TASIKMALAYA, newsline.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sekolah Tinggi Teknologi Cipasung menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya.
Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti kebijakan pengadaan tas sekolah yang dinilai tidak tepat sasaran. Mereka menuding anggaran besar justru dialokasikan untuk proyek konsumtif, sementara kondisi pendidikan di daerah masih menghadapi banyak persoalan.
Ketua Komisariat PMII Kabupaten Tasikmalaya, Ripan Saparil, menyampaikan bahwa banyak sekolah di Tasikmalaya masih mengalami kerusakan bangunan, fasilitas belajar terbatas, serta kesejahteraan guru honorer yang belum memadai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Apakah tas bisa menekan angka putus sekolah? Apakah tas bisa meningkatkan indeks pembangunan manusia? Kami khawatir pengadaan ini hanya menjadi proyek tanpa manfaat nyata,” ujar Ripan dalam orasinya, didepan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (28/1/2026).
Mahasiswa juga mengaku kecewa karena dua kali mendatangi Dinas Pendidikan untuk audiensi, namun pimpinan dinas tidak pernah hadir. Surat permohonan audiensi yang dikirimkan sebelumnya pun tidak mendapat tanggapan.
Sebagai bentuk protes, mahasiswa menyampaikan empat tuntutan utama:
- Transparansi penggunaan anggaran Dinas Pendidikan.
- Prioritas perbaikan sarana dan prasarana sekolah.
- Peningkatan kesejahteraan guru honorer.
- Evaluasi kebijakan pengadaan barang yang dianggap konsumtif.
Mereka memberi tenggat waktu 7×24 jam agar Dinas Pendidikan memberikan jawaban tertulis dan konkret. Jika tidak, PMII berjanji akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar dan melibatkan berbagai elemen mahasiswa serta organisasi lain.
Aksi yang berlangsung pada Rabu siang tersebut ditutup dengan penyegelan ruang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya. Hingga berita ini diturunkan, pihak dinas belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penyalahgunaan anggaran.
Demonstrasi ini mencerminkan keresahan mahasiswa terhadap kebijakan pendidikan di Tasikmalaya. Di tengah keterbatasan fasilitas sekolah dan rendahnya kesejahteraan guru honorer, penggunaan anggaran untuk pengadaan tas sekolah menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas dan manfaatnya bagi peningkatan kualitas pendidikan.
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









