Kasus Dugaan Pemerasan Hewan Kurban Belum Ada Kepastian: Polres Nunggu Gelar Perkara dari Polda, Akankah Bupati Tasikmalaya Jadi Tersangka Atau Malah Sebaliknya?

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Kasus dugaan pemerasan yang menyeret nama Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, terus bergulir tanpa kepastian hukum. Laporan resmi seorang pengusaha berinisial SG pada 11 Agustus 2025 terkait proyek pengadaan hewan kurban senilai Rp4,25 miliar hingga kini belum menemukan titik terang. Proyek yang mencakup 250 ekor domba, 100 ekor sapi, serta dua ekor sapi jumbo untuk kebutuhan Idul Adha 1446 Hijriah sebenarnya telah rampung sejak 6 Juni 2025. Namun, pembayaran tak kunjung cair, memicu laporan dugaan pemerasan yang kemudian viral di media lokal maupun nasional, Selasa, (13/1/2026).

Pola Permintaan Uang yang Sistematis

Kuasa hukum SG, Firman Nurhakim, mengungkapkan adanya permintaan uang sebagai syarat pencairan dana meski seluruh prosedur e-Katalog telah dipenuhi. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Teguh Nugraha, disebut meminta Rp50 juta dengan dalih kompensasi penetapan calon penerima dan lokasi. Tak lama berselang, muncul permintaan tambahan sebesar 3 persen dari total nilai proyek, atau sekitar Rp126 juta, melalui seorang bernama David yang dikaitkan dengan kedekatan pada Bupati.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Total uang yang telah diserahkan klien kami mencapai Rp225 juta. Permintaan ini dilakukan bertahap sejak Juli hingga awal Agustus,” tegas Firman saat melaporkan kasus tersebut ke Polres Tasikmalaya. Pernyataan ini memperkuat dugaan adanya pola permintaan yang sistematis dan terstruktur.

Dokumen Resmi Jadi Sorotan

Kasus ini semakin mencuat setelah beredar surat bernomor B/066/900.1.4.8/Kesra/2025 yang diterbitkan Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya pada 4 Juli 2025. Surat tersebut berisi permintaan pencairan anggaran Rp4,25 miliar untuk pengadaan hewan kurban.

Pada 2 Agustus 2025, Bupati Cecep membubuhkan disposisi bertinta hijau dengan kalimat singkat: “Mohon dicairkan sesuai pagu.” Dokumen yang semula tampak administratif kini disebut-sebut sebagai “kunci tekanan” dalam dugaan praktik pemerasan, memperkuat dugaan keterlibatan pejabat tinggi dalam skema tersebut. Indikasi adanya dukungan sejumlah oknum pejabat utama Pemkab Tasikmalaya pun mulai tercium.

Proses Hukum yang Berlarut

Hingga awal Januari 2026, Polres Tasikmalaya menyatakan masih menunggu arahan dari Polda Jawa Barat untuk menggelar perkara. Seperti yang dilansir dari berita sebelumnya, Kepala Unit Tipikor Polres Tasikmalaya, Suryana, hanya menyampaikan jawaban singkat melalui pesan WhatsApp: “Kami sedang menunggu petunjuk untuk gelar perkara dari polda.” Namun, ia tidak menjelaskan kapan proses tersebut akan dimulai.

Lambannya penanganan kasus ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai transparansi, integritas, dan komitmen aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Publik pun semakin menyoroti apakah kasus ini akan berujung pada pemrosesan hukum terhadap Bupati Cecep, Kabag Kesra Teguh, dan sosok David yang disebut sebagai perantara, atau justru berbalik arah dengan memproses pihak pelapor.

Pertanyaan Publik

Kasus dugaan pemerasan proyek kurban di Tasikmalaya kini menjadi ujian besar bagi aparat penegak hukum. Apakah laporan SG akan mengungkap praktik korupsi yang melibatkan pejabat daerah, atau justru berakhir dengan pembalikan narasi yang melemahkan posisi pelapor?

Yang jelas, publik menunggu jawaban: apakah hukum akan berpihak pada transparansi dan keadilan, atau kembali tersandera oleh kepentingan politik dan kekuasaan.

Penulis : Chandra F Simatupang

Editor : Tim

Berita Terkait

Ratusan Mahasiswa Jebol Gerbang DPRD Kota Tasikmalaya, Unjuk Rasa Warnai Kericuhan, Satu Orang Polisi Terluka
Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Rp29,1 Miliar Dari APBD 2026 untuk Tiga Proyek Jalan dan Jembatan Penghubung SOR Mangunreja ke Komplek Pemda
Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja
Seluruh Kepala Bagian Setda Kabupaten Tasikmalaya Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026
Camat se-Kabupaten Tasikmalaya Kompak Sampaikan Ucapan Hari Santri Nasional 2026, Tono Haeruman: Santri Berdaya, Negeri Jaya
Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar
Kesehatan Jiwa Bukan Hal Tabu: RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Dorong Peran Aktif Masyarakat dan Layanan Inklusif
Sambut Hari Santri Nasional 2026, Kepala Desa Papayan Sumarna Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa
Berita ini 137 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:22 WITA

Ratusan Mahasiswa Jebol Gerbang DPRD Kota Tasikmalaya, Unjuk Rasa Warnai Kericuhan, Satu Orang Polisi Terluka

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:20 WITA

Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Rp29,1 Miliar Dari APBD 2026 untuk Tiga Proyek Jalan dan Jembatan Penghubung SOR Mangunreja ke Komplek Pemda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:19 WITA

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:34 WITA

Seluruh Kepala Bagian Setda Kabupaten Tasikmalaya Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35 WITA

Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:19 WITA