TASIKMALAYA, newsline.id – Informasi yang menyebut jumlah anak tidak sekolah di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 29.949 orang dipastikan belum akurat. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Wardana, menegaskan bahwa angka tersebut masih berupa perkiraan awal dan belum melalui proses verifikasi resmi.
Menurut Dadan, pemerintah daerah bersama 351 desa telah melakukan inventarisasi untuk memastikan data riil di lapangan. Proses pendataan ini dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya melalui rapat koordinasi yang melibatkan perangkat desa.
“Data 29 ribu itu tidak benar. Saat ini kami masih melakukan verifikasi bersama desa. Angka yang beredar hanyalah estimasi awal,” ujar Dadan, Jum’at (28/11/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil Sementara Pendataan
Per 27 November 2025, Dinas Pendidikan mencatat:
- 4.000 anak putus sekolah (drop out/DO)
- 5.410 anak tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya
- 1.735 anak belum pernah bersekolah
Total sementara mencapai 11.345 anak, namun jumlah ini masih bisa berubah. Dadan menjelaskan, anak-anak yang menempuh pendidikan di jalur non-formal seperti pesantren belum sepenuhnya masuk dalam data resmi.
Komitmen Pemerintah Daerah
Dadan menekankan bahwa pendataan ini akan menjadi dasar kebijakan pendidikan di Tasikmalaya. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menekan angka anak tidak sekolah, terutama bagi mereka yang belum pernah mengenyam pendidikan formal.
“Kami bersama desa akan terus berupaya agar jumlah anak yang tidak sekolah bisa diminimalisir. Data final akan ditetapkan setelah seluruh proses verifikasi selesai,” tegasnya.
Pendataan ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam merumuskan program pendidikan yang lebih inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









