Ketua FORWAMA, Emil Foster Simatupang Sulut Obor Pembaruan Jurnalisme di PWRI Tasikmalaya

Senin, 13 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id – Jawa Barat,- Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Kabupaten Tasikmalaya menjadi panggung inspiratif bagi semangat pembaruan jurnalistik, saat Emil Foster Simatupang, Ketua Forum Wartawan Mahkamah Agung (FORWAMA) sekaligus wartawan senior era 1980-an, hadir memberikan kuliah umum bertajuk “Menjaga Marwah Jurnalisme di Era Digital”. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, melainkan momentum reflektif yang mempertemukan idealisme pers masa lalu dengan tantangan media masa kini, Senin (13/10/2025).

Puluhan jurnalis dari berbagai media lokal memadati ruangan, menyimak dengan antusias paparan Emil yang sarat nilai sejarah, etika profesi, dan strategi bertahan di tengah gempuran digitalisasi. Suasana hangat dan penuh semangat terasa sejak awal acara, mencerminkan kerinduan akan jurnalisme yang berakar pada integritas dan keberpihakan pada publik.

Jurnalisme: Penjaga Akal Sehat Publik

Dalam pembukaan sesi, Emil mengajak peserta untuk kembali ke akar profesi wartawan sebagai penjaga akal sehat publik. Ia menyoroti peran jurnalis di tengah era banjir informasi, di mana algoritma dan kepentingan bisnis kerap membelokkan arah pemberitaan.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di tengah banjir informasi dan algoritma yang membentuk opini publik, wartawan harus menjadi jangkar kebenaran. Kita tidak boleh larut dalam arus, tapi harus menjadi penentu arah,” ujar Emil, dengan nada tegas namun bersahabat.

Ia menekankan bahwa prinsip verifikasi, keberimbangan, dan independensi bukan sekadar prosedur teknis, melainkan nilai-nilai luhur yang menjadi pembeda antara jurnalis sejati dan sekadar penyebar konten. Emil juga mengingatkan bahwa etika jurnalistik adalah kompas moral yang harus dijaga dalam setiap langkah peliputan.

Tantangan dan Potensi Jurnalisme Lokal

Dalam sesi interaktif yang berlangsung hangat, Emil mengulas berbagai tantangan yang dihadapi jurnalis daerah. Mulai dari keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi, tekanan ekonomi media lokal, hingga minimnya akses terhadap pelatihan berkelanjutan. Namun, ia justru melihat potensi besar dalam jurnalisme lokal yang memiliki kedekatan emosional dan geografis dengan masyarakat.

“Pers daerah punya kekuatan yang tidak dimiliki media nasional: kedekatan dengan warga, akses langsung ke isu-isu akar rumput, dan kemampuan membangun kepercayaan. Tapi itu harus dibarengi dengan kualitas dan integritas,” tambahnya.

Emil juga membagikan kisah-kisah dari masa tugasnya sebagai wartawan investigasi di era Orde Baru, termasuk bagaimana ia menghadapi tekanan politik, sensor, dan intimidasi, namun tetap berpegang pada prinsip independensi dan keberanian mengungkap fakta.

PWRI Tasikmalaya: Komitmen untuk Bangkit

Ketua DPC PWRI Kabupaten Tasikmalaya, Chandra F Simatupang, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Emil Foster. Ia menyebut kegiatan ini sebagai titik balik bagi PWRI Tasikmalaya dalam upaya meningkatkan kualitas dan kredibilitas jurnalisme lokal.

“Kami merasa terhormat bisa belajar langsung dari tokoh pers nasional. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi penyulut semangat baru bagi kami untuk terus belajar dan menjaga marwah profesi,” ujar Chandra.

Ia juga menegaskan komitmen PWRI Tasikmalaya untuk menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin, demi membangun ekosistem pers yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab.

Diskusi Lintas Generasi: Menyatukan Gagasan dan Harapan

Acara ditutup dengan sesi diskusi terbuka yang berlangsung dinamis. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar praktik jurnalistik, etika peliputan, strategi menghadapi tekanan di lapangan, hingga cara membangun kredibilitas media lokal di tengah persaingan digital. Banyak peserta yang mengaku terinspirasi dan termotivasi untuk lebih serius menekuni profesi wartawan secara profesional.

Diskusi ini menjadi ruang kolaboratif lintas generasi, di mana jurnalis muda belajar dari pengalaman senior, dan para veteran pers menyerap semangat baru dari generasi digital. Sebuah pertemuan yang memperkuat solidaritas profesi dan memperluas cakrawala pemikiran.

Menyalakan Obor dari Daerah

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat jurnalisme kritis dan bertanggung jawab masih menyala, bahkan dari daerah. Emil Foster, dengan pengalaman dan ketajaman reflektifnya, berhasil menyulut obor pembaruan yang menyinari jalan para jurnalis lokal. PWRI Tasikmalaya, dengan semangat belajar dan berbenah, menunjukkan bahwa masa depan pers Indonesia tidak hanya ditentukan oleh media besar, tetapi juga oleh jurnalis-jurnalis daerah yang bekerja dengan hati, keberanian, dan integritas.

Penulis : Chandra F Simatupang

Editor : Chandra Foetra S

Berita Terkait

Antisipasi Keracunan MBG, Padakembang Perketat Pengawasan dari Dapur hingga Sekolah
Buruh Tasikmalaya Bersuara, Putusan MK Diminta Tak Berhenti di Daerah
Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta
Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!
RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional
Warga Kabupaten Tasikmalaya Terima Bantuan Becak Listrik Program Presiden Prabowo
Harga Pangan Tasikmalaya Masih Terkendali, Pasar Induk Disiapkan Pangkas Jalur Distribusi
KSO Hemodialisa RSUD KHZ Musthafa–PT SRU Disorot, Persoalan Investasi dan Target Pelayanan Jadi Temuan, Kadinkes dan Kabag TU RSUD Bungkam!!!
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:36 WITA

Antisipasi Keracunan MBG, Padakembang Perketat Pengawasan dari Dapur hingga Sekolah

Jumat, 11 September 2026 - 14:16 WITA

Buruh Tasikmalaya Bersuara, Putusan MK Diminta Tak Berhenti di Daerah

Rabu, 9 September 2026 - 21:14 WITA

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 September 2026 - 20:18 WITA

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!

Rabu, 9 September 2026 - 19:10 WITA

RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Buruh Tasikmalaya Bersuara, Putusan MK Diminta Tak Berhenti di Daerah

Jumat, 11 Sep 2026 - 14:16 WITA

Kabupaten Tasikmalaya

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:14 WITA