TASIKMALAYA, newsline.id – Drama penculikan bayi di Singaparna akhirnya berujung lega. Seorang pria asal Cianjur nekat membawa kabur bayi berusia dua bulan, namun kurang dari sehari kemudian, polisi berhasil mengendus keberadaannya. Bayi ditemukan selamat, sehat, dan kini jadi perhatian penuh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
Carmono, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, tampil di hadapan media dengan nada tegas sekaligus menenangkan.
“Kami cek berkala, alhamdulillah kondisi fisik bayi baik-baik saja. Tidak berhenti di situ, kami juga kawal kesehatan mental ibunya,” ungkap Carmono saat dijumpai sejumlah awak media, Senin (9/2/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah daerah menggandeng puskesmas dan bidan desa, bukan hanya untuk memantau tumbuh kembang sang bayi, tapi juga memberi konseling agar trauma sang ibu bisa pulih.
Ketua KPAID Tasikmalaya, Ato Rinanto, menyebut langkah cepat polisi sebagai
“penyelamat nyawa kecil” yang patut diapresiasi. Ia mengingatkan, kasus ini jadi alarm keras: media sosial bisa jadi pintu masuk kejahatan, bahkan terhadap anak-anak.
“Jangan gampang percaya orang asing di dunia maya. Dunia nyata jauh lebih aman untuk berinteraksi,” katanya.
Kronologi kasusnya bak adegan thriller. Sang ibu, warga Padakembang, awalnya berkenalan dengan pelaku berinisial WD (38) lewat media sosial. Pertemuan di Masjid Agung Singaparna berubah mencekam ketika bayi direbut paksa. Pelaku bahkan mengancam akan melempar bayi jika sang ibu berteriak.
Ketakutan membuat ibu tak bisa meminta bantuan, hingga pelaku kabur dengan bus umum. Beruntung, tim khusus Polres Tasikmalaya bergerak cepat dan dalam hitungan jam berhasil mengamankan bayi sekaligus menangkap pelaku.
Kini WD resmi jadi tersangka. Ia dijerat Pasal 452 KUHPidana terbaru dengan ancaman enam tahun penjara. Bayi kembali ke pelukan ibunya, sementara masyarakat diingatkan untuk lebih waspada terhadap jebakan pertemanan instan di dunia maya.
Kasus ini bukan sekadar kriminal biasa, melainkan cermin rapuhnya kepercayaan di era digital. Tasikmalaya belajar satu hal: menjaga anak bukan hanya soal fisik, tapi juga soal bijak bersosial media.
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









