Newsline, Bogor – Momen penuh haru dan kebersamaan dirasakan oleh keluarga besar H. Jumhana, yang akrab disapa Kang Jeler, dalam menggelar acara haul atau peringatan untuk mengenang ibunda dan ayahanda tercinta. Acara yang digelar di Villa Argaloka, Kampung Babakan, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, pada Jumat (22/8) ini dihadiri oleh keluarga, sahabat, serta masyarakat sekitar, berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan.
Acara dimulai dengan sesi Khatam Al Qur’an dan tawasul atau doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Doa dipanjatkan untuk almarhumah ibunda HJ Ommi dan almarhum ayahanda H. Jumhana, dengan suasana yang khusyuk dan penuh haru, menambah makna mendalam bagi setiap peserta yang hadir.
Selain doa bersama, acara ini juga diisi dengan santunan kepada 120 anak yatim piatu dan janda tua yang berasal dari sekitar wilayah tersebut. Keceriaan tampak di wajah anak-anak yatim yang menerima perhatian dan kasih sayang dari H. Jumhana dan keluarga besar yang hadir, sebuah bentuk berbagi dan kepedulian sosial yang menunjukkan pentingnya kebersamaan dalam kehidupan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara ini juga diawali dengan khataman Al-Qur’an yang dimulai sejak malam Jumat, diikuti dengan tawasulan dan doa bersama. Usai doa, dilanjutkan dengan pemberian santunan. Dalam sambutannya, H. Jumhana menekankan pentingnya mengenang dan mendoakan orang tua, khususnya ibu yang telah melahirkan dan membesarkan dengan penuh perjuangan.
“Apapun yang kita lakukan untuk mengenang ibu dan ayah tidak akan pernah bisa membalas jasa mereka. Perjuangan seorang ibu dalam membesarkan anak-anaknya penuh dengan kepedihan, dan kita harus selalu mengenang mereka dengan hal-hal baik seperti ini,” ungkap H. Jumhana.
Beliau juga berharap kegiatan ini dapat memberikan berkah bagi semuanya. “Mudah-mudahan acara ini membawa keberkahan, dan apa yang kita harapkan bermanfaat untuk semua, terutama keluarga besar. Kita akan terus mengenang ibu dan ayah, meskipun tidak bisa setiap hari, setidaknya seminggu sekali atau sebulan sekali kita berkumpul untuk berdoa bersama.”
“Semoga doa dan santunan ini bisa menjadi amal jariyah bagi kedua orangtua saya dan menjadi berkah untuk kita semua,” tutupnya
(Wandiazis)









