Pendidikan: Antara Pendekatan Ala Barak Militer dan “Kurikulum Cinta”

Selasa, 10 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendidikan: Antara Pendekatan Ala Barak Militer dan

Pendidikan: Antara Pendekatan Ala Barak Militer dan "Kurikulum Cinta"

Newsline.id — Pemerintah Jawa Barat baru-baru ini menggagas pendidikan berbasis barak ala militer untuk pembinaan remaja bermasalah atau nakal dengan tujuan pembentukan peserta didik yang berdisiplin dan bertanggung jawab.

Jauh sebelumnya, Kementerian Agama mencanangkan pendidikan berbasis “kurikulum cinta” untuk membentuk karakter peserta didik yang cinta kepada Tuhan, sesama manusia dan cinta kepada lingkungan hidup.

Dari dua wajah pendidikan tersebut, kita dihadapkan pada dua kutub pendekatan yang berbeda: pendidikan ala barak militer yang menekankan disiplin dan struktur, serta pendidikan berbasis cinta alias Eros (kasih sayang dan motivasi intrinsik) yang mengedepankan kebebasan berekspresi dan pengembangan diri.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keduanya memiliki keunggulan dan tantangannya masing-masing, dan memahami perbedaannya adalah kunci untuk merancang masa depan pendidikan yang lebih holistik.

  1. Pendidikan Ala Barak Militer

Pendidikan ala barak militer, seperti yang kita lihat di SMA Taruna Nusantara atau program pembinaan bagi remaja bermasalah di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi Jawa Barat, mengadopsi sistem yang sangat terstruktur.

Ada beberapa kelebihan pola pendekatan ini. Pertama, pembentukan disiplin dan tanggung jawab. Metode ini sangat efektif dalam menanamkan disiplin, ketepatan waktu, dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Peserta didik terbiasa dengan rutinitas yang ketat dan konsekuensi yang jelas, membentuk pribadi yang patuh dan teratur.

Kedua, terciptanya mental tangguh dan kemandirian. Lingkungan yang menantang mendorong individu untuk menjadi mandiri, tidak mudah menyerah, dan memiliki daya juang yang kuat. Mereka terlatih menghadapi tekanan dan menyelesaikan masalah secara efektif.

Ketiga, terbentuk esiapan beradaptasi. Lulusan dari sistem ini seringkali memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi dan tekanan lingkungan kerja atau sosial.

Keempat, pengembangan fisik optimal. Aspek fisik sering menjadi prioritas, menghasilkan individu dengan kesehatan dan kekuatan fisik yang prima.

Namun, pendidikan dengan ala barak militer ini memiliki kelemahan yang tidak boleh diremehkan.

Pertama, potensi menekan kreativitas dan inisiatif. Lingkungan yang terlalu kaku dan terpusat pada perintah dapat membatasi ruang bagi kreativitas, inovasi, dan inisiatif pribadi. Peserta didik mungkin cenderung menunggu instruksi daripada berpikir di luar kotak.

Kedua, risiko tekanan mental. Tekanan disiplin yang tinggi dan kurangnya ruang untuk ekspresi emosional bisa menyebabkan stres atau trauma pada sebagian individu yang tidak cocok dengan pendekatan ini.

Ketiga, kurangnya fleksibilitas. Sistem yang sangat seragam mungkin tidak mengakomodasi gaya belajar atau kebutuhan individu yang beragam.

Keempat, kesenjangan emosional. Penekanan pada ketegasan bisa mengurangi aspek empati dan kepekaan emosional, karena interaksi cenderung lebih formal dan kurang personal.

  1. Pendidikan Bernafaskan Eros

Di sisi lain, pendidikan berbasis Eros atau yang lebih dikenal sebagai pendidikan humanis, holistik, atau berbasis kasih sayang, seperti yang diterapkan di Sekolah Alam Indonesia atau konsep Sekolah Ramah Anak, dan beberapa madrasah di Banjarmasin, berfokus pada dorongan intrinsik, kasih sayang, dan hubungan positif antara pengajar dan peserta didik.

Ada beberapa kelebihan yang menonjol dari pendidikan bernafas kan eros: pertama , meningkatkan motivasi intrinsik. Pendekatan ini menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta belajar dari dalam diri. Peserta didik belajar karena ketertarikan, bukan karena paksaan atau takut hukuman.

