Bogor, Newsline – Asosiasi Forum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Bank BJB Cabang Cibinong kembali menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pra-Jambore BUMDes Kabupaten Bogor”. Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat sinergi antar-BUMDes serta membahas strategi pengembangan kelembagaan ke depan.
Acara berlangsung pada Kamis (18/9), bertempat di Warung Apung Yuliana, Danau Lido, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, dan dihadiri oleh jajaran pengurus BUMDes dari seluruh wilayah Zona Selatan Kabupaten Bogor.
FGD dimulai pukul 10.00 WIB dan berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta aktif menyampaikan pandangan, tantangan di lapangan, serta solusi strategis yang bisa dilakukan bersama untuk mendorong kinerja BUMDes di masing-masing desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum Asosiasi Forum BUMDes Kabupaten Bogor, Ayong Herdiyansah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian awal dari persiapan menuju Jambore BUMDes Kabupaten Bogor 2025.
“Saat ini kita sedang melakukan rapat koordinasi atau FGD pra-jambore. Rencananya, Jambore BUMDes Kabupaten Bogor akan dilaksanakan tahun 2025 dan telah mendapat rekomendasi dari Pemerintah Daerah, melalui Pak Bupati, untuk digelar di Kecamatan Nanggung, tepatnya di wilayah Malasari,” ujar Ayong.
Lebih lanjut, Ayong menekankan pentingnya kolaborasi antara Forum BUMDes dengan pihak perbankan, khususnya Bank BJB Cabang Cibinong, dalam mendukung pertumbuhan dan keberhasilan BUMDes di berbagai sektor.
“Kerja sama antara Bank BJB dan Forum BUMDes sangat penting untuk membantu meningkatkan kapasitas BUMDes, mulai dari pengelolaan sumber daya alam hingga pemanfaatan teknologi,” tambahnya.
Jambore BUMDes 2025 sendiri diharapkan menjadi ajang yang lebih besar untuk mempererat jejaring dan memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa. Dalam konteks ini, Forum BUMDes menegaskan komitmennya untuk menghadirkan BUMDes yang aktif dan produktif.
“BUMDes harus hadir dan produktif. Jangan sampai ada BUMDes yang hanya ada papan nama, tapi tidak ada aktivitas. Kami hadir di sini ingin memastikan BUMDes benar-benar hadir dan berperan aktif di desa. Terlebih saat ini, BUMDes sudah diamanatkan melalui KepmenDes Nomor 3 Tahun 2025 untuk mengelola program ketahanan pangan desa,” tegas Ayong.
(Wandiazis)









