Newsline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan lokal, Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sipatahunan di Desa Naggerang, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, sukses melaksanakan pekerjaan peningkatan jaringan irigasi permukaan sepanjang 462 meter dan lebar saluran 80 cm serta tinggi pondasi 60 cm dengan kedalaman galian 30 cm dan lebar atas saluran 30 cm. Proyek ini merupakan bagian dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun anggaran 2025, yang didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Diektorat Jenderal Sumber Daya Air (Dirjend SDA) sebesar Rp 195 juta.
Program P3-TGAI adalah salah satu program unggulan pemerintah pusat yang dirancang untuk mempercepat rehabilitasi dan peningkatan infrastruktur irigasi di tingkat desa. Dengan pendekatan padat karya tunai dan sistem swakelola, program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok petani, sebagai pelaksana utama kegiatan. Hal ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan partisipatif yang menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan.
Ketua P3A Sipatahunan, Ii Suryana menyampaikan bahwa proyek ini memberikan dampak nyata bagi petani di wilayahnya. “Saluran irigasi yang sebelumnya rusak dan tertutup sedimentasi kini telah diperbaiki. Air mengalir lebih lancar ke sawah-sawah warga, terutama menjelang musim tanam kedua tahun ini. Ini sangat membantu kami dalam menjaga jadwal tanam dan meningkatkan hasil produksi,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon miliknya, Selasa (09/9/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dirinya pun mengatakan, pekerjaan irigasi tersebut sudah mencapai kurang lebih 70 persen dengan target penyelesaian pekerjaan sampai dengan tanggal 20 September 2025 atau selama 45 hari Kalender sejak dilaksanakan pembangunan. “Alhamdulillah sampai saat ini pekerjaan sudah mencapai 70 persenan lah, insya Allah sesuai target sampai dengan tanggal 20 September nanti selesai 100 persen,” ungkapnya.
Pekerjaan fisik mencakup pembangunan dan rehabilitasi saluran irigasi primer dan sekunder, penguatan struktur dinding saluran menggunakan pasangan batu kali, serta penggalian dan pembersihan jalur air untuk memastikan distribusi air yang optimal ke lahan pertanian. Selain itu, proyek ini juga menyerap tenaga kerja lokal, memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar, dan memperkuat semangat gotong royong antar warga.
Kepala Desa Naggerang, Agus Suwarlan, turut mengapresiasi pelaksanaan program ini. “Kami melihat semangat luar biasa dari para petani. Mereka tidak hanya bekerja, tetapi juga menjaga kualitas dan transparansi pelaksanaan. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal membangun harapan dan masa depan pertanian desa,” katanya.
Dari sisi teknis, peningkatan jaringan irigasi sepanjang 462 meter ini diproyeksikan mampu mengairi lahan pertanian seluas lebih dari 25 hektare, yang sebelumnya mengalami kendala distribusi air. Dengan sistem irigasi yang lebih baik, para petani di Desa Naggerang Kecamatan Cigalontang diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam, mengurangi risiko gagal panen, dan memperbaiki efisiensi penggunaan air.
Keberhasilan P3A Sipatahunan dalam mengelola proyek ini menjadi bukti bahwa kelembagaan petani di tingkat desa mampu menjalankan program pembangunan secara mandiri, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Ini sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Tasikmalaya untuk mengoptimalkan program serupa demi kemajuan sektor pertanian.
Laporan : Chandra Foetra S.









