TASIKMALAYA, newsline.id – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Semester III Institut Nahdlatul Ulama (INU) Tasikmalaya menggelar seminar bertajuk “Merawat Harmonisasi Antar Organisasi Islam di Tasikmalaya”, Rabu (24/12/2025), di Gedung Dakwah Islam Kota Tasikmalaya.
Seminar ini menjadi ruang dialog dan refleksi bersama untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menjaga keharmonisan antarorganisasi Islam di Tasikmalaya. Kegiatan diikuti mahasiswa lintas program studi serta perwakilan sejumlah instansi dan organisasi.
Panitia menghadirkan tiga tokoh dari organisasi Islam besar sebagai narasumber, yakni:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
• Nahdlatul Ulama (NU): Aan Ahmad Farhan, SH, Wakil Sekretaris PCNU Kota Tasikmalaya.
• Muhammadiyah: H. Ayi Mubarok.
• Front Persaudaraan Islam (FPI): KH Yanyan Al Bayani, S.Kom.I., M.Pd, Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Jarnauziyyah, Mangkubumi.
Perwakilan Kementerian Agama turut hadir dan membuka acara. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan umat Islam agar tetap bergerak dalam bingkai nilai keagamaan dan kebangsaan. Harmonisasi, katanya, ibarat musik dengan beragam instrumen berbeda yang berpadu menciptakan keselarasan.
Seminar ini merupakan hasil kolaborasi dua mata kuliah yang diampu Hilmi Mubarok, M.Sos., dan Muhammad Hanif Fuadi, M.Sos. Hilmi menegaskan, kegiatan tidak sekadar memenuhi tugas akademik, tetapi juga membangun ruang dialog lintas organisasi Islam untuk merespons dinamika keberagamaan masyarakat.
Hanif menambahkan, forum ini memperkuat kajian sosiologi dan psikologi dakwah berbasis realitas ormas Islam. Pandangan narasumber dinilai penting sebagai landasan pengembangan kajian akademik dan praktik dakwah ke depan.
Ketua pelaksana, Nizar Hanafi, menjelaskan seminar digagas karena keprihatinan mahasiswa KPI terhadap munculnya narasi kurang sehat antarorganisasi Islam di media sosial. “Tema harmonisasi diangkat bukan karena adanya konflik, melainkan sebagai upaya merawat kebersamaan agar ormas Islam semakin adaptif dan berdaya,” ujarnya.
Dalam diskusi, narasumber menegaskan perbedaan antarorganisasi Islam merupakan sunatullah, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Hujurat ayat 13. Keberagaman ormas Islam di Indonesia lahir dari realitas sosial dan budaya masyarakat yang plural.
Para narasumber berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan sebagai forum dialog konstruktif. Seminar ini dinilai mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus membangun harmonisasi antarorganisasi Islam di Kota Tasikmalaya.
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