Kedua, ada pengembangan kreativitas dan inovasi. Lingkungan yang mendukung dan tidak menghakimi mendorong peserta didik untuk berpikir bebas, bereksperimen, dan mengembangkan ide-ide orisinal tanpa takut salah.

Ketiga, tekanan pada kecerdasan emosional dan Sosial. Penekanan pada empati, kolaborasi, dan komunikasi efektif membantu mengembangkan kecerdasan emosional dan sosial yang tinggi, membentuk individu yang peduli dan mampu berinteraksi secara positif.

Keempat, adanya pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Proses belajar menjadi pengalaman yang menyenangkan dan relevan, menciptakan ikatan emosional yang kuat dengan materi pelajaran.

Selain keunggulan, terdapat juga kelemahan, antara lain: pertama, potensi kurangnya disiplin eksternal. Tanpa struktur yang jelas, beberapa individu mungkin kesulitan mengembangkan disiplin diri dan tanggung jawab jika tidak didukung oleh lingkungan rumah atau pengawasan yang memadai.

Kedua, ada tantangan dalam pengukuran hasil. Hasil belajar mungkin tidak selalu mudah diukur dengan standar baku, karena fokusnya lebih pada pengembangan holistik daripada sekadar nilai akademik.

Ketiga, membutuhkan guru yang berkualitas tinggi. Pendekatan ini menuntut guru yang tidak hanya menguasai materi tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi, empati, dan kemampuan memfasilitasi yang luar biasa.

Keempat, risiko Kebebasan yang disalahgunakan. Jika tidak diimbangi dengan bimbingan yang tepat, kebebasan berekspresi bisa berpotensi disalahgunakan atau tidak terarah.

  1. Harmonisasi untuk Masa Depan

Baik pendidikan ala barak militer maupun pendidikan berbasis Eros, keduanya memiliki tujuan mulia untuk membentuk generasi penerus bangsa. Yang satu fokus pada ketangguhan dan keteraturan, sementara yang lain pada kreativitas dan kemanusiaan.

Penting bagi kita sebagai masyarakat untuk menyadari bahwa tidak ada satu pun pendekatan yang sempurna untuk semua individu. Masa depan pendidikan Indonesia idealnya adalah hasil harmonisasi dari kedua pendekatan ini. Kita membutuhkan generasi yang disiplin dan bertanggung jawab, namun juga kreatif, inovatif, dan penuh kasih sayang. (*)

Sumber : Kementerian Agama RI

Berita Terkait

PWRI Soroti Pembangunan KDMP di Kabupaten Tasikmalaya Hampir 90 Persen Tanpa Papan Proyek, Pemkab Terkesan Tutup Mata
Terjadi di Tasikmalaya, Dapur SPPG Karang Mukti Buang Limbah Sembarangan Picu Reaksi Warga, Ini Tanggapan PAC PP Salawu
Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Sulit Ditemui dan Dihubungi, Pengadaan Barang Miliaran Rupiah Tahun 2025 Belum Rampung
Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka
48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!
PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor
Pemilik Padepokan STJ Dilaporkan, Warga Purwarahayu Geruduk Polres Tasikmalaya
RSUD Tasikmalaya Dikecam: Limbah B3, Dugaan Malpraktik, dan Anggaran Rp787 Juta Diduga Bermasalah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:53 WITA

PWRI Soroti Pembangunan KDMP di Kabupaten Tasikmalaya Hampir 90 Persen Tanpa Papan Proyek, Pemkab Terkesan Tutup Mata

Sabtu, 18 April 2026 - 18:33 WITA

Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Sulit Ditemui dan Dihubungi, Pengadaan Barang Miliaran Rupiah Tahun 2025 Belum Rampung

Kamis, 16 April 2026 - 03:12 WITA

Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka

Selasa, 14 April 2026 - 18:54 WITA

48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!

Minggu, 12 April 2026 - 18:52 WITA

PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor

Berita Terbaru

Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) Tasikraya menilai DPRD abai terhadap keresahan warga. Kamis (23/4/2026). (Istimewa)

Jawa Barat

DPRD Tasikmalaya Tutup Pintu, Aspirasi Warga Dipangkas

Kamis, 23 Apr 2026 - 20:45 WITA

Dani Reksa Narada, pemilik akun @Padjamayan, melontarkan kritik pedas dalam sebuah video yang beredar, Selasa (22/4/2026). (Istimewa).

Jawa Barat

Stadion Mangunreja: Dari Janji Ikon Olahraga Jadi Kuburan Anggaran

Kamis, 23 Apr 2026 - 19:28 WITA