Net Zero Emission dan Dunia Otomotif: Jalan Panjang ke Mobil Hijau

Senin, 4 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

Newsline.id — Perubahan iklim bukan lagi isu masa depan, melainkan kenyataan yang kita hadapi saat ini. Sektor transportasi, terutama kendaraan bermotor, menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di dunia. Di tengah dorongan global menuju Net Zero Emission—yakni kondisi di mana emisi gas rumah kaca yang dihasilkan sama dengan yang diserap—industri otomotif menjadi kunci penting dalam transisi menuju masa depan yang lebih hijau.

Net Zero Emission berarti setiap emisi karbon yang dikeluarkan harus diimbangi dengan pengurangan atau penyerapan emisi dalam jumlah yang setara. Untuk industri otomotif, ini artinya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan beralih ke sumber energi bersih, seperti listrik, hidrogen, atau teknologi ramah lingkungan lainnya. Target ini umumnya dipatok untuk dicapai pada tahun 2050 oleh banyak negara dan perusahaan otomotif besar.

Merek-merek otomotif dunia seperti Tesla, BMW, Volvo, dan Honda telah berkomitmen menghentikan produksi kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) secara bertahap. Mereka menggencarkan produksi mobil listrik (EV), hybrid, dan kendaraan berbahan bakar alternatif. Bahkan, beberapa pabrikan mulai menerapkan prinsip carbon neutral tidak hanya pada produk mereka, tetapi juga pada seluruh rantai produksi, termasuk logistik dan manufaktur.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai negara berkembang dengan populasi kendaraan bermotor yang besar, Indonesia memiliki tantangan besar sekaligus peluang. Pemerintah menargetkan net zero pada 2060, termasuk dengan mendorong adopsi kendaraan listrik melalui insentif pajak, subsidi, hingga pembangunan ekosistem baterai nasional. Peluncuran mobil listrik dari Wuling, Hyundai, dan berbagai motor listrik lokal menunjukkan bahwa perubahan mulai berjalan, meski masih lambat.

Transisi menuju mobil hijau dihadapkan pada sejumlah hambatan besar: ketersediaan charging station yang masih terbatas, harga kendaraan listrik yang relatif mahal, serta minimnya pemahaman masyarakat tentang manfaat kendaraan ramah lingkungan. Tanpa dukungan infrastruktur dan edukasi yang masif, kendaraan hijau akan tetap menjadi barang mewah, bukan solusi massal.

Meskipun tantangan besar, inovasi dalam negeri mulai tumbuh. Perusahaan seperti GESITS, Volta, dan Viar menghadirkan motor listrik buatan lokal yang lebih terjangkau. Pemerintah juga menggandeng investor luar seperti LG dan CATL untuk membangun pabrik baterai, yang diharapkan mempercepat kemandirian industri kendaraan listrik di Indonesia. Peran generasi muda juga sangat penting, karena mereka lebih terbuka terhadap gaya hidup berkelanjutan dan teknologi baru.

Mewujudkan dunia otomotif yang bebas emisi bukanlah proses instan. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, produsen, konsumen, dan komunitas. Net Zero Emission bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal perubahan perilaku dan pola pikir. Mobil hijau bukan sekadar kendaraan masa depan, tetapi simbol dari komitmen kita untuk hidup berdampingan dengan bumi yang lebih sehat dan berkelanjutan.(***)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!
RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional
KSO Hemodialisa RSUD KHZ Musthafa–PT SRU Disorot, Persoalan Investasi dan Target Pelayanan Jadi Temuan, Kadinkes dan Kabag TU RSUD Bungkam!!!
RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Perkuat Peran sebagai Wahana Pendidikan Klinis
Kepala Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya Raih Koperasi Awards 2026
PWRI Gelar Audiensi Bersama DPRD, Kasdim 0612 Tasikmalaya Sebut KPA Proyek KDMP Adalah PT Agrinas
APDESI Tasikmalaya Akui Tak Pernah Terima Undangan Audiensi Dari DPRD Terkait Proyek KDMP yang Dipertanyakan PWRI
PWRI Kabupaten Tasikmalaya Soroti Proyek KDMP yang Diduga Langgar Sejumlah Regulasi, Audiensi Bersama DPRD Tanpa Dihadiri Bupati, Kajari dan APDESI Dinilai Abaikan Tranparansi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:18 WITA

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!

Rabu, 9 September 2026 - 19:10 WITA

RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional

Selasa, 8 September 2026 - 15:49 WITA

KSO Hemodialisa RSUD KHZ Musthafa–PT SRU Disorot, Persoalan Investasi dan Target Pelayanan Jadi Temuan, Kadinkes dan Kabag TU RSUD Bungkam!!!

Sabtu, 5 September 2026 - 09:06 WITA

RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Perkuat Peran sebagai Wahana Pendidikan Klinis

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:50 WITA

Kepala Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya Raih Koperasi Awards 2026

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Buruh Tasikmalaya Bersuara, Putusan MK Diminta Tak Berhenti di Daerah

Jumat, 11 Sep 2026 - 14:16 WITA

Kabupaten Tasikmalaya

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:14 WITA