TASIKMALAYA, newsline.id – Deretan kasus desa di Kabupaten Tasikmalaya kian menumpuk. Sejak 2018, publik masih menunggu kepastian atas dugaan penyimpangan Bumdesma yang melibatkan 14 kepala desa di Kecamatan Cigalontang.
Kini, Desa Sukasenang, Kecamatan Tanjungjaya, kembali menambah daftar panjang masalah yang belum terselesaikan.
Program mobil siaga desa senilai Rp 270 juta yang dijanjikan oleh pihak ketiga itu sejak September 2025, hilang tanpa jejak. Jalan desa tetap kosong, janji tak pernah ditepati. Kepala desa bahkan jatuh sakit, diduga akibat tekanan mental dari program yang tak kunjung terealisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kanit Tipikor Polres Tasikmalaya, Ipda Suryana, memastikan laporan dugaan raibnya dana desa sudah masuk.
“Benar, laporan sudah kami terima kurang lebih satu minggu ke belakang,” tegasnya, Selasa (3/2/2026). Polisi kini tengah mendalami kasus yang mencoreng wajah pembangunan desa.
Namun, ketika sejumlah awak media mencoba meminta penjelasan dari inspektorat Kabupaten Tasikmalaya, jawaban yang muncul justru hening.
Baik lewat telepon maupun kunjungan langsung, lembaga pengawas itu memilih bungkam. Publik pun kembali mengingat kasus lama yang auditnya mandek bertahun-tahun, tak pernah jelas ujungnya.
Diamnya inspektorat menimbulkan tanda tanya besar. Padahal fungsi pengawasan sudah jelas, tugasnya terang benderang. Mobil siaga raib, kepala desa sakit, laporan masuk ke polisi, tapi inspektorat tetap tak bergeming. Desa menunggu, rakyat menanti, kepercayaan terkikis.
Apakah ini sekadar kelalaian, atau ada “tangan-tangan gelap” yang bermain di balik proyek desa? Lampu merah sudah menyala. Jika pengawasan terus lumpuh, publik tak salah bila menuding ada permainan besar yang merusak tata kelola dana desa di Tasikmalaya.
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









