Terjadi di Tasikmalaya: Gadis 11 Tahun Dicabuli Pamannya, Pelaku Diamankan Warga Saat Korban Melapor ke Polisi

Rabu, 27 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Sebuah tragedi memilukan mengguncang Desa Salebu, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya. Seorang anak perempuan berusia 11 tahun, sebut saja Bunga, yang masih duduk di kelas lima sekolah dasar, menjadi korban pencabulan oleh pria berinisial DD (50), yang ironisnya merupakan kakak ipar dari ibu kandung korban sendiri.

Kasus ini terungkap setelah Bunga memberanikan diri menceritakan kejadian terakhir yang dialaminya pada Senin malam (25/8/2025) kepada teman sekolahnya, sebut saja Mawar, pada Selasa, (26/8/2025). Mawar kemudian menyampaikan pengakuan tersebut kepada ibunya, ST, yang langsung menghubungi OM—bibi korban sekaligus guru di sekolah tempat Bunga belajar.

Dalam keterangannya, OM mengungkapkan bahwa dirinya langsung memanggil Bunga untuk mengonfirmasi cerita tersebut. “Bunga mengakui bahwa DD telah mencabulinya sejak ia duduk di kelas empat. Ia dipaksa dan diancam akan dibunuh jika tidak menuruti kemauan pelaku,” ujar OM dengan nada penuh keprihatinan saat dikonfirmasi oleh awak media di Polres Tasikmalaya, Rabu, (27/8/2025).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut pengakuan korban, kejadian terakhir berlangsung saat rumah dalam keadaan kosong. Istri pelaku dan nenek korban sedang mengikuti pengajian, sementara DD menyeret Bunga ke dalam kamar, mengunci pintu, dan memaksa melakukan tindakan tak senonoh. Kejadian tersebut bukan hanya menyisakan trauma mendalam bagi korban, tetapi juga mengguncang keluarga dan lingkungan warga sekitar rumah korban.

Setelah mendapat pengakuan dari korban, OM segera menghubungi IW, paman korban, dan meminta pendampingan kepada pihak UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya dan langsung membawa Bunga ke Unit PPA Polres Tasikmalaya untuk melaporkan kejadian tersebut secara resmi.

OM menjelaskan bahwa sejak ibu korban bekerja di luar negeri, Bunga tinggal bersama nenek dan pelaku dalam satu rumah. Ayahnya tinggal jauh dan telah berpisah dengan ibunya. “Kami sebagai keluarga sangat prihatin dan berharap pelaku segera ditangkap serta dihukum seberat-beratnya. Anak sekecil itu tidak seharusnya mengalami hal seperti ini,” tegas OM.

Sementara proses pelaporan berlangsung di Polres Tasikmalaya, pelaku DD tiba-tiba dibawa oleh anggota Polsek Singaparna. Ia sebelumnya telah diamankan oleh warga sekitar yang geram setelah mengetahui perbuatan bejat DD terhadap keponakannya sendiri. Puluhan warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencegah tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan pelaku secara hukum.

Pelaku untuk sementara saat ini telah diamankan di Polres Tasikmalaya dan sedang menjalani proses penyelidikan lebih lanjut. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama yang tinggal dalam lingkungan keluarga yang tidak utuh. Dukungan psikologis dan perlindungan hukum terhadap korban kini menjadi fokus utama pihak berwenang dan keluarga.

Salah satu staf UPTD PPA Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya, Engkos saat dikonfirmasi oleh awak media menyampaikan bahwa mereka akan mendampingi korban secara intensif, baik dalam proses hukum maupun pemulihan psikologis. “Kami akan memastikan bahwa Bunga mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang layak. Trauma yang dialami anak korban kekerasan seksual bisa berdampak jangka panjang jika tidak ditangani dengan serius,” tegasnya.

Diwaktu yang sama, IW salah satu paman korban mengucapkan terimakasih kepada warga yang telah ikut serta mengamankan pelaku, dirinya berharap pelaku mendapat hukuman yang seberat-beratnya atas perbuatannya. “Saya sebagai paman atau keluarga dari korban sangat merasa prihatin sekali atas kejadian yang dialami oleh korban. Saya sangat berterimakasih kepada warga yang sudah ikut serta mengamankan pelaku hari ini dan membawanya ke Polres Tasikmalaya. Saya berharap pelaku mendapat hukuman yang seberat-beratnya atas perbuatannya tersebut,” ungkapnya.

Catatan Redaksi:

Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya peran lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mendeteksi serta mencegah kekerasan seksual terhadap anak. Keberanian korban untuk berbicara, dukungan dari guru dan keluarga, serta respons cepat dari warga dan aparat kepolisian menjadi faktor penting dalam penanganan awal kasus ini.

Laporan : Chandra Foetra S.

Berita Terkait

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja
Seluruh Kepala Bagian Setda Kabupaten Tasikmalaya Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026
Camat se-Kabupaten Tasikmalaya Kompak Sampaikan Ucapan Hari Santri Nasional 2026, Tono Haeruman: Santri Berdaya, Negeri Jaya
Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar
Kesehatan Jiwa Bukan Hal Tabu: RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Dorong Peran Aktif Masyarakat dan Layanan Inklusif
Sambut Hari Santri Nasional 2026, Kepala Desa Papayan Sumarna Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa
Hari Santri Nasional 2026, Hj. Yuli Nurhayati Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa
Santri Sehat, Negeri Kuat! Otong Kusmana Dorong Masyarakat Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:19 WITA

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:34 WITA

Seluruh Kepala Bagian Setda Kabupaten Tasikmalaya Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:41 WITA

Camat se-Kabupaten Tasikmalaya Kompak Sampaikan Ucapan Hari Santri Nasional 2026, Tono Haeruman: Santri Berdaya, Negeri Jaya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35 WITA

Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:44 WITA

Sambut Hari Santri Nasional 2026, Kepala Desa Papayan Sumarna Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:19 WITA