PMII Tasikmalaya Soroti Dugaan Ketidakwajaran Pinjaman Rp230 Miliar dan Pengelolaan Aset Daerah

Kamis, 11 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan mahasiswa PMII Tasikmalaya menggelar aksi memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, Kamis (11/12/2025).

Puluhan mahasiswa PMII Tasikmalaya menggelar aksi memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, Kamis (11/12/2025).

TASIKMALAYA, newsline.id – Aksi peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Kabupaten Tasikmalaya berubah menjadi kritik terbuka terhadap kebijakan anggaran pemerintah daerah. Puluhan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) turun ke jalan menuntut transparansi atas sejumlah kebijakan yang dinilai janggal dan berpotensi menimbulkan kerugian publik.

Dalam aksi yang digelar dimulai dari gerbang pintu masuk Gebu hingga ke Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya, massa menyoroti tiga isu utama seperti dugaan pemangkasan program Makan Bergizi Gratis (MBG), ketidakjelasan pengelolaan aset daerah, serta rencana pinjaman daerah sebesar Rp230 miliar yang dianggap tidak sebanding dengan kapasitas fiskal daerah.

Koordinator Lapangan, Muhammad Fajar Ali, menyebutkan bahwa pihaknya telah meminta pejabat daerah hadir untuk menerima tuntutan. Namun, tidak satu pun dari pejabat yang dituju datang.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bupati, Ketua DPRD, dan Kejaksaan tidak hadir. Ini menunjukkan lemahnya komitmen mereka terhadap agenda pemberantasan korupsi,” tegas Fajar, Kamis (11/12/2025).

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya hadir langsung menemui massa aksi. Fajar menilai langkah tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap aspirasi publik.

Dugaan Pemangkasan MBG: Porsi dan Gizi Tidak Sesuai

PMII menilai pelaksanaan program MBG di Kabupaten Tasikmalaya menyimpang dari tujuan awal. Fajar mengungkapkan adanya temuan dugaan pemotongan porsi dan penurunan kualitas gizi pada paket makan yang diterima mahasiswa.

“Program ini dirancang untuk meningkatkan gizi, bukan dikurangi. Temuan pemangkasan ini harus dibuka ke publik dan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Aset Daerah Dianggap Tidak Transparan

Mahasiswa juga mempertanyakan pengelolaan aset daerah, termasuk Islamic Center dan aset lain yang berada di wilayah kota. Fajar menyebut adanya dugaan kerja sama antara pemerintah kabupaten dan pemerintah kota yang tidak disampaikan secara terbuka.

“Ada proses penyerahan atau kerja sama aset yang tidak jelas. Publik berhak mengetahui dasar dan mekanismenya,” katanya.

Pinjaman Rp230 Miliar Dinilai Tidak Rasional

Isu paling disorot adalah rencana pinjaman daerah sebesar Rp230 miliar. PMII menilai kebijakan tersebut tidak sejalan dengan kondisi APBD Kabupaten Tasikmalaya yang terbatas.

“Dengan APBD sekecil ini, mengambil pinjaman besar justru berpotensi membebani keuangan daerah. Beban bunga yang tinggi bisa menjadi masalah baru bagi masyarakat,” ujar Fajar.

PMII Tegaskan Pengawalan Berkelanjutan

Fajar menegaskan bahwa PMII akan terus mengawal tiga isu tersebut sebagai bentuk kontrol publik terhadap kebijakan pemerintah daerah.

“Kami tidak akan berhenti. MBG, aset daerah, dan pinjaman daerah harus diawasi ketat agar tidak menjadi celah penyimpangan,” tutupnya.

Penulis : Ade-YR

Editor : TimNewsline/Red

Berita Terkait

Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Rp29,1 Miliar Dari APBD 2026 untuk Tiga Proyek Jalan dan Jembatan Penghubung SOR Mangunreja ke Komplek Pemda
Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja
Seluruh Kepala Bagian Setda Kabupaten Tasikmalaya Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026
Camat se-Kabupaten Tasikmalaya Kompak Sampaikan Ucapan Hari Santri Nasional 2026, Tono Haeruman: Santri Berdaya, Negeri Jaya
Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar
Kesehatan Jiwa Bukan Hal Tabu: RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Dorong Peran Aktif Masyarakat dan Layanan Inklusif
Sambut Hari Santri Nasional 2026, Kepala Desa Papayan Sumarna Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa
Hari Santri Nasional 2026, Hj. Yuli Nurhayati Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:20 WITA

Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Rp29,1 Miliar Dari APBD 2026 untuk Tiga Proyek Jalan dan Jembatan Penghubung SOR Mangunreja ke Komplek Pemda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:19 WITA

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:34 WITA

Seluruh Kepala Bagian Setda Kabupaten Tasikmalaya Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:41 WITA

Camat se-Kabupaten Tasikmalaya Kompak Sampaikan Ucapan Hari Santri Nasional 2026, Tono Haeruman: Santri Berdaya, Negeri Jaya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:50 WITA

Kesehatan Jiwa Bukan Hal Tabu: RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Dorong Peran Aktif Masyarakat dan Layanan Inklusif

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:19 WITA