Ketua PWRI Tasikmalaya Desak Pemisahan Kominfo dari Dinas Perhubungan: “Digitalisasi Butuh Struktur yang Mandiri dan Visioner”

Selasa, 21 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Tasikmalaya, Chandra F. Simatupang, kembali menegaskan urgensi pemisahan kelembagaan antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Dinas Perhubungan. Dalam pernyataan resminya yang disampaikan kepada media melalui grup WhatsApp DPC PWRI, Selasa (21/10/2025), Chandra menyampaikan kekhawatirannya bahwa penggabungan dua dinas dengan mandat dan orientasi kerja yang sangat berbeda berpotensi menghambat efektivitas Kominfo dalam menjalankan peran strategisnya di era digitalisasi pemerintahan.

“Kominfo memiliki peran sentral dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang transparan, inklusif, dan berbasis teknologi informasi. Ketika digabung dengan Dinas Perhubungan, yang fokus utamanya adalah transportasi dan infrastruktur mobilitas, maka ada risiko besar bahwa fungsi-fungsi vital Kominfo akan terpinggirkan atau tidak mendapat prioritas yang semestinya,” ujar Chandra.

Menurutnya, tantangan birokrasi modern tidak lagi sekadar soal efisiensi anggaran, melainkan soal ketepatan struktur dalam menjawab dinamika zaman. Ia menekankan bahwa Kominfo bukan hanya pengelola kanal informasi pemerintah, tetapi juga garda depan dalam penguatan literasi digital, pengamanan data publik, serta fasilitasi komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di tengah tuntutan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik dan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan kebijakan, Kominfo harus berdiri sebagai dinas yang mandiri, profesional, dan memiliki kapasitas penuh untuk menjawab kebutuhan zaman,” tambahnya.

Chandra menyoroti bahwa pemisahan kelembagaan bukan semata-mata soal teknis birokrasi, melainkan bentuk komitmen politik dan administratif dalam membangun pemerintahan yang responsif, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ia menyebutkan bahwa sejumlah daerah di Indonesia telah lebih dahulu menempatkan Kominfo sebagai dinas tersendiri, bahkan menjadikannya sebagai motor utama transformasi digital dan pelayanan publik berbasis teknologi.

“PWRI siap menjadi mitra strategis dalam proses ini. Kami percaya bahwa pemisahan Kominfo akan memperkuat sinergi antara pemerintah dan media, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam edukasi publik, penanggulangan hoaks, dan penguatan demokrasi lokal,” tegas Chandra, yang dikenal aktif dalam advokasi kebebasan pers dan pelatihan jurnalistik di wilayah Tasikmalaya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa digitalisasi bukan hanya soal perangkat lunak atau infrastruktur teknologi, tetapi juga menyangkut struktur organisasi dan budaya kerja yang mendukung inovasi dan keterbukaan. Menurutnya, Kominfo harus diberi ruang untuk tumbuh sebagai dinas strategis yang mampu merancang kebijakan komunikasi publik, mengelola data secara aman, serta membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat.

“Digitalisasi bukan hanya soal perangkat lunak, tapi juga soal struktur dan budaya kerja. Kominfo harus diberi ruang untuk tumbuh sebagai dinas yang strategis, bukan sekadar pelengkap,” pungkasnya.

Chandra berharap Bupati Tasikmalaya dan DPRD Kabupaten Tasikmalaya dapat segera mengkaji ulang struktur organisasi perangkat daerah (OPD) dan mempertimbangkan aspirasi ini sebagai bagian dari reformasi birokrasi yang berorientasi pada pelayanan publik yang lebih baik dan berdaya saing.

Penulis : Tim/Red.

Editor : Chandra F Simatupang

Berita Terkait

Terjadi di Tasikmalaya, Dapur SPPG Karang Mukti Buang Limbah Sembarangan Picu Reaksi Warga, Ini Tanggapan PAC PP Salawu
Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Sulit Ditemui dan Dihubungi, Pengadaan Barang Miliaran Rupiah Tahun 2025 Belum Rampung
Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka
48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!
Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!
PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor
Kekerasan Brutal di Cigombong, PWRI Bogor Raya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Pemilik Padepokan STJ Dilaporkan, Warga Purwarahayu Geruduk Polres Tasikmalaya
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:33 WITA

Terjadi di Tasikmalaya, Dapur SPPG Karang Mukti Buang Limbah Sembarangan Picu Reaksi Warga, Ini Tanggapan PAC PP Salawu

Sabtu, 18 April 2026 - 18:33 WITA

Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Sulit Ditemui dan Dihubungi, Pengadaan Barang Miliaran Rupiah Tahun 2025 Belum Rampung

Kamis, 16 April 2026 - 03:12 WITA

Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka

Selasa, 14 April 2026 - 18:54 WITA

48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!

Senin, 13 April 2026 - 17:29 WITA

Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!

Berita Terbaru