Ormas JAMAN Demo di Tasikmalaya, Tuntut Penutupan Dapur MBG Ilegal yang Diduga Milik Bupati, Anggota DPRD dan Polisi

Kamis, 24 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Puluhan massa dari Organisasi Masyarakat Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) Tasikmalaya menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Tasikmalaya, Kamis (24/9/2026). Aksi ini menyoroti dugaan maraknya dapur Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi tanpa izin resmi.

Dalam orasi, massa menuding sejumlah dapur ilegal tersebut bahkan dimiliki oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, pimpinan dan anggota DPRD, hingga oknum aparat kepolisian. Tuduhan ini memperkuat persepsi publik bahwa praktik penyelenggaraan program MBG di daerah sarat konflik kepentingan dan jauh dari prinsip transparansi.

Tuntutan Penutupan Dapur Ilegal

Massa mendesak agar seluruh dapur MBG yang belum mengantongi izin PBG, SLF, IPAL, maupun SLHS segera ditutup sementara. Dari total 299 dapur SPPG di Kabupaten Tasikmalaya, mayoritas disebut masih beroperasi tanpa izin lengkap.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tuntutan ini tidak muncul tanpa alasan. Sepanjang tahun 2026, sejumlah kasus keracunan makanan dilaporkan terjadi di berbagai kecamatan. Insiden tersebut diduga kuat berkaitan dengan lemahnya pengawasan terhadap dapur MBG, sehingga menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan anak-anak penerima manfaat.

“Keberadaan dapur ilegal bukan hanya melanggar aturan administrasi, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak penerima manfaat MBG,” tegas salah satu orator.

Ketidakhadiran Pejabat Memicu Kekecewaan

Massa menuntut kehadiran langsung Bupati Cecep Nurul Yakin dan Ketua Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya, Dr. Rubi Azhara, S.STP., M.Si., untuk memberikan klarifikasi. Namun hingga aksi berlangsung, keduanya tidak hadir. Ketidakhadiran ini memicu kekecewaan mendalam dan dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi masyarakat.

Kekecewaan massa memuncak ketika tuntutan tidak direspons. Sejumlah demonstran mencoba menerobos masuk ke kantor Bupati, sehingga terjadi aksi saling dorong dengan aparat kepolisian. Situasi semakin panas ketika massa membakar ban di depan kantor sebagai bentuk protes keras atas sikap pemerintah daerah.

Klarifikasi Satgas MBG

Setelah beberapa waktu, Ketua Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya Rubi Azhara hadir bersama Korwil SPPG Kabupaten Tasikmalaya Andi Rizki H, serta pejabat Dinas Kesehatan. Kehadiran mereka disambut dengan sorotan tajam dari massa yang menuntut jawaban konkret.

Dalam sambutannya, Rubi mengapresiasi masukan massa aksi sebagai bahan evaluasi.

“Masih banyak dapur SPPG yang belum memiliki izin lengkap tapi sudah beroperasi. Kami selalu mengingatkan mereka agar segera menempuh izin sepenuhnya. Namun kewenangan kami terbatas karena seluruhnya dikendalikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN),” ujar Rubi.

Sementara itu, Korwil SPPG Andi Rizki H membenarkan bahwa mayoritas dari 299 dapur SPPG belum memiliki izin lengkap. Ia menegaskan pihaknya terus melakukan evaluasi dan mendorong pemilik dapur untuk segera menempuh prosedur perizinan.

“Memang benar masih banyak dapur SPPG yang belum memiliki izin tersebut namun sudah beroperasi. Kami terus melakukan evaluasi terhadap seluruh dapur-dapur SPPG tersebut agar secepatnya menempuh seluruh izin,” ucap Andi.

Sorotan Publik dan Krisis Kepercayaan

Aksi JAMAN menambah sorotan publik terhadap program MBG di Tasikmalaya yang dinilai sarat masalah tata kelola dan transparansi. Dugaan keterlibatan pejabat daerah dalam pengelolaan dapur ilegal memperkuat desakan agar pemerintah pusat turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh.

Demonstrasi ini bukan sekadar aksi jalanan, melainkan simbol perlawanan masyarakat terhadap praktik yang dianggap mencederai prinsip keadilan sosial dan akuntabilitas publik. Krisis kepercayaan terhadap pemerintah daerah semakin nyata, dan jika tuntutan tidak segera ditindaklanjuti, gelombang protes diperkirakan akan semakin meluas serta berpotensi menimbulkan instabilitas politik lokal.

Penulis : Chandra Foetra S

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja
Seluruh Kepala Bagian Setda Kabupaten Tasikmalaya Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026
Camat se-Kabupaten Tasikmalaya Kompak Sampaikan Ucapan Hari Santri Nasional 2026, Tono Haeruman: Santri Berdaya, Negeri Jaya
Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar
Kesehatan Jiwa Bukan Hal Tabu: RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Dorong Peran Aktif Masyarakat dan Layanan Inklusif
Sambut Hari Santri Nasional 2026, Kepala Desa Papayan Sumarna Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa
Hari Santri Nasional 2026, Hj. Yuli Nurhayati Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa
Santri Sehat, Negeri Kuat! Otong Kusmana Dorong Masyarakat Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:19 WITA

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:34 WITA

Seluruh Kepala Bagian Setda Kabupaten Tasikmalaya Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:41 WITA

Camat se-Kabupaten Tasikmalaya Kompak Sampaikan Ucapan Hari Santri Nasional 2026, Tono Haeruman: Santri Berdaya, Negeri Jaya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35 WITA

Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:44 WITA

Sambut Hari Santri Nasional 2026, Kepala Desa Papayan Sumarna Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:19 WITA