Newsline.id | Bogor, Jawa Barat,- Sebuah rumah tidak layak huni di RT 02 RW 08, Desa Cisalada, Kabupaten Bogor, menuai keprihatinan warga. Rumah tersebut seharusnya menjadi tempat tinggal tiga anak yatim piatu, namun hingga kini tidak dapat dihuni karena kondisinya yang rusak parah dan membahayakan keselamatan.
Bangunan rumah tampak rapuh dengan atap yang sudah lapuk dan sebagian roboh,. Kondisi tersebut memaksa ketiga anak untuk tidak menempati rumah peninggalan orang tua mereka.
Seorang warga setempat mengatakan, demi keselamatan, ketiga anak terpaksa berpisah.
“Dua anak laki-laki tinggal di rumah pamannya, sedangkan anak perempuan tinggal di pondok pesantren,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga juga mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung lama. Selain tidak memiliki tempat tinggal yang layak, ketiga anak tersebut diketahui telah putus sekolah. Meski demikian, mereka masih berharap dapat memiliki rumah sebagai tempat pulang dan berkumpul, meskipun kedua orang tua mereka telah meninggal dunia.
Menurut warga, keluarga dan masyarakat sekitar telah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah desa agar rumah tersebut mendapat bantuan perbaikan atau program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Namun hingga kini belum ada realisasi.
“Di wilayah ini sudah dua kali ada bantuan renovasi rumah, tapi rumah almarhum Rojak belum pernah mendapatkan bantuan, Bahkan warga mencoba mengupload kondisi rumah tersebut ke sosial media” kata warga.
Saat dikonfirmasi dikantor desa, Pada Kamis (22/01/2025) Kepala Desa Cisalada, Datul Kahfi, mengarahkan awak media untuk menghubungi Sekretaris Desa. Sekretaris Desa Cisalada menjelaskan bahwa pihak desa telah mengetahui kondisi rumah tersebut dan telah mengusulkan perbaikannya ke Dinas DPKPP.
“Usulan sudah kami sampaikan dan peninjauan juga sudah dilakukan, namun sampai sekarang bantuan belum turun,” ujarnya.
Terkait kriteria penerima bantuan RTLH, ia menyebutkan pendapatnya bahwa prioritas diberikan kepada rumah yang dihuni warga yang rumahnya sudah tua dan penghuninya sudah lanjut usia dan tidak mampu bekerja. Meski demikian, pihak desa menegaskan tidak akan meninggalkan warganya. “Pada intinya, desa sudah mengusulkan dan akan terus mengupayakan karena mereka warga kami,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, rumah tersebut masih belum dapat dihuni dan ketiga anak itu masih menjalani kehidupan terpisah tanpa rumah yang layak.
Penulis : Wandi Azis
Editor : Chandra F Simatupang









