.
Dengan usia mendekati empat abad, Tasikmalaya diharapkan mampu meneguhkan identitasnya sebagai daerah yang tidak hanya kaya sejarah, tetapi juga visioner dalam membangun masa depan. Semangat Jayantara Priangan Timur menjadi penanda bahwa Tasikmalaya siap melangkah lebih jauh, mengukir prestasi, dan memperkuat perannya di tingkat regional maupun nasional.
Penulis : Chandra Foetra S
Editor : Tim Redaksi









