SLHS Dinkes Ada, Ipal: Aktivis Minta Pemerintah Jangan Tidur

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus Limbah Dapur MBG di Sekitar Kecmatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya./dok Tim newsline.id.///.

Kasus Limbah Dapur MBG di Sekitar Kecmatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya./dok Tim newsline.id.///.

TASIKMALAYA, newsline.id – Dalam polemik pengelolaan limbah cair dapur MBG di Kabupaten Tasikmalaya kembali mencuat. Warga menilai praktik pembuangan limbah yang tidak sesuai aturan menimbulkan keresahan, sekaligus mengancam kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Sorotan tajam datang dari Kecamatan Taraju. Wakil Ketua Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Kabupaten Tasikmalaya, Shopian Nursyamsi, menegaskan bahwa pengelolaan limbah cair merupakan aspek fundamental dalam industri makanan.

“Program dapur MBG seharusnya mendukung perbaikan gizi anak sekolah itu sangat mulia. Namun faktanya, pengelola justru mengabaikan aturan demi menekan biaya produksi dan meraih keuntungan besar,” jelasnya, Rabu (11/2/2026), siang.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akan tetapi, Shopian menduga disetiap dapur MBG memanfaatkan celah untuk memperoleh Sertifikat Layak Higienis Sanitasi (SLHS) tanpa rencana pembuangan limbah yang jelas.

“Ini jelas merugikan masyarakat sekitar dan berpotensi mencemari lingkungan,” tegas dia sembari menunjukkan raut muka serius.

Ia juga menuding lemahnya pengawasan pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan. “Seharusnya dinas lebih ketat melakukan monitoring, bukan terjebak dalam praktik kolutif,” tambahnya.

Kepala Bidang Pengawasan Fasilitas Pelayanan dan Tempat Usaha Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Epi Edwar Lutpi, mengakui bahwa dari ratusan dapur MBG di 39 kecamatan, baru sekitar 70 persen yang memiliki SLHS.

“Jumlahnya baru 70 persen, tapi untuk lebih pasti silakan tanyakan langsung ke pihak BGN. Saya tidak tahu pasti berapa yang sudah berjalan maupun yang akan berdiri,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan lingkungan di Tasikmalaya. Publik kini menunggu langkah konkret pemerintah daerah dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat.

Tanpa pengawasan ketat, pengelolaan limbah industri makanan dikhawatirkan terus menjadi ancaman serius bagi kesehatan warga sekaligus memperburuk kualitas lingkungan hidup.

Penulis : Ade-YR

Editor : TimNewsline/Red

Berita Terkait

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta
Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!
RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional
Warga Kabupaten Tasikmalaya Terima Bantuan Becak Listrik Program Presiden Prabowo
Harga Pangan Tasikmalaya Masih Terkendali, Pasar Induk Disiapkan Pangkas Jalur Distribusi
KSO Hemodialisa RSUD KHZ Musthafa–PT SRU Disorot, Persoalan Investasi dan Target Pelayanan Jadi Temuan, Kadinkes dan Kabag TU RSUD Bungkam!!!
RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Perkuat Peran sebagai Wahana Pendidikan Klinis
Kepala Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya Raih Koperasi Awards 2026
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:14 WITA

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 September 2026 - 20:18 WITA

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!

Rabu, 9 September 2026 - 19:10 WITA

RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional

Rabu, 9 September 2026 - 16:13 WITA

Warga Kabupaten Tasikmalaya Terima Bantuan Becak Listrik Program Presiden Prabowo

Rabu, 9 September 2026 - 14:36 WITA

Harga Pangan Tasikmalaya Masih Terkendali, Pasar Induk Disiapkan Pangkas Jalur Distribusi

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:14 WITA