Karena Diduga Korupsi Dana Desa dan BLT, Oknum Kades Buniasih di Tasikmalaya di Demo Ratusan Warga Untuk Mundur Dari Jabatannya

Rabu, 16 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Ratusan warga dari beberapa kampung yang di Desa Buniasih, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, menggelar unjuk rasa di depan kantor desa. Mereka membawa spanduk dan poster tuntutan agar Kepala Desa Buniasih Egi Ramdani untuk mundur dari jabatannya karena dinilai tidak transparan dalam pengelolaan dana desa dan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) sejak 2023. Aksi berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat keamanan setempat, Selasa, (15/7/2025).

Aksi massa yang berjalan dengan pengamanan aparat setempat ini merupakan pun­cak dari kekesalan warga atas dugaan ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran desa dan minimnya realisasi pembangunan. Warga pun membawa span­­duk dan poster bernada protes yang mewarnai unjuk rasa. Dalam orasinya, perwa­kilan warga terang-terangan menuntut Egi mundur. Me­reka juga minta dilakukan audit dan transparansi pe­nuh atas penggunaan ang­gar­an desa selama Egi menjabat.

Adapun sejumlah tuntutan warga tersebut yaitu, meminta pihak inspektorat Kabupaten Tasikmalaya segera audit total pengelolaan keuangan desa sejak tahun 2023 sampai dengan 2025, menuntut transparansi realisasi pembangunan infrastruktur yang diduga tidak transparan, meminta keterangan secara terbuka terkait penyaluran dana bantuan langsung tunai (BLT) dari tahun 2023, 2024, dan 2025 yang diduga tidak direalisasikan semuanya sesuai jadwal meskipun anggaran BLT sudah diterima, meminta penjelasan terkait pembayaran hak insentif RT dan RW yang menunggak selama 3–5 bulan dan meminta keterbukaan tentang hasil Musyawarah Desa (MUSDes) dan laporan pertanggungjawaban (LPJ) keuangan desa.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti yang dikatakan oleh salah satu tokoh masyarakat atas nama Muhamad Topik Ismail dalam orasinya menyatakan, “bahwa sejak 2023 warga belum menerima BLT tepat waktu, berulang pada 2024, dan sampai tahun ini belum terealisasi meski anggaran sudah dicairkan. Sebagian warga bahkan menduga dana desa dan BLT dipakai untuk kepentingan pribadi karena infrastruktur mangkrak dan tak ada bukti pekerjaan di lapangan

Kami, warga Desa Buniasih, sudah mengingatkan se­jak 2023 lalu, mengapa BLT tidak disalurkan sesuai waktunya. Tahun 2024 pun sama. Bahkan tahun ini, ang­garan tahap 1 sudah cair sejak Ramadan, tetapi tidak ada realisasi pembangunan sa­ma sekali,” ujar Topik.

Tak hanya itu, Topik juga menyoroti hak-hak perang­kat desa, termasuk RT/RW yang tidak terbayarkan selama berbulan-bulan. Sayang­nya, selama ini sangat minim komunikasi antara warga de­ngan kepala desa, hingga ti­dak pernah ada solusi. ”De­ngan berat hati, kami warga Desa Buniasih, meminta ke­pada kepala desa untuk mun­dur dari jabatannya,” ucapnya.

Warga menilai, Egi telah gagal dalam melaksanakan tugasnya dan menyerap aspirasi masyarakat. Sebelum aksi massa ini pecah, masya­rakat telah berulang kali men­­coba menyampaikan aspi­rasi melalui audiensi de­ngan Badan Permusyawarat­an Desa (BPD). Namun, upa­ya tersebut tidak membuah­kan hasil yang memuaskan. Selain itu, wargapun meminta Pemerintah Kecamatan Kadipaten dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya segera menindaklanjuti tuntutan dengan mencopot Kepala Desa Buniasih dan menunjuk Pjs sesuai prosedur. Mereka memberi batas waktu hingga akhir Juli 2025 untuk memenuhi semua poin tuntutan atau bakal menggelar demo lebih besar lagi

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Zeze Zaenal Abidin, menegaskan pihaknya telah beberapa kali memfasilitasi audiensi antara warga dan Kepala Desa, namun hal yang dilakukannya tersebut tidak membuahkan hasil. BPD akan mengusulkan pemberhentian kepala desa dan penunjukan Pejabat Sementara (Pjs) melalui pemerintah Kecamatan dan Kabupaten. Melihat situasi yang tak kun­jung membaik, Zeze me­negaskan bahwa pihaknya selaku BPD akan mengambil langkah tegas. Pihaknya akan mendorong agar segera ada penunjukan pejabat sementara sesuai prosedur.

Menanggapi sejumlah tuntutan warga tersebut, dihari yang sama, Kepala Desa Buniasih Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya, Egi Ramdani akhirnya menyatakan mundur dari jabatannya. Pengunduran dirinya tersebut disampaikan secara tertulis melalui surat bermaterai yang ditandatangani langsung oleh dirinya. Dalam surat pernyataan mengundurkan diri nya, Egi menyatakan alasan pengunduran dirinya adalah karena sudah tidak lagi diakui oleh masyarakat Desa Buniasih.

“Atas desakan masyarakat serta para tokoh yang disampaikan pada hari ini, saya menyatakan mengundurkan diri,” ucapnya Egi yang ditulis dalam surat pengunduran dirinya.

Laporan : Chandra Foetra S.

Berita Terkait

PWRI Soroti Pembangunan KDMP di Kabupaten Tasikmalaya Hampir 90 Persen Tanpa Papan Proyek, Pemkab Terkesan Tutup Mata
Terjadi di Tasikmalaya, Dapur SPPG Karang Mukti Buang Limbah Sembarangan Picu Reaksi Warga, Ini Tanggapan PAC PP Salawu
Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Sulit Ditemui dan Dihubungi, Pengadaan Barang Miliaran Rupiah Tahun 2025 Belum Rampung
Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka
48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!
Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!
PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor
Kekerasan Brutal di Cigombong, PWRI Bogor Raya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:53 WITA

PWRI Soroti Pembangunan KDMP di Kabupaten Tasikmalaya Hampir 90 Persen Tanpa Papan Proyek, Pemkab Terkesan Tutup Mata

Minggu, 19 April 2026 - 13:33 WITA

Terjadi di Tasikmalaya, Dapur SPPG Karang Mukti Buang Limbah Sembarangan Picu Reaksi Warga, Ini Tanggapan PAC PP Salawu

Sabtu, 18 April 2026 - 18:33 WITA

Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Sulit Ditemui dan Dihubungi, Pengadaan Barang Miliaran Rupiah Tahun 2025 Belum Rampung

Kamis, 16 April 2026 - 03:12 WITA

Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka

Selasa, 14 April 2026 - 18:54 WITA

48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!

Berita Terbaru