Bupati Tasikmalaya Respons Tegas Soal Sekolah Rusak : “Tak Adil Semua Dibebankan ke Saya”

Selasa, 21 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, angkat bicara menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menyebut perbaikan sekolah dasar rusak merupakan tanggung jawab pemerintah Kabupaten.

Cecep menyayangkan tudingan tersebut, mengingatkan dirinya baru menjabat sebagai Bupati selama empat bulan. “Saya menjabat sebagai bupati Tasikmalaya itu baru empat bulan. Sebelumnya lima tahun sebagai wakil Bupati. Rasanya tidak adil jika semua persoalan infrastruktur pendidikan langsung dibebankan kepada saya,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (21/10/2025).

Pernyataan ini muncul setelah viral nya sebuah video sejumlah anak SDN Curugtelu di Kecamatan Culamega, Tasikmalaya, yang ambruk dan tak bisa digunakan selama dua tahun terakhir. Video tersebut memicu sorotan publik terhadap kondisi pendidikan dasar di daerah tersebut.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cecep mengungkapkan bahwa Pemkab Tasikmalaya telah mengusulkan revitalisasi 54 bangunan sekolah, termasuk PAUD, SD, dan SMP, untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat pada tahun 2025.

“Awalnya hanya 20 bangunan yang diusulkan, tapi setelah komunikasi dengan Pak KDM dan Wakil Menteri Dikdasmen, jumlahnya naik jadi 54. Padahal, total bangunan rusak di Tasikmalaya lebih dari seribu,” jelasnya.

Meski mengakui bahwa kewenangan perbaikan PAUD, TK, SD, dan SMP berada di tangan bupati, Cecep menegaskan pentingnya dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat.

” Tidak perlu debat soal kewenangan. Kalau Pak Gubernur mau bantu, saya sangat terbuka dan senang,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kerusakan sekolah bukanlah masalah baru.

“Sekolah di Culamega sudah rusak dua tahun. Ini bukan akibat saya menjabat empat bulan. Sudah lama terabaikan,” tegasnya.

Cecep menambahkan, kewenangan Pemprov Jawa Barat hanya mencakup SMA, SMK, dan SLB. Sementara jumlah PAUD, TK, SD, dan SMP di Tasikmalaya jauh lebih banyak dan membutuhkan perhatian ekstra.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Wakil Menteri Dikdasmen RI untuk memperjuangkan revitalisasi lebih dari seribu bangunan sekolah,” tutupnya.

Penulis : Chandra F Simatupang

Editor : Chandra Foetra S

Berita Terkait

Terjadi di Tasikmalaya, Dapur SPPG Karang Mukti Buang Limbah Sembarangan Picu Reaksi Warga, Ini Tanggapan PAC PP Salawu
Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Sulit Ditemui dan Dihubungi, Pengadaan Barang Miliaran Rupiah Tahun 2025 Belum Rampung
Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka
48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!
Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!
PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor
Kekerasan Brutal di Cigombong, PWRI Bogor Raya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Pemilik Padepokan STJ Dilaporkan, Warga Purwarahayu Geruduk Polres Tasikmalaya
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:33 WITA

Terjadi di Tasikmalaya, Dapur SPPG Karang Mukti Buang Limbah Sembarangan Picu Reaksi Warga, Ini Tanggapan PAC PP Salawu

Sabtu, 18 April 2026 - 18:33 WITA

Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Sulit Ditemui dan Dihubungi, Pengadaan Barang Miliaran Rupiah Tahun 2025 Belum Rampung

Kamis, 16 April 2026 - 03:12 WITA

Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka

Selasa, 14 April 2026 - 18:54 WITA

48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!

Senin, 13 April 2026 - 17:29 WITA

Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!

Berita Terbaru