TASIKMALAYA, newsline.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, kembali jadi bahan perbincangan setelah menu yang disajikan dapur MBG SPPG 002 pada 16 Maret 2026 ramai dibicarakan di media sosial.
Unggahan warganet memicu beragam komentar, sebagian menilai menu yang diterima tidak sesuai ekspektasi.
Menanggapi itu, Camat Sodonghilir sekaligus Satgas MBG, Asep Priyatin Saputra, menegaskan bahwa pemerintah menindaklanjuti setiap masukan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semua keluhan sudah kami sampaikan ke pihak terkait dan ditangani sesuai prosedur,” Katanya, Kamis (19/3/2026).
Sorotan publik dijawab oleh Aris Rifky Mubarok, selaku Aslap dari Dapur SPPG Sodonghilir 002. Ia menekankan bahwa menu MBG disusun melalui koordinasi dengan KSPPG, ahli gizi, dan chef.
“Bahan baku dibeli sehari sebelumnya dalam kondisi segar. Proses memasak berlangsung sejak tengah malam hingga pagi, dilanjutkan pendinginan, pengemasan, dan distribusi,” jelasnya.
Salah satu menu yang menuai kritik adalah Coctel de Elote, yang disebut warganet basi. Aris membantah tudingan tersebut.
“Itu bukan basi, melainkan karakter rasa dari campuran jagung, keju, mayones, dan perasan jeruk nipis. Rasanya memang agak masam, berbeda dengan jasuke yang biasa dikenal masyarakat,” tegasnya.
Aris juga mengungkapkan sejumlah kendala dalam pengadaan susu. Stok terbatas dan harga melonjak membuat tim kesulitan. Mereka sempat membeli 400 liter susu dengan harga Rp25.000 per liter, jauh di atas harga normal Rp17.800.
“Karena segelnya terbuka dan diduga oplosan, kami kembalikan. Akhirnya kami menggunakan merek Milku sebagai alternatif,” katanya.
Ia menambahkan, kenaikan harga bahan pokok tidak lepas dari praktik tengkulak dan penimbunan. “Kelangkaan yang disengaja ini merugikan masyarakat. Bahkan beredar susu palsu yang membahayakan,” ungkapnya.
Satgas MBG Kecamatan Sodonghilir mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan keluhan. Laporan bisa disampaikan langsung ke Satgas atau melalui jalur berjenjang ke pemerintah desa.
“Kami terbuka terhadap kritik. Semua laporan akan ditindaklanjuti,” tegas Asep.
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









