Mahasiswa Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional “Jangan Lukai Ingatan Sejarah”

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Silmi Hauzan Muntaha, Sekretaris Bidang Advokasi Forum Silaturahmi Mahasiswa PAI Se-Indonesia.

Silmi Hauzan Muntaha, Sekretaris Bidang Advokasi Forum Silaturahmi Mahasiswa PAI Se-Indonesia.

TASIKMALAYA, Newsline.id – Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, mendapat penolakan tegas dari kalangan mahasiswa.

Forum Silaturahmi Mahasiswa PAI Se-Indonesia menyatakan bahwa Soeharto tidak layak dikenang sebagai pahlawan karena rekam jejak kelam selama masa Orde Baru.

Dalam pernyataan sikap yang dirilis Sabtu (8/11/2025), mahasiswa menyoroti berbagai pelanggaran hak asasi manusia, pembungkaman kebebasan sipil, serta praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang terjadi di bawah pemerintahan Soeharto.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka menilai, pemberian gelar tersebut berpotensi mengaburkan fakta sejarah dan mengkhianati semangat reformasi.

“Menjadikan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional sama saja dengan melukai ingatan sejarah bangsa,” ujar Silmi Hauzan Muntaha, Sekretaris Bidang Advokasi Forum Silaturahmi Mahasiswa PAI Se-Indonesia.

Mahasiswa mendesak pemerintah agar menghentikan wacana tersebut dan lebih mengedepankan nilai keadilan, demokrasi, serta aspirasi rakyat.

Mereka menegaskan bahwa gelar kepahlawanan seharusnya diberikan kepada sosok yang memperjuangkan kemanusiaan dan keadilan, bukan kepada tokoh yang menggunakan kekuasaan untuk menindas.

“Pahlawan sejati adalah mereka yang berjuang demi kemanusiaan, bukan yang menindas demi kekuasaan,” tutup pernyataan tersebut.

Penulis : Ade-YR

Editor : TimNewsline/Red

Berita Terkait

Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Sulit Ditemui dan Dihubungi, Pengadaan Barang Miliaran Rupiah Tahun 2025 Belum Rampung
Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka
48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!
Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!
PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor
Kekerasan Brutal di Cigombong, PWRI Bogor Raya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Pemilik Padepokan STJ Dilaporkan, Warga Purwarahayu Geruduk Polres Tasikmalaya
PT Kahaptex Dukung Gerakan Penanaman Pohon FKMGS di Cipelang
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:33 WITA

Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Sulit Ditemui dan Dihubungi, Pengadaan Barang Miliaran Rupiah Tahun 2025 Belum Rampung

Kamis, 16 April 2026 - 03:12 WITA

Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka

Selasa, 14 April 2026 - 18:54 WITA

48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!

Senin, 13 April 2026 - 17:29 WITA

Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!

Minggu, 12 April 2026 - 18:52 WITA

PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor

Berita Terbaru

Jawa Barat

PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor

Minggu, 12 Apr 2026 - 18:52 WITA