TASIKMALAYA, newsline.id – Aksi massa di Desa Purwarahyu, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, berujung pada perusakan dan pembakaran sebuah saung milik Padepokan Saung Taraju Jumantara (STJ), Rabu (1/4/2026). Kericuhan dipicu konten siaran langsung TikTok seorang warga berinisial K bersama Ester (BBdrum), yang dianggap menyinggung perasaan masyarakat.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Wahyu Pristha Utama, menjelaskan bahwa aksi spontan tersebut merupakan akumulasi kekecewaan warga terhadap aktivitas K yang dinilai menyimpang. “Dalam konten live TikTok itu, warga menduga ada unsur penistaan agama dan praktik menyimpang. Spontanitas pun terjadi,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Menurut catatan kepolisian, STJ sebenarnya telah dibekukan oleh Bakorpakem Tasikmalaya sejak 2024. Namun, aktivitas digital terbaru memicu emosi sekitar 60 warga hingga berujung pada pembakaran bangunan berukuran 3×4 meter. Kerugian ditaksir mencapai Rp6 juta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Begitu menerima laporan, Kapolres langsung memimpin personel gabungan menuju lokasi. Polisi melakukan pendekatan persuasif dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kepala desa. “Alhamdulillah, warga mendengarkan instruksi kami. Aksi bisa dihentikan, massa kembali ke rumah masing-masing dengan tertib,” tambah Wahyu.
Polisi kemudian memasang garis polisi, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi. Sementara itu, keluarga K telah dievakuasi ke tempat aman. “Kami profesional dalam penegakan hukum, baik terhadap warga yang melakukan perusakan maupun terkait dugaan penistaan agama,” tegas Kapolres.
Untuk menjaga kondusivitas, Polres Tasikmalaya menerapkan pengamanan berlapis. Sat Intelkam melakukan cooling system, sementara Bhabinkamtibmas dan Babinsa rutin berdialog dengan warga. Penjagaan di lokasi STJ dilakukan setiap hari oleh jajaran polsek. Polisi juga berkoordinasi dengan bupati, Kejaksaan (Bakorpakem), dan Kemenag untuk menelaah status aliran tersebut.
Saat ini, MUI Kabupaten bersama Kemenag tengah menggelar rapat intensif. Hasilnya akan dibawa ke tingkat Bakorpakem sebagai dasar penanganan lebih lanjut.
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









