Ketua DPC PWRI Tasikmalaya Ledakkan Kritik Terhadap Kebijakan Cut Off Anggaran Bupati: “Ini Bukan Efisiensi, Ini Pengabaian Amanah Rakyat!”

Jumat, 5 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.idTasikmalaya, Jawa Barat,- Gelombang kritik terhadap kebijakan cut off anggaran yang diberlakukan oleh Bupati Tasikmalaya semakin menguat. Kali ini, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Kabupaten Tasikmalaya, Chandra F Simatupang, angkat bicara dengan nada tegas dan tajam, menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap amanah rakyat dan ancaman nyata bagi masa depan pembangunan daerah.

Dalam konferensi pers yang digelar di Sekretariat PWRI Tasikmalaya, Ketua DPC PWRI menyampaikan bahwa kebijakan penghentian sementara belanja daerah bukanlah langkah efisiensi seperti yang diklaim oleh pemerintah, melainkan sebuah keputusan sepihak yang sarat dengan risiko sosial, ekonomi, dan politik.

“Kami tidak melihat adanya kajian komprehensif atau partisipasi publik dalam kebijakan ini. Yang kami lihat adalah proyek-proyek vital yang mandek, pelayanan publik yang tersendat, dan masyarakat yang mulai kehilangan kepercayaan. Ini bukan efisiensi, ini amputasi terhadap harapan rakyat,” tegasnya, (Jum’at, 5 September 2025).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan cut off anggaran yang mulai diberlakukan sejak Juni 2025 telah berdampak langsung pada berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, pertanian, dan infrastruktur. Banyak sekolah yang tertunda renovasinya, fasilitas kesehatan yang kekurangan pasokan, serta proyek jalan desa yang terhenti di tengah proses pengerjaan.

PWRI Tasikmalaya juga menyoroti potensi penyalahgunaan kebijakan ini sebagai modus korupsi terselubung dan membuka celah manipulasi dan mempersempit ruang gerak ekonomi lokal.

“Kami menduga ada motif lain di balik kebijakan ini. Ketika anggaran dihentikan tanpa kejelasan, siapa yang mengendalikan alokasi dan realisasinya? Transparansi menjadi kabur, dan itu adalah ladang subur bagi praktik tidak sehat,” ujar Ketua DPC PWRI.

Lebih jauh, ia menuntut agar Bupati segera membuka ruang dialog terbuka dengan DPRD, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat sipil untuk mengevaluasi kebijakan tersebut. Menurutnya, pemerintahan yang sehat adalah pemerintahan yang mau mendengar dan melibatkan rakyat dalam setiap keputusan strategis.

“Tasikmalaya tidak bisa dibangun dengan kebijakan tertutup. Kami mendesak agar forum konsultasi publik segera dibentuk. Jangan biarkan kebijakan ini menjadi bom waktu yang akan meledak di akhir masa jabatan,” tambahnya.

PWRI Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya pemerintahan dan memastikan bahwa suara rakyat tidak tenggelam di tengah hiruk-pikuk politik lokal. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam mengawasi kebijakan publik dan menuntut akuntabilitas dari para pemimpin daerah.

“Kami bukan hanya wartawan, kami adalah penjaga nurani publik. Dan hari ini, nurani itu sedang berteriak,” tutup Ketua DPC PWRI dengan penuh semangat.

(Tim/Red)

Berita Terkait

Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka
48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!
Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!
PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor
Kekerasan Brutal di Cigombong, PWRI Bogor Raya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Pemilik Padepokan STJ Dilaporkan, Warga Purwarahayu Geruduk Polres Tasikmalaya
PT Kahaptex Dukung Gerakan Penanaman Pohon FKMGS di Cipelang
Gudang Padepokan Dibakar Gegara Live TikTok, Polisi Pastikan Penegakan Hukum Profesional
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 03:12 WITA

Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka

Selasa, 14 April 2026 - 18:54 WITA

48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!

Senin, 13 April 2026 - 17:29 WITA

Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!

Minggu, 12 April 2026 - 18:52 WITA

PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor

Minggu, 12 April 2026 - 13:42 WITA

Kekerasan Brutal di Cigombong, PWRI Bogor Raya Desak Polisi Tangkap Pelaku

Berita Terbaru

Jawa Barat

PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor

Minggu, 12 Apr 2026 - 18:52 WITA