Newsline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, angkat bicara menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menyebut perbaikan sekolah dasar rusak merupakan tanggung jawab pemerintah Kabupaten.
Cecep menyayangkan tudingan tersebut, mengingatkan dirinya baru menjabat sebagai Bupati selama empat bulan. “Saya menjabat sebagai bupati Tasikmalaya itu baru empat bulan. Sebelumnya lima tahun sebagai wakil Bupati. Rasanya tidak adil jika semua persoalan infrastruktur pendidikan langsung dibebankan kepada saya,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (21/10/2025).
Pernyataan ini muncul setelah viral nya sebuah video sejumlah anak SDN Curugtelu di Kecamatan Culamega, Tasikmalaya, yang ambruk dan tak bisa digunakan selama dua tahun terakhir. Video tersebut memicu sorotan publik terhadap kondisi pendidikan dasar di daerah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Cecep mengungkapkan bahwa Pemkab Tasikmalaya telah mengusulkan revitalisasi 54 bangunan sekolah, termasuk PAUD, SD, dan SMP, untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat pada tahun 2025.
“Awalnya hanya 20 bangunan yang diusulkan, tapi setelah komunikasi dengan Pak KDM dan Wakil Menteri Dikdasmen, jumlahnya naik jadi 54. Padahal, total bangunan rusak di Tasikmalaya lebih dari seribu,” jelasnya.
Meski mengakui bahwa kewenangan perbaikan PAUD, TK, SD, dan SMP berada di tangan bupati, Cecep menegaskan pentingnya dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat.
” Tidak perlu debat soal kewenangan. Kalau Pak Gubernur mau bantu, saya sangat terbuka dan senang,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kerusakan sekolah bukanlah masalah baru.
“Sekolah di Culamega sudah rusak dua tahun. Ini bukan akibat saya menjabat empat bulan. Sudah lama terabaikan,” tegasnya.
Cecep menambahkan, kewenangan Pemprov Jawa Barat hanya mencakup SMA, SMK, dan SLB. Sementara jumlah PAUD, TK, SD, dan SMP di Tasikmalaya jauh lebih banyak dan membutuhkan perhatian ekstra.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Wakil Menteri Dikdasmen RI untuk memperjuangkan revitalisasi lebih dari seribu bangunan sekolah,” tutupnya.
Penulis : Chandra F Simatupang
Editor : Chandra Foetra S









