TASIKMALAYA, newsline.id – Gelombang kekecewaan masyarakat terhadap kinerja DPRD Kabupaten Tasikmalaya kembali mencuat. Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) melakukan aksi penyegelan kantor DPRD, Selasa (17/3/2026).
Langkah ini ditempuh sebagai bentuk perlawanan atas sikap Dewan yang dianggap menutup mata terhadap aspirasi rakyat.
Aksi Dipicu Mangkraknya Agenda RDPU
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
FMPL menilai Dewan tidak serius menanggapi persoalan lingkungan, khususnya terkait masalah MBG di Kecamatan Culamega. Surat permohonan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang telah dikirim sejak pekan lalu tak kunjung direspons.
“Kami sudah melayangkan surat resmi, tapi tidak ada tindak lanjut. Saat kami datang ke gedung DPRD, jawaban yang diberikan hanya alasan teknis,” ungkap Ketua FMPL, Shopian Nursyamsi.
Tuduhan Dewan Sibuk Urusan Internal
Dalam orasinya, Shopian menuding para anggota Dewan lebih sibuk mengurus kepentingan internal ketimbang mendengar keluhan masyarakat.
Ia bahkan menyebut Dewan tengah disibukkan dengan pembagian Tunjangan Hari Raya (THR).
“Rakyat sedang menghadapi masalah serius, tapi Dewan malah sibuk bagi-bagi THR. Ini jelas bentuk pengabaian terhadap tugas mereka,” ujarnya.
Penyegelan Jadi Simbol Perlawanan
FMPL menegaskan, aksi penyegelan kantor DPRD bukan sekadar demonstrasi, melainkan simbol perlawanan rakyat terhadap sikap acuh wakilnya.
“Kami akan terus menuntut audiensi. Masyarakat sudah banyak mengeluh, dan kami tidak akan berhenti memperjuangkan hak mereka,” kata Shopian.
Respons DPRD Masih Menggantung
Di sisi lain, pihak DPRD berdalih banyak surat yang menumpuk dan belum dibahas di Badan Musyawarah (Banmus). Mereka menyebut persoalan MBG belum masuk agenda resmi, meski akhirnya surat tersebut ditangguhkan setelah mendapat sorotan publik.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan warga: Mengapa isu MBG seolah diabaikan oleh DPRD Kabupaten Tasikmalaya?
Harapan Warga
FMPL berharap Dewan segera membuka ruang dialog agar persoalan lingkungan, khususnya di Kecamatan Culamega, tidak terus berlarut-larut. Hingga berita ini diturunkan, DPRD Kabupaten Tasikmalaya belum memberikan keterangan resmi terkait aksi penyegelan tersebut.
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









