Proyek P3-TGAI Rp195 Juta di Cigalontang Tasikmalaya Baru Selesai, Sudah Rusak: Dugaan Ketergesaan dan Salah Lokasi Mencuat

Jumat, 26 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Proyek peningkatan jaringan irigasi permukaan di Desa Puspamukti, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, tengah menjadi sorotan publik. Saluran irigasi yang baru rampung pada pertengahan September 2025 dengan anggaran Rp195 juta dari APBN melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), kini menunjukkan kerusakan serius. Retakan pada dinding dan lantai saluran yang tergerus air menjadi bukti nyata bahwa proyek ini tidak berjalan sesuai harapan.

Proyek yang semestinya menjadi solusi bagi kebutuhan irigasi petani setempat justru menimbulkan kekhawatiran. Berdasarkan papan informasi, pelaksanaan proyek dijadwalkan selama 60 hari kalender dan dikerjakan oleh Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Karya Mukti. Namun, fakta di lapangan berbeda. Ketua P3A Karya Mukti, Wawan, mengungkapkan bahwa proyek hanya dikerjakan selama 25 hari, dari 20 Agustus hingga 13 September 2025.

“Dari awal saya sudah sampaikan agar lokasi ini jangan dipilih karena tanahnya bekas longsoran. Kami sudah konsultasi sebelum pengerjaan, tapi tetap dipaksakan. Kesalahan awalnya dari pipa yang ditanam, dan papan informasi pun keliru, seharusnya tertulis 45 hari kalender, bukan 60,” ujar Wawan saat dikonfirmasi, Kamis (25/09/2025).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan langsung pada Rabu (24/09/2025) menunjukkan kondisi memprihatinkan. Lantai saluran mulai terkikis oleh aliran air, dan retakan cukup lebar terlihat di beberapa titik dinding. Wawan menjelaskan bahwa tanah yang digunakan merupakan hasil urugan dari bekas longsoran, yang tidak cukup stabil untuk menopang konstruksi beton.

“Mungkin karena bebannya berat, tanahnya ambles sekitar 80 cm. Saya dan para pekerja sudah ragu sejak awal, tapi tetap dijalankan. Setelah selesai seminggu, hujan turun dua malam berturut-turut, dan retakan mulai muncul,” jelasnya.

Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa proyek dikerjakan dengan tergesa-gesa, tanpa kajian teknis yang memadai. Kualitas material dan metode konstruksi pun dipertanyakan, mengingat dampak kerusakan muncul hanya dalam hitungan hari setelah proyek rampung.

Saat ini, pihak P3A Karya Mukti tengah berkoordinasi dengan Tim Pendamping Masyarakat (TPM) dan para petani penggarap sawah untuk menentukan langkah perbaikan. “TPM menyarankan agar dibongkar dan dibangun ulang. Kami rencanakan pembongkaran dan perbaikan paling cepat hari Jumat ini,” tambah Wawan.

Sekretaris Desa Puspamukti, Irwan Subarna, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana perbaikan. “Ada titik lokasi yang rawan, dan meski antisipasi sudah dilakukan, tanah labil tetap berisiko. Ketua kelompok sudah menyatakan kesanggupan memperbaiki karena proyek masih dalam tahap pengerjaan,” ujarnya.

Proyek P3-TGAI sendiri merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemanfaatan air irigasi di tingkat petani. Namun, kasus di Puspamukti menjadi contoh bahwa pelaksanaan di lapangan tidak selalu berjalan ideal. Minimnya pengawasan teknis, ketidaksesuaian lokasi, dan ketergesaan dalam pelaksanaan menjadi faktor yang patut dievaluasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait insiden ini. Publik pun menanti transparansi dan tindak lanjut yang tegas agar dana negara benar-benar memberi manfaat, bukan justru menimbulkan kerugian.

Penulis : Tim/Red

Editor : Chandra F Simatupang

Berita Terkait

Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Rp29,1 Miliar Dari APBD 2026 untuk Tiga Proyek Jalan dan Jembatan Penghubung SOR Mangunreja ke Komplek Pemda
Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja
Seluruh Kepala Bagian Setda Kabupaten Tasikmalaya Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026
Camat se-Kabupaten Tasikmalaya Kompak Sampaikan Ucapan Hari Santri Nasional 2026, Tono Haeruman: Santri Berdaya, Negeri Jaya
Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar
Kesehatan Jiwa Bukan Hal Tabu: RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Dorong Peran Aktif Masyarakat dan Layanan Inklusif
Sambut Hari Santri Nasional 2026, Kepala Desa Papayan Sumarna Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa
Hari Santri Nasional 2026, Hj. Yuli Nurhayati Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:20 WITA

Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Rp29,1 Miliar Dari APBD 2026 untuk Tiga Proyek Jalan dan Jembatan Penghubung SOR Mangunreja ke Komplek Pemda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:19 WITA

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:34 WITA

Seluruh Kepala Bagian Setda Kabupaten Tasikmalaya Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:41 WITA

Camat se-Kabupaten Tasikmalaya Kompak Sampaikan Ucapan Hari Santri Nasional 2026, Tono Haeruman: Santri Berdaya, Negeri Jaya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:50 WITA

Kesehatan Jiwa Bukan Hal Tabu: RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Dorong Peran Aktif Masyarakat dan Layanan Inklusif

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:19 WITA