Momentum Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025, Kalsel Kawal SPMB yang Transparan dan Inklusif

Selasa, 27 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momentum Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025, Kalsel Kawal SPMB yang Transparan dan Inklusif

Momentum Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025, Kalsel Kawal SPMB yang Transparan dan Inklusif

Kalimantan Selatan, Newsline.id – Bersamaan dengan Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025, Kalimantan Selatan (Kalsel) menggaungkan komitmennya untuk menyukseskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di beberapa titik diantaranya Kota Banjarbaru, Kotabaru, dan Hulu Sungai Utara (HSU) pada (2/5) lalu.

Wali Kota Banjarbaru, Subhan Nor Yaumil, dalam amanatnya menegaskan bahwa SPMB 2025 harus menjadi sarana pemerataan pendidikan, bukan pemicu ketimpangan “Dengan adanya sistem rayon ini kita harapkan agar keterisian murid di setiap sekolah dapat merata dan adil. Artinya, tidak ada sekolah yang kosong, tidak ada juga sekolah yang penuh,” ujarnya.

Hal ini menjadi sebuah upaya agar tidak terjadi ketimpangan antar sekolah, yang dimana sebagian sekolah kelebihan pendaftar sementara sekolah lainnya justru minim peserta.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya Banjarbaru, komitmen serupa juga ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Kotabaru. Dalam apel Hardiknas yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Sebelimbingan, Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, menyampaikan pentingnya keterlibatan aktif semua pihak untuk mendukung keberhasilan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.

“Sistem Penerimaan Murid Baru ini bisa terlaksana dengan baik apabila semua pihak dapat berpartisipasi dan terlibat aktif. Mulai dari pemerintah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, hingga media,” ujar Syairi.

Dalam apel tersebut juga dilakukan penandatanganan Fakta Integritas SPMB sebagai bentuk komitmen bersama antara pemda, Dinas Pendidikan, dan pihak sekolah dalam menjamin pelaksanaan PPDB yang berkeadilan, terutama di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) juga menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan SPMB 2025 yang menjunjung tinggi keadilan, transparansi, dan kebebasan dari pungutan liar maupun praktik diskriminatif selama pelaksanaan SPMB 2025 yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten HSU, melalui Kasi Kurikulum bidang SMP, Rita Murtafiah, menyampaikan hal tersebut “Sistem Penerimaan Murid Baru pada jenjang TK, SD, hingga SMP wajib dilaksanakan secara gratis. Intinya, kegiatan SPMB diadakan tanpa pungutan biaya dalam bentuk apapun,” tegasnya.

Pemkab HSU juga menegaskan pentingnya seluruh elemen pendidikan, termasuk orang tua dan masyarakat, memahami alur dan mekanisme SPMB agar dapat mengawal proses tersebut berjalan sesuai aturan.

Pemerintah setempat juga mengajak semua pihak untuk menjadikan SPMB bukan sekadar proses administratif, melainkan langkah untuk memperkuat tata kelola pendidikan yang berpihak pada kepentingan terbaik anak-anak. Ketiga daerah ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat adalah kunci utama untuk mewujudkan penerimaan murid baru yang bersih, berintegritas, dan benar-benar berpihak pada masa depan pendidikan yang inklusif dan berkualitas (*********)

Sumber : Kemendikdasmen

Berita Terkait

Ratusan Mahasiswa Jebol Gerbang DPRD Kota Tasikmalaya, Unjuk Rasa Warnai Kericuhan, Satu Orang Polisi Terluka
Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Rp29,1 Miliar Dari APBD 2026 untuk Tiga Proyek Jalan dan Jembatan Penghubung SOR Mangunreja ke Komplek Pemda
Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar
Kabid Bangunan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Buka Suara Usai Diseret Kasus Dugaan Penipuan Dengan Modus SPK Bodong Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2025 Rp400 Juta
Janjikan Proyek Revitalisasi di Dua Sekolah Gunakan SPK Bodong dan Sebut Nama Kabid DPUTRLH dan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Seorang Pengusaha Ditipu 400 Juta Laporan Ke Polres Tasikmalaya Kota
Dugaan Jual Beli Proyek Rehabilitasi Sekolah: Kabid PJK DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Terseret Dipanggil Penyidik Polres Tasikmalaya Kota
PD BPR Artha Sukapura Dorong Budaya Menabung Lewat Program Tabungan Sukapura Plus, Undian Periode 2026 Akan Dilaksanakan di HUT ke-16 Pada Februari 2027 Mendatang
Proyek Gedung Dukcapil Syarat Penyimpangan: Kepala Bidang Bangunan DPUTRLH Tasikmalaya Diduga Menghindar dari Media
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:22 WITA

Ratusan Mahasiswa Jebol Gerbang DPRD Kota Tasikmalaya, Unjuk Rasa Warnai Kericuhan, Satu Orang Polisi Terluka

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:20 WITA

Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Rp29,1 Miliar Dari APBD 2026 untuk Tiga Proyek Jalan dan Jembatan Penghubung SOR Mangunreja ke Komplek Pemda

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35 WITA

Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:20 WITA

Kabid Bangunan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Buka Suara Usai Diseret Kasus Dugaan Penipuan Dengan Modus SPK Bodong Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2025 Rp400 Juta

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:56 WITA

Janjikan Proyek Revitalisasi di Dua Sekolah Gunakan SPK Bodong dan Sebut Nama Kabid DPUTRLH dan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Seorang Pengusaha Ditipu 400 Juta Laporan Ke Polres Tasikmalaya Kota

Berita Terbaru