TASIKMALAYA, newsline.id – Program Revitalisasi sekolah di Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi sorotan publik. Koalisi Mahasiswa dan Rakyat Tasikmalaya (KMRT) menuding adanya oknum kejaksaan yang diduga melakukan intimidasi terhadap pihak sekolah dalam pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut.
Puluhan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Tasikmalaya, Jumat (13/2/2026). Dalam orasinya, mereka menuntut aparat penegak hukum menindak tegas dugaan penyalahgunaan wewenang yang disebut sebagai bentuk “pemangsaan” terhadap dunia pendidikan. KMRT menilai praktik intimidasi mencederai semangat perbaikan sarana belajar yang menjadi tujuan utama revitalisasi.
Program revitalisasi sekolah sendiri dirancang untuk meningkatkan kualitas bangunan dan fasilitas pendidikan. Namun, menurut KMRT, proyek ini justru dijadikan ladang keuntungan pribadi oleh oknum aparat. Sejumlah pengelola sekolah mengaku mendapat tekanan dan perlakuan arogan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fitri Hina Jayanti, salah satu peserta aksi, menyampaikan keprihatinannya. “Kejaksaan seharusnya menjaga integritas, bukan memangsa ekosistem pendidikan demi kepentingan pribadi,” tegasnya.
Menanggapi tudingan tersebut, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tasikmalaya, Nikodemus Damanik, membenarkan adanya aksi KMRT. Ia menegaskan persoalan ini hanyalah miskomunikasi.
“Mungkin penyampaian dalam rapat terlalu keras sehingga menimbulkan ketersinggungan. Setelah klarifikasi, semuanya clear. Intinya kami sama-sama mendukung revitalisasi sekolah agar tidak ada kepala sekolah yang jadi korban,” ujarnya.
Nikodemus menambahkan, kejaksaan berkomitmen mengawal proyek revitalisasi agar sesuai prosedur. Pendampingan hukum melalui Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) disebut telah dilakukan untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai aturan.
Kejaksaan berharap seluruh pihak dapat berkolaborasi demi kelancaran program revitalisasi sekolah. Sebagai proyek strategis nasional, keberhasilan program ini diharapkan menjadi contoh positif bagi daerah lain.
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









