Kantor Bupati Tasikmalaya Disegel Warga Parungponteng, Protes Jalan Rusak Sejak 2009

Rabu, 24 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Aksi protes warga Kecamatan Parungponteng memuncak dengan penyegelan ruang kerja Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, pada Selasa siang, (23/9/2025). Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan atas kondisi Jalan Cimanisan–Warung Legok di Desa Baru Mekar yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki sejak tahun 2009, Rabu (24/9/2025).

Kronologi Aksi

Puluhan warga dan mahasiswa dari Parungponteng menggelar audiensi dengan Asisten Daerah III, Asep Gunadi, di kantor Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Mereka berharap Bupati Cecep hadir langsung untuk mendengarkan keluhan warga. Namun, ketidakhadiran orang nomor satu di Tasikmalaya memicu kekecewaan mendalam.

Sebagai bentuk protes, massa menyegel ruang kerja Bupati dengan menempelkan stiker bertuliskan “Disegel oleh Masyarakat”. Koordinator lapangan aksi, Farid Apepi, menyatakan bahwa penyegelan ini adalah simbol ketidakpuasan warga terhadap janji-janji pemerintah yang tak kunjung terealisasi.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menuntut hak-hak kami sebagai warga negara, terutama terkait perbaikan jalan yang sudah lama terbengkalai,” tegas Farid.

Respons Pemerintah

Seperti yang dilansir dari sejumlah portal media, Bupati Cecep Nurul Yakin mengaku tidak mengetahui adanya penyegelan ruang kerjanya. Saat kejadian, ia sedang berada di ruang Command Center yang bersebelahan dengan ruang kerja pribadinya. Bahkan, menurut laporan, Cecep sempat menerima tamu dari Perhutani dan Dinas Pertanian sebelum melanjutkan rapat dengan Dinas Pariwisata dan Budaya.

“Gak tau saya,” tulisnya, menegaskan bahwa tidak ada informasi masuk dari Setda maupun protokol bupati terkait aksi tersebut.

Tuntutan Warga

Warga Parungponteng menuntut agar Jalan Cimanisan–Warung Legok segera diperbaiki. Mereka mengklaim bahwa jalan tersebut telah tercatat dalam sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Tasikmalaya, namun hingga kini belum ada realisasi di lapangan.

Farid menambahkan bahwa ini adalah audiensi jilid II setelah sebelumnya bertemu dengan DPRD, namun tetap tidak ada tindak lanjut. Ia menilai pemerintah terkesan abai dan tidak responsif terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Penyegelan ini simbol bahwa warga dan mahasiswa sudah muak dengan janji kosong. Kami akan terus mengawal agar jalan Cimanisan masuk prioritas pembangunan 2025,” pungkasnya.

Laporan : Chandra Foetra S

Penulis : Chandra Foetra S

Editor : Chandra F Simatupang

Berita Terkait

Terjadi di Tasikmalaya, Dapur SPPG Karang Mukti Buang Limbah Sembarangan Picu Reaksi Warga, Ini Tanggapan PAC PP Salawu
Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Sulit Ditemui dan Dihubungi, Pengadaan Barang Miliaran Rupiah Tahun 2025 Belum Rampung
Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka
48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!
Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!
PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor
Kekerasan Brutal di Cigombong, PWRI Bogor Raya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Pemilik Padepokan STJ Dilaporkan, Warga Purwarahayu Geruduk Polres Tasikmalaya
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:33 WITA

Terjadi di Tasikmalaya, Dapur SPPG Karang Mukti Buang Limbah Sembarangan Picu Reaksi Warga, Ini Tanggapan PAC PP Salawu

Sabtu, 18 April 2026 - 18:33 WITA

Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Sulit Ditemui dan Dihubungi, Pengadaan Barang Miliaran Rupiah Tahun 2025 Belum Rampung

Kamis, 16 April 2026 - 03:12 WITA

Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka

Selasa, 14 April 2026 - 18:54 WITA

48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!

Senin, 13 April 2026 - 17:29 WITA

Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!

Berita Terbaru