Newsline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Situasi keamanan di wilayah hukum Kecamatan Cineam dan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, dilaporkan tengah berada dalam kondisi rawan. Berdasarkan surat pemberitahuan resmi yang dilayangkan oleh Aliansi Masyarakat Cineam Karangjaya pada Rabu (30/9/2026), ratusan massa berencana menggelar aksi unjuk rasa sekaligus audiensi ke Mapolres Kota Tasikmalaya pada Senin (5/10/2026). Aksi ini dipandang sebagai bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap berbagai persoalan yang dinilai mengancam stabilitas sosial, ekonomi, dan hukum di daerah tersebut.
Latar Belakang Aksi
Aliansi menegaskan bahwa terdapat sejumlah persoalan krusial yang menjadi pemicu keresahan warga. Empat isu utama yang disoroti dianggap sebagai ancaman serius terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat:
- Penebangan liar: Proses hukum terhadap kasus penebangan liar di kawasan Perhutani, Kecamatan Karangjaya, dinilai mandek. Aliansi menuding aparat penegak hukum tidak menunjukkan ketegasan dalam menindak pelaku, sehingga membuka ruang bagi kerusakan lingkungan dan eksploitasi sumber daya alam secara ilegal.
- Dugaan pemerasan: Muncul dugaan adanya praktik pemerasan terhadap calon investor atau pengusaha yang hendak menanamkan modal di wilayah tersebut. Kondisi ini dikhawatirkan menghambat iklim investasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi lokal.
- Perusakan aset PT Wiriacakra: Aliansi mengecam keras aksi perusakan aset PT Wiriacakra (SPP) di lahan eks HGU yang dilakukan tanpa dasar kepemilikan sah. Tindakan tersebut tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga menimbulkan intimidasi terhadap karyawan, mengakibatkan hilangnya mata pencaharian, serta berpotensi memicu konflik horizontal antarwarga.
- Sabotase perkebunan karet: Situasi semakin memanas pasca-terjadinya aksi pembakaran perkebunan karet di Blok Kororoy, Desa Negaratengah, Kecamatan Cineam, pada Senin (28/9/2026). Peristiwa ini menghanguskan belasan hektar lahan serta ribuan pohon karet, menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat dan perusahaan pengelola.
Kritik terhadap Aparat
Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Masyarakat Cineam Karangjaya menilai aparat kepolisian setempat gagal menunjukkan ketegasan. Mereka menuding adanya sikap tutup mata terhadap berbagai pelanggaran hukum yang terjadi. “Kami menduga diamnya pihak Kepolisian bukan sekadar menerima laporan tapi tidak menindaklanjuti, melainkan seakan melindungi pelaku. Itu sudah termasuk pembiaran terhadap pelanggaran hukum,” tegas Aliansi dalam surat pemberitahuan aksi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kritik ini mencerminkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum, yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman. Ketidakpuasan tersebut berpotensi memperlebar jurang antara masyarakat dan aparat, sehingga memunculkan risiko eskalasi konflik.
Agenda Aksi
Massa yang diperkirakan mencapai 300 orang akan turun ke jalan dengan agenda utama:
- Hari/Tanggal: Senin, 5 Oktober 2026
- Waktu: Pukul 10.00 WIB s.d. selesai
- Lokasi: Mapolres Kota Tasikmalaya
- Tuntutan tambahan: Menghadirkan pihak PT Perhutani dan Dandim Tasikmalaya dalam audiensi untuk membahas persoalan agraria dan keamanan di wilayah Cineam-Karangjaya.
Aliansi menekankan bahwa kehadiran kedua institusi tersebut dianggap penting untuk mencari solusi menyeluruh atas konflik agraria dan keamanan yang selama ini belum terselesaikan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Resort Tasikmalaya Kota maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai persiapan pengamanan maupun respons atas rencana aksi tersebut. Ketidakjelasan sikap aparat menambah ketegangan di tengah masyarakat, yang kini menunggu langkah konkret dari pihak berwenang.
Penulis : Chandra Foetra S
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Aliansi Masyarakat Cineam Karangjaya









