TASIKMALAYA, newsline.id – Dalam polemik pengelolaan limbah cair dapur MBG di Kabupaten Tasikmalaya kembali mencuat. Warga menilai praktik pembuangan limbah yang tidak sesuai aturan menimbulkan keresahan, sekaligus mengancam kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Sorotan tajam datang dari Kecamatan Taraju. Wakil Ketua Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Kabupaten Tasikmalaya, Shopian Nursyamsi, menegaskan bahwa pengelolaan limbah cair merupakan aspek fundamental dalam industri makanan.
“Program dapur MBG seharusnya mendukung perbaikan gizi anak sekolah itu sangat mulia. Namun faktanya, pengelola justru mengabaikan aturan demi menekan biaya produksi dan meraih keuntungan besar,” jelasnya, Rabu (11/2/2026), siang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akan tetapi, Shopian menduga disetiap dapur MBG memanfaatkan celah untuk memperoleh Sertifikat Layak Higienis Sanitasi (SLHS) tanpa rencana pembuangan limbah yang jelas.
“Ini jelas merugikan masyarakat sekitar dan berpotensi mencemari lingkungan,” tegas dia sembari menunjukkan raut muka serius.
Ia juga menuding lemahnya pengawasan pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan. “Seharusnya dinas lebih ketat melakukan monitoring, bukan terjebak dalam praktik kolutif,” tambahnya.
Kepala Bidang Pengawasan Fasilitas Pelayanan dan Tempat Usaha Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Epi Edwar Lutpi, mengakui bahwa dari ratusan dapur MBG di 39 kecamatan, baru sekitar 70 persen yang memiliki SLHS.
“Jumlahnya baru 70 persen, tapi untuk lebih pasti silakan tanyakan langsung ke pihak BGN. Saya tidak tahu pasti berapa yang sudah berjalan maupun yang akan berdiri,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan lingkungan di Tasikmalaya. Publik kini menunggu langkah konkret pemerintah daerah dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat.
Tanpa pengawasan ketat, pengelolaan limbah industri makanan dikhawatirkan terus menjadi ancaman serius bagi kesehatan warga sekaligus memperburuk kualitas lingkungan hidup.
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









