Newsline.id – Bogor, Jawa Barat,- Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka melalui Fakultas Agama Islam (FAI) melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Sosial (KKS) sebagai upaya pembelajaran berbasis praktik lapangan yang mengintegrasikan nilai-nilai sosial dan spiritual. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk hidup berdampingan bersama masyarakat selama 30 hari, membantu berbagai kebutuhan warga, serta menghadirkan solusi nyata bagi lingkungan sekitar.
Pada pelaksanaan KKS di Desa Ciburayut RT 05 RW 02, mahasiswa Kelompok 4 dan Kelompok 20 terlibat aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Mengusung tema “Spiritualitas Profetik: Membangun Keilmuan Islami Desa Mandiri yang Kreatif dan Inovatif”, kedua kelompok menitikberatkan program pada penguatan edukasi keagamaan dan pemberdayaan sosial.
Implementasi edukasi keagamaan diwujudkan melalui keikutsertaan mahasiswa dalam mengajar Madrasah Diniyah setempat. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memperkuat pemahaman keislaman anak-anak serta menumbuhkan semangat belajar agama sejak dini. Selain mengajar, mahasiswa juga menuangkan kreativitas melalui pembuatan karya seni kaligrafi yang berisi potongan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai pengingat keimanan. Karya tersebut kemudian diserahkan kepada Ketua RT untuk dipasang di masjid dan madrasah diniyah, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua RT setempat, Ujang Rahmat, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa. “Adanya mahasiswa sangat membantu dalam mengupayakan pembenahan di lingkungan sekitar, seperti perbaikan jalan. Juga kegiatan-kegiatan positif lainnya seperti mengajar madrasah, posyandu, dan kajian Islami. Seni kaligrafi yang mereka buat untuk masjid dan majelis-majelis pengajian sebagai bentuk kreativitas dan kenang-kenangan untuk warga sekitar bahkan juga memberikan manfaat, setidaknya menambahkan pahala yang tidak sengaja melihat dan membacanya,” tuturnya.
Selain kegiatan keagamaan, mahasiswa KKS juga aktif dalam kegiatan sosial dan gotong royong. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah perbaikan jalan lingkungan yang berlubang dan mengganggu kenyamanan berkendara. Bersama masyarakat dan Ketua RT, mahasiswa bergotong royong membeli semen dan pasir untuk menutup lubang yang semakin melebar. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap fasilitas umum, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan warga.
“Kami berupaya hadir dan berbaur dengan masyarakat melalui kegiatan yang bersifat sosial, keagamaan, dan gotong royong. Harapannya, keberadaan kami dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Ciburayut,” ujar Miftah selaku Ketua Kelompok KKS.
Keterlibatan mahasiswa juga terlihat dalam kegiatan Posyandu setempat. Mahasiswi KKS turut membantu proses pemeriksaan untuk memonitor pertumbuhan balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pembagian makanan bergizi gratis sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan masyarakat.
Penulis : Wandi Azis
Editor : Tim Redaksi









