TASIKMALAYA, newsline.id – Aroma busuk politik lokal kembali menyeruak. Polemik program Makan Berzigi Gratis (MBG) di Kecamatan Culamega kini berbalik arah: DPRD Kabupaten Tasikmalaya, yang semestinya menjadi corong aspirasi rakyat, justru menutup rapat pintu audiensi bagi Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL).
Penolakan itu menyulut amarah publik. Warga menilai wakil rakyat kian jauh dari amanah, lebih sibuk menjaga kepentingan gelap ketimbang mendengar keresahan masyarakat.
FMPL sebelumnya telah mengajukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pada Selasa (14/4/2026). Namun, DPRD berdalih belum ada keputusan Badan Musyawarah (Bamus).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Surat sudah kami layangkan sesuai prosedur. Tapi lagi-lagi ditolak dengan alasan klasik,” ujar Ketua FMPL, Shopian Nursyamsi, Rabu (23/4/2026).
Shopian menuding penolakan itu bukan sekadar teknis, melainkan indikasi ada “dapur” yang ingin disembunyikan. “Mungkin mereka takut tungku MBG ikut terbongkar,” sindirnya.
Kekecewaan warga pun membengkak. DPRD dianggap mengkhianati mandat rakyat. “Mereka dipilih untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan mengurus perut sendiri,” tegas Shopian.
Kini publik menuntut transparansi. Pertanyaan besar menggantung: ada apa di balik “dapur MBG” DPRD Tasikmalaya? Mengapa wakil rakyat lebih memilih bungkam daripada berdiri di sisi warga?
Hingga berita ini diturunkan, DPRD Kabupaten Tasikmalaya belum memberikan keterangan resmi terkait penolakan audiensi FMPL.
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









