Newsline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Di tengah hiruk-pikuk pasien yang datang silih berganti, RSUD KHZ. Musthafa Tasikmalaya diam-diam meluncurkan senjata pamungkasnya: PIPP, alias Pusat Informasi dan Penanganan Pengaduan. Bukan tempat ngeluh sambil ngopi, tapi ruang resmi untuk menyuarakan isi hati soal pelayanan rumah sakit. Kalau dulu keluhan cuma jadi status Facebook atau bisik-bisik tetangga, sekarang bisa langsung masuk ke sistem — dan ditindak!
Unit ini bukan sekadar formalitas. Dibentuk sejak November 2022, PIPP adalah bukti bahwa RSUD KHZ. Musthafa tak ingin jadi rumah sakit yang hanya sibuk dengan stetoskop dan rekam medis. Mereka ingin jadi rumah sakit yang juga mendengar. Dan di balik meja PIPP, berdirilah Siti Romlah, A.Md.Keb., petugas yang siap menerima keluhan dengan senyum selembut kapas steril.
“Kami dibentuk karena rumah sakit ingin meningkatkan pelayanan. Kalau dulu masyarakat bingung mau mengadu ke mana, sekarang sudah ada wadah resmi,” ujar Siti, Senin (06/10/2025), dengan nada ramah yang bisa bikin tensi turun tanpa obat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Curhat Lewat Telepon, Formulir, atau Tatap Muka Langsung
Mekanisme pengaduan di PIPP dibuat fleksibel, seperti yoga untuk pelayanan publik. Mau datang langsung dan isi formulir? Bisa. Mau curhat lewat telepon di 0811-2007-6444? Silakan. Mau kirim lewat laman resmi rumah sakit? Monggo. Yang penting, jangan kirim keluhan lewat komentar TikTok atau DM Instagram, karena itu belum masuk SOP.
Setiap laporan yang masuk tidak hanya ditampung, tapi juga ditelusuri. Tim PIPP akan turun ke lapangan, cek fakta, dan koordinasi dengan manajemen. Tidak ada drama, tidak ada saling tuding. Yang ada hanya satu tujuan: solusi.
“Kami harus adil dan netral. Tugas kami bukan mencari siapa yang salah, tapi mencari solusi,” tegas Siti, dengan gaya seperti mediator profesional yang bisa bikin dua kubu berdamai tanpa perlu makan siang bersama.
Hijau, Merah dan Kuning, Sistem Grading: Keluhan Anda, Kami Warna-Warnai
Nah, ini yang bikin PIPP beda dari sekadar kotak saran di minimarket. Setiap keluhan diklasifikasikan berdasarkan tingkat urgensinya. Bukan asal tangkap, tapi pakai sistem grading yang lebih rapi dari spreadsheet akuntan:
- Hijau: Keluhan ringan. Misalnya, pelayanan lambat, petugas lupa senyum, atau AC yang mendadak jadi sauna.
- Kuning: Butuh perhatian manajemen. Contohnya, antrean panjang karena sistem antrian ngadat.
- Merah: Keluhan serius. Menyangkut keselamatan pasien, kesalahan medis, atau kerugian besar. Ini levelnya sudah masuk zona investigasi.
“Misalnya ada pasien yang merasa waktu tunggu IGD terlalu lama, kami langsung turun melakukan evaluasi,” jelas Siti, seperti detektif pelayanan yang tak kenal lelah.
Dari Keluhan Jadi Perubahan: Bukti Nyata, Bukan Janji Manis
Yang menarik, beberapa perubahan nyata di RSUD KHZ. Musthafa justru lahir dari keluhan kecil. Kursi tunggu yang dulu bikin pegal, sekarang sudah empuk. Papan informasi yang dulu bikin bingung, kini tampil jelas dan ramah mata. Bahkan, ada tambahan tempat duduk di area IGD karena ada yang mengeluh harus berdiri lama. Di sini, keluhan bukan musuh — tapi bahan bakar inovasi.
“Bagi kami, pengaduan bukan sesuatu yang negatif. Justru itu bentuk kepedulian masyarakat,” kata Siti sambil tersenyum, seperti guru TK yang baru dapat bunga dari muridnya.
Transparansi Tanpa Basa-Basi: Semua Dicatat, Semua Ditindak
Tak ada yang ditutup-tutupi. Setiap laporan dicatat, ditelusuri, dan sebagian hasilnya dipublikasikan. Biar publik tahu, rumah sakit ini bukan tempat sembunyi-sembunyi. Semua terang benderang, seperti sinar lampu operasi. Bahkan, beberapa laporan dijadikan bahan evaluasi bulanan dan dipresentasikan dalam rapat manajemen. Jadi, keluhan Anda bisa jadi slide PowerPoint yang mengubah kebijakan.
“Kami ingin masyarakat percaya bahwa rumah sakit ini terbuka. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Kami mendengar, menindaklanjuti, dan memperbaiki,” tutup Siti, penuh semangat.
RSUD KHZ. Musthafa: Rumah Sakit yang Mau Mendengar
Dengan adanya PIPP, RSUD KHZ. Musthafa bukan cuma tempat berobat, tapi juga tempat didengar. Di sini, suara masyarakat bukan angin lalu — tapi kompas pelayanan. Karena bagi mereka, pelayanan bukan sekadar prosedur medis, tapi juga soal rasa, empati, dan keterbukaan.
Jadi, kalau Anda punya keluhan, saran, atau bahkan pujian, jangan ragu. RSUD KHZ. Musthafa sudah siap mendengar. Dan siapa tahu, suara Anda adalah awal dari perubahan besar.
Penulis : Chandra F Simatupang
Editor : Chandra Foetra S










