PMII Tasikmalaya: Anggaran Pendidikan Disalahgunakan, Pemda Dinilai Abai Krisis Sekolah

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PMII Kabupaten Tasikmalaya menyoroti kondisi pendidikan di Tasikmalaya yang kian memprihatinkan.

PMII Kabupaten Tasikmalaya menyoroti kondisi pendidikan di Tasikmalaya yang kian memprihatinkan.

TASIKMALAYA, newsline.id  – Kritik tajam dilontarkan Pengurus Komisariat PMII STTC Kabupaten Tasikmalaya terhadap Pemerintah Daerah yang dianggap gagal membaca skala prioritas dalam pengelolaan anggaran pendidikan.

Dalam audiensi dengan Pemda dan Dinas Pendidikan, PMII menuding kebijakan anggaran lebih banyak diarahkan pada program konsumtif dan seremonial, sementara krisis pendidikan di daerah dibiarkan tanpa solusi.

PMII menyoroti kondisi pendidikan di Tasikmalaya yang semakin memprihatinkan. Banyak ruang kelas rusak, bangunan sekolah tidak layak, bahkan mengancam keselamatan siswa. Di sisi lain, tenaga honorer masih digaji dengan jumlah yang jauh dari layak.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, di tengah situasi darurat tersebut, Pemda justru menggelontorkan anggaran besar untuk pengadaan tas sekolah dan kegiatan seremonial yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan mendesak.

Ketua Komisariat PMII STTC, Ripan Saparil, menegaskan kebijakan itu bukan sekadar salah arah, melainkan bentuk nyata pemborosan fiskal.

“Di tengah ruang kelas yang nyaris roboh dan tenaga honorer bergaji rendah, Pemda malah sibuk dengan proyek seremonial. Ini bukan kebijakan pendidikan, melainkan pemborosan fiskal yang dibungkus retorika kepedulian,” tegas Ripan, Senin (12/1/2026).

Ripan menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan prinsip pengelolaan keuangan negara yang menuntut efisiensi, efektivitas, transparansi, akuntabilitas, serta manfaat sebesar-besarnya bagi publik.

Ia menekankan bahwa setiap rupiah anggaran seharusnya diarahkan pada kebutuhan mendesak, terutama perbaikan infrastruktur pendidikan yang rusak dan membahayakan keselamatan siswa.

PMII STTC juga mengingatkan kewajiban Pemda sebagaimana diatur dalam Permendikbudristek Nomor 32 Tahun 2022 tentang Standar Teknis Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan.

Regulasi tersebut menegaskan tanggung jawab daerah dalam menyediakan layanan pendidikan dasar yang layak, aman, dan bermutu, bukan sekadar bantuan simbolik.

Secara akademik, PMII menilai pengadaan seremonial tidak menyelesaikan krisis pendidikan, tidak meningkatkan mutu pembelajaran, tidak berdampak pada indikator pendidikan seperti Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS), serta berpotensi menjadi kebijakan populis jangka pendek.

“Anggaran pendidikan bukan alat pencitraan. Ia adalah instrumen negara untuk menjamin keselamatan peserta didik dan mutu pembelajaran. Jika kebijakan konsumtif ini terus dipertahankan, yang dipertaruhkan bukan hanya anggaran, tetapi masa depan pendidikan dan keselamatan generasi daerah,” tutup Ripan.

Penulis : Ade-YR

Editor : TimNewsline/Red

Berita Terkait

RSIA Respati Perlihatkan Dokumen, KMMP Masih Minta Klarifikasi Sempadan Sungai
Ratusan Mahasiswa Jebol Gerbang DPRD Kota Tasikmalaya, Unjuk Rasa Warnai Kericuhan, Satu Orang Polisi Terluka
Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Rp29,1 Miliar Dari APBD 2026 untuk Tiga Proyek Jalan dan Jembatan Penghubung SOR Mangunreja ke Komplek Pemda
Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar
Kabid Bangunan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Buka Suara Usai Diseret Kasus Dugaan Penipuan Dengan Modus SPK Bodong Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2025 Rp400 Juta
Janjikan Proyek Revitalisasi di Dua Sekolah Gunakan SPK Bodong dan Sebut Nama Kabid DPUTRLH dan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Seorang Pengusaha Ditipu 400 Juta Laporan Ke Polres Tasikmalaya Kota
Dugaan Jual Beli Proyek Rehabilitasi Sekolah: Kabid PJK DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Terseret Dipanggil Penyidik Polres Tasikmalaya Kota
PD BPR Artha Sukapura Dorong Budaya Menabung Lewat Program Tabungan Sukapura Plus, Undian Periode 2026 Akan Dilaksanakan di HUT ke-16 Pada Februari 2027 Mendatang
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:46 WITA

RSIA Respati Perlihatkan Dokumen, KMMP Masih Minta Klarifikasi Sempadan Sungai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:22 WITA

Ratusan Mahasiswa Jebol Gerbang DPRD Kota Tasikmalaya, Unjuk Rasa Warnai Kericuhan, Satu Orang Polisi Terluka

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:20 WITA

Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Rp29,1 Miliar Dari APBD 2026 untuk Tiga Proyek Jalan dan Jembatan Penghubung SOR Mangunreja ke Komplek Pemda

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35 WITA

Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:20 WITA

Kabid Bangunan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Buka Suara Usai Diseret Kasus Dugaan Penipuan Dengan Modus SPK Bodong Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2025 Rp400 Juta

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:19 WITA