Tambang Pasir di Gunung Galunggung Dinilai Rusak Parah, Pakar Unsil dan WALHI Desak Penghentian Total

Kamis, 30 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi suasana tambang pasir Gunung Galunggung./Istimewa.///.

Ilustrasi suasana tambang pasir Gunung Galunggung./Istimewa.///.

TASIKMALAYA, newsline.id – Aktivitas tambang pasir di kawasan Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, kembali menjadi sorotan publik. Penangkapan pemilik tambang Endang Abdul Malik alias Endang Juta oleh Polda Jawa Barat, yang kini kasusnya telah dinyatakan lengkap (P21), memicu desakan agar eksploitasi di kawasan tersebut dihentikan secara menyeluruh.

Analis lingkungan dari Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Dr. Siti Fadjarajani, menyebut kerusakan akibat tambang pasir di Galunggung telah mencapai titik kritis. Ia menegaskan bahwa eksploitasi telah melampaui daya dukung lingkungan dan harus segera dihentikan.

“Kerusakannya sudah sangat parah. Eksploitasi harus dihentikan dan lahan-lahan pasir di Tasikmalaya perlu segera dilindungi,” ujar Siti, Kamis (30/10/2025).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, dampak lingkungan yang ditimbulkan jauh lebih besar daripada manfaat ekonomi yang diperoleh. Ia mencatat sejumlah kerusakan nyata seperti longsor, erosi, berkurangnya sumber air, dan hilangnya lahan produktif.

“Keuntungan ekonomi lebih banyak dinikmati pengembang. Masyarakat hanya mendapat imbalan kecil yang tidak sebanding dengan kerugian ekologis,” tambahnya.

Siti juga menyoroti bahwa bencana seperti banjir dan longsor merupakan “reaksi alam” atas eksploitasi yang berlangsung tanpa kendali selama bertahun-tahun. Ia menyayangkan lambannya upaya pengendalian dan menyebut bahwa kerusakan seharusnya bisa dicegah sejak satu dekade lalu.

“Lapangan kerja dari tambang pun hanya bersifat sementara. Ketika lahan habis, pekerjaan pun hilang. Ini bukan solusi jangka panjang,” tegasnya.

WALHI: Galunggung Harus Jadi Kawasan Lindung

Senada dengan Siti, Ketua Bidang Advokasi Hukum WALHI Jawa Barat, Hannah, menyebut aktivitas tambang pasir di lereng Galunggung telah mengikis lapisan tanah atas (topsoil) yang vital bagi kesuburan lahan.

“Tanah menjadi tandus dan sulit ditumbuhi kembali. Saat musim hujan, daerah itu sangat rentan longsor,” jelas Hannah.

Ia juga mengungkap dampak lanjutan berupa penurunan daya serap air, banjir lumpur, sedimentasi sungai, dan gangguan irigasi pertanian. Bahkan, sumber air warga menjadi keruh dan tak layak konsumsi, memicu penurunan hasil panen dan potensi konflik sosial.

“Kerusakan ini menunjukkan lemahnya pengawasan pemerintah daerah. Penegakan hukum terhadap pemilik tambang penting, tapi tidak cukup. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap izin tambang dan peran institusi yang membiarkan praktik ilegal,” tegasnya.

WALHI mendorong agar Gunung Galunggung ditetapkan sebagai kawasan lindung ekologis dengan fungsi penyangga hidrologis dan zona rawan bencana.

“Seluruh aktivitas tambang harus dihentikan secara permanen. Pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama melakukan rehabilitasi ekosistem,” pungkas Hannah.

Penulis : Ade-YR

Editor : TimNewsline/Red

Berita Terkait

Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Sulit Ditemui dan Dihubungi, Pengadaan Barang Miliaran Rupiah Tahun 2025 Belum Rampung
Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka
48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!
Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!
PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor
Kekerasan Brutal di Cigombong, PWRI Bogor Raya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Pemilik Padepokan STJ Dilaporkan, Warga Purwarahayu Geruduk Polres Tasikmalaya
PT Kahaptex Dukung Gerakan Penanaman Pohon FKMGS di Cipelang
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:33 WITA

Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Sulit Ditemui dan Dihubungi, Pengadaan Barang Miliaran Rupiah Tahun 2025 Belum Rampung

Kamis, 16 April 2026 - 03:12 WITA

Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka

Selasa, 14 April 2026 - 18:54 WITA

48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!

Senin, 13 April 2026 - 17:29 WITA

Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!

Minggu, 12 April 2026 - 18:52 WITA

PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor

Berita Terbaru

Jawa Barat

PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor

Minggu, 12 Apr 2026 - 18:52 WITA