TASIKMALAYA, newsline.id – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menggelar apel gabungan di Lapangan Setda, Senin (23/2/2026), sebagai bentuk penghargaan kepada atlet dan duta daerah yang berhasil menorehkan prestasi di berbagai ajang.
Apel dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, sekaligus menjadi momentum penandatanganan kerja sama antara Pemkab Tasikmalaya dan Perum Perhutani.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah menyerahkan penghargaan kepada 10 atlet difabel yang mewakili Indonesia di ASEAN Para Games XIII di Thailand.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada seorang atlet tinju yang memperkuat Jawa Barat di Kejuaraan Nasional Tinju Amatir dan Profesional 2026, serta kepada pemenang ajang Winner Beauty Muslimah Indonesia 2026.
Rasa Bangga dan Harapan Berkelanjutan
Bupati Cecep menyampaikan kebanggaannya atas capaian para atlet dan duta yang telah mengharumkan nama Tasikmalaya.
“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat Tasikmalaya. Kami berterima kasih atas kerja keras dan dedikasi yang telah ditunjukkan,” ujarnya.
Ia menekankan agar pencapaian tersebut menjadi pijakan untuk meraih prestasi lebih tinggi. “Kami berharap semangat juang ini terus dipupuk, sehingga lahir generasi atlet baru yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Hadirnya Dukungan Lintas Sektor
Apel penghargaan turut dihadiri Pj. Sekda Kabupaten Tasikmalaya, jajaran staf ahli, asisten daerah, kepala SKPD, pimpinan Perhutani, Bank BJB, serta para atlet dan tamu undangan. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap pengembangan olahraga dan potensi generasi muda di daerah.
Tantangan Pembinaan Olahraga
Keikutsertaan atlet Tasikmalaya di ajang internasional menjadi bukti bahwa daerah ini memiliki potensi besar, termasuk dalam olahraga difabel. Namun, keberhasilan tersebut tidak lahir secara instan. Latihan panjang, disiplin, dukungan pelatih, serta fasilitas memadai menjadi faktor penentu.
Karena itu, penghargaan simbolik perlu diikuti dengan penguatan sistem pembinaan berkelanjutan. Hal ini mencakup peningkatan sarana latihan, konsistensi anggaran, program pembinaan berjenjang, hingga insentif bagi atlet berprestasi.
Momentum Evaluasi Kebijakan
Apel pagi yang digelar bukan sekadar seremoni, melainkan juga titik evaluasi arah kebijakan olahraga daerah. Dengan capaian yang sudah terbukti, langkah selanjutnya adalah memastikan ekosistem pembinaan berjalan berkesinambungan.
Tasikmalaya kini memiliki atlet yang mampu bersinar di panggung internasional. Tantangan ke depan adalah menjaga kesinambungan prestasi melalui dukungan sistem dan kebijakan yang kuat, agar nama daerah terus berkibar di tingkat nasional maupun global.
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









