Proyek Irigasi Garunggang Dinilai Gagal Total, Aktivis Tasikmalaya Teni Ramdhani Desak Penghentian

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nesline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Aktivis Tasikmalaya sekaligus tokoh pemuda Kecamatan Salawu, Teni Ramdhani, melontarkan kritik keras terhadap proyek peningkatan dan rehabilitasi jaringan Irigasi Garunggang. Proyek bernilai miliaran rupiah yang dikerjakan kontraktor di bawah pengawasan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, dinilai sebagai bentuk kegagalan total pembangunan publik, Senin (19/1/2026).

Menurut Teni, sejak awal proyek ini dijalankan tanpa perencanaan sosial yang matang. Sosialisasi memang dilakukan, namun bersifat mendadak dan minim pelibatan masyarakat. Akibatnya, petani, pembudidaya ikan, dan warga terdampak tidak memiliki cukup waktu untuk menyiapkan diri. “Penghentian aliran air dilakukan sepihak di tengah musim tanam, mengganggu aktivitas pertanian, perikanan, serta menyebabkan ancaman gagal panen. Ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan pengabaian terhadap hak hidup petani,” tegasnya, saat memberikan keterangan kepada tim jabar.newsline.id pada Minggu, (18/1/2026).

Dugaan Ketidaksesuaian Teknis dan Lemahnya Pengawasan

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di lapangan, Teni menemukan indikasi kuat adanya ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan. Pekerjaan struktural disebut tidak sesuai standar teknis, metode manual digunakan pada pekerjaan yang seharusnya dilakukan secara mekanis, serta lemahnya pengawasan dari pihak berwenang. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kualitas dan keberlanjutan bangunan irigasi yang dihasilkan.

Persoalan Hak Pekerja

Situasi semakin diperburuk dengan laporan keterlambatan pembayaran upah, bahkan dugaan tidak dibayarkannya hak sejumlah pekerja proyek. Teni menilai hal ini sebagai pelanggaran serius dalam proyek pembangunan publik. “Pekerja adalah bagian dari rakyat. Ketika hak mereka diabaikan, proyek ini tidak hanya merugikan petani, tetapi juga mencederai keadilan sosial,” ujarnya.

Bertentangan dengan Instruksi Presiden

Teni menegaskan bahwa pelaksanaan proyek Irigasi Garunggang bertentangan dengan semangat Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Irigasi, yang menekankan keberlanjutan musim tanam, perlindungan petani, dan penguatan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, kegagalan menjaga aspek-aspek tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan dan tanggung jawab institusional dari pihak terkait.

Tuntutan Penghentian dan Transparansi

Atas dasar itu, Teni menuntut agar proyek Irigasi Garunggang dihentikan secara total, disertai pengembalian dana oleh pihak kontraktor. Ia juga mendesak agar seluruh hak pekerja segera dibayarkan, kompensasi diberikan kepada petani dan pembudidaya ikan yang terdampak, serta dokumen proyek dibuka ke publik sebagai bentuk pertanggungjawaban. Selain itu, ia meminta dibentuk ruang dialog resmi yang melibatkan masyarakat terdampak.

Advokasi dan Langkah Hukum

Teni menegaskan bahwa tuntutan tersebut bukanlah sikap emosional, melainkan bentuk kontrol publik yang sah terhadap pelaksanaan proyek negara. Ia berkomitmen melakukan advokasi, baik melalui aksi, audiensi pengaduan administratif, maupun langkah hukum. “Pembangunan yang merugikan rakyat tidak bisa ditoleransi. Jika negara memilih diam, maka masyarakat akan bergerak menuntut keadilan,” pungkasnya.

Penulis : Chandra F Simatupang

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

RSIA Respati Perlihatkan Dokumen, KMMP Masih Minta Klarifikasi Sempadan Sungai
Ratusan Mahasiswa Jebol Gerbang DPRD Kota Tasikmalaya, Unjuk Rasa Warnai Kericuhan, Satu Orang Polisi Terluka
Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Rp29,1 Miliar Dari APBD 2026 untuk Tiga Proyek Jalan dan Jembatan Penghubung SOR Mangunreja ke Komplek Pemda
Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja
Seluruh Kepala Bagian Setda Kabupaten Tasikmalaya Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026
Camat se-Kabupaten Tasikmalaya Kompak Sampaikan Ucapan Hari Santri Nasional 2026, Tono Haeruman: Santri Berdaya, Negeri Jaya
Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar
Kesehatan Jiwa Bukan Hal Tabu: RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Dorong Peran Aktif Masyarakat dan Layanan Inklusif
Berita ini 120 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:46 WITA

RSIA Respati Perlihatkan Dokumen, KMMP Masih Minta Klarifikasi Sempadan Sungai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:22 WITA

Ratusan Mahasiswa Jebol Gerbang DPRD Kota Tasikmalaya, Unjuk Rasa Warnai Kericuhan, Satu Orang Polisi Terluka

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:20 WITA

Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Rp29,1 Miliar Dari APBD 2026 untuk Tiga Proyek Jalan dan Jembatan Penghubung SOR Mangunreja ke Komplek Pemda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:19 WITA

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:41 WITA

Camat se-Kabupaten Tasikmalaya Kompak Sampaikan Ucapan Hari Santri Nasional 2026, Tono Haeruman: Santri Berdaya, Negeri Jaya

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:19 WITA