Dinas Pendidikan Tasikmalaya Klarifikasi: Angka Anak Tidak Sekolah Masih dalam Proses Verifikasi

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi anak putus sekolah./ Istimewa.///.

Ilustrasi anak putus sekolah./ Istimewa.///.

TASIKMALAYA, newsline.id – Informasi yang menyebut jumlah anak tidak sekolah di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 29.949 orang dipastikan belum akurat. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Wardana, menegaskan bahwa angka tersebut masih berupa perkiraan awal dan belum melalui proses verifikasi resmi.

Menurut Dadan, pemerintah daerah bersama 351 desa telah melakukan inventarisasi untuk memastikan data riil di lapangan. Proses pendataan ini dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya melalui rapat koordinasi yang melibatkan perangkat desa.

“Data 29 ribu itu tidak benar. Saat ini kami masih melakukan verifikasi bersama desa. Angka yang beredar hanyalah estimasi awal,” ujar Dadan, Jum’at (28/11/2025).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil Sementara Pendataan

Per 27 November 2025, Dinas Pendidikan mencatat:

  • 4.000 anak putus sekolah (drop out/DO)
  • 5.410 anak tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya
  • 1.735 anak belum pernah bersekolah

Total sementara mencapai 11.345 anak, namun jumlah ini masih bisa berubah. Dadan menjelaskan, anak-anak yang menempuh pendidikan di jalur non-formal seperti pesantren belum sepenuhnya masuk dalam data resmi.

Komitmen Pemerintah Daerah

Dadan menekankan bahwa pendataan ini akan menjadi dasar kebijakan pendidikan di Tasikmalaya. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menekan angka anak tidak sekolah, terutama bagi mereka yang belum pernah mengenyam pendidikan formal.

“Kami bersama desa akan terus berupaya agar jumlah anak yang tidak sekolah bisa diminimalisir. Data final akan ditetapkan setelah seluruh proses verifikasi selesai,” tegasnya.

Pendataan ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam merumuskan program pendidikan yang lebih inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Penulis : Ade-YR

Editor : TimNewsline/Red

Berita Terkait

RSIA Respati Perlihatkan Dokumen, KMMP Masih Minta Klarifikasi Sempadan Sungai
Ratusan Mahasiswa Jebol Gerbang DPRD Kota Tasikmalaya, Unjuk Rasa Warnai Kericuhan, Satu Orang Polisi Terluka
Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Rp29,1 Miliar Dari APBD 2026 untuk Tiga Proyek Jalan dan Jembatan Penghubung SOR Mangunreja ke Komplek Pemda
Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja
Seluruh Kepala Bagian Setda Kabupaten Tasikmalaya Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026
Camat se-Kabupaten Tasikmalaya Kompak Sampaikan Ucapan Hari Santri Nasional 2026, Tono Haeruman: Santri Berdaya, Negeri Jaya
Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar
Kesehatan Jiwa Bukan Hal Tabu: RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Dorong Peran Aktif Masyarakat dan Layanan Inklusif
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:46 WITA

RSIA Respati Perlihatkan Dokumen, KMMP Masih Minta Klarifikasi Sempadan Sungai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:22 WITA

Ratusan Mahasiswa Jebol Gerbang DPRD Kota Tasikmalaya, Unjuk Rasa Warnai Kericuhan, Satu Orang Polisi Terluka

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:20 WITA

Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Rp29,1 Miliar Dari APBD 2026 untuk Tiga Proyek Jalan dan Jembatan Penghubung SOR Mangunreja ke Komplek Pemda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:19 WITA

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:41 WITA

Camat se-Kabupaten Tasikmalaya Kompak Sampaikan Ucapan Hari Santri Nasional 2026, Tono Haeruman: Santri Berdaya, Negeri Jaya

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:19 WITA