TASIKMALAYA, Newsline.id – Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, mendapat penolakan tegas dari kalangan mahasiswa.
Forum Silaturahmi Mahasiswa PAI Se-Indonesia menyatakan bahwa Soeharto tidak layak dikenang sebagai pahlawan karena rekam jejak kelam selama masa Orde Baru.
Dalam pernyataan sikap yang dirilis Sabtu (8/11/2025), mahasiswa menyoroti berbagai pelanggaran hak asasi manusia, pembungkaman kebebasan sipil, serta praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang terjadi di bawah pemerintahan Soeharto.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka menilai, pemberian gelar tersebut berpotensi mengaburkan fakta sejarah dan mengkhianati semangat reformasi.
“Menjadikan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional sama saja dengan melukai ingatan sejarah bangsa,” ujar Silmi Hauzan Muntaha, Sekretaris Bidang Advokasi Forum Silaturahmi Mahasiswa PAI Se-Indonesia.
Mahasiswa mendesak pemerintah agar menghentikan wacana tersebut dan lebih mengedepankan nilai keadilan, demokrasi, serta aspirasi rakyat.
Mereka menegaskan bahwa gelar kepahlawanan seharusnya diberikan kepada sosok yang memperjuangkan kemanusiaan dan keadilan, bukan kepada tokoh yang menggunakan kekuasaan untuk menindas.
“Pahlawan sejati adalah mereka yang berjuang demi kemanusiaan, bukan yang menindas demi kekuasaan,” tutup pernyataan tersebut.
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









