Terjadi di Tasikmalaya, Dapur SPPG Karang Mukti Buang Limbah Sembarangan Picu Reaksi Warga, Ini Tanggapan PAC PP Salawu

Minggu, 19 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto: Ketua PAC PP Kecamatan Salawu, Uus Supendi (kanan) dan sejumlah limbah makanan SPPG Karang Mukti Salawu yang dibuang ke selokan umum (kiri)//jabar.newsline.id//

Poto: Ketua PAC PP Kecamatan Salawu, Uus Supendi (kanan) dan sejumlah limbah makanan SPPG Karang Mukti Salawu yang dibuang ke selokan umum (kiri)//jabar.newsline.id//

Newsline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Dapur Program Makan Bergizi Gratis (SPPG) Karang Mukti, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, diduga kuat membuang air limbah ke saluran umum tanpa melalui proses penyaringan sesuai standar instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Praktik ini menimbulkan keresahan warga sekitar yang khawatir terhadap dampak pencemaran lingkungan, mulai dari bau tidak sedap hingga potensi penyebaran bakteri berbahaya.

Menindaklanjuti dugaan tersebut, Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) Kecamatan Salawu menggelar audiensi pada Selasa, 14 April 2026. Pertemuan berlangsung dengan melibatkan unsur Muspika Kecamatan Salawu, Satgas MBG, Korcam Salawu, mitra SPPG, Apdesi Kecamatan Salawu, serta tokoh masyarakat setempat. Forum ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menuntut transparansi pengelolaan program nasional.

Dalam audiensi, PAC PP mengajukan tujuh permohonan data resmi kepada pihak terkait. Permintaan tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Perpres Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis, serta Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 401.1 Tahun 2025. Data yang diminta mencakup:

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Jumlah SPPG yang sudah beroperasi maupun yang akan berjalan.
  • Nama yayasan mitra yang menaungi SPPG.
  • Legalitas perizinan, termasuk PBG dan SLF.
  • Daftar SPPG yang belum memenuhi standar IPAL.
  • Jumlah sasaran program dari berbagai klaster.
  • Wilayah kerja masing-masing SPPG.
  • Bentuk kerja sama dengan UMKM lokal, baik berbadan hukum maupun perorangan.

Namun hingga berita ini diturunkan, permintaan data tersebut belum dipenuhi. Kondisi ini menimbulkan kesan adanya penutupan informasi publik yang seharusnya terbuka sesuai regulasi.

Sikap Tegas Pemuda Pancasila

Ketua PAC PP Kecamatan Salawu, Uus Supendi, menegaskan bahwa dugaan pembuangan limbah ke selokan tidak boleh dianggap sepele. “Limbah yang dibuang sembarangan bisa menimbulkan pencemaran, bau tidak sedap, bahkan mengandung bakteri berbahaya bagi kesehatan lingkungan. Sebagian SPPG tampaknya lebih mementingkan keuntungan daripada menjalankan program nasional sesuai aturan,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh tim jabar.newsline.id melalui pesan WhatsApp miliknya pada Minggu, (19/4/2026).

Uus menambahkan, apabila dapur SPPG tidak segera memperbaiki sistem pengolahan limbah, pihaknya mendesak agar operasional dihentikan sementara. “Harapan kami, bila tidak ada perbaikan, maka SPPG yang belum memenuhi syarat harus ditutup dulu sampai instalasi IPAL dilengkapi. Ini demi menjaga aturan dan melindungi masyarakat,” imbuhnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Satgas MBG maupun pengelola SPPG setempat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pencemaran limbah maupun tuntutan transparansi data yang diajukan masyarakat.

Penulis : Chandra F Simatupang

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Sulit Ditemui dan Dihubungi, Pengadaan Barang Miliaran Rupiah Tahun 2025 Belum Rampung
Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka
48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!
Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!
PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor
Kekerasan Brutal di Cigombong, PWRI Bogor Raya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Pemilik Padepokan STJ Dilaporkan, Warga Purwarahayu Geruduk Polres Tasikmalaya
PT Kahaptex Dukung Gerakan Penanaman Pohon FKMGS di Cipelang
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:33 WITA

Terjadi di Tasikmalaya, Dapur SPPG Karang Mukti Buang Limbah Sembarangan Picu Reaksi Warga, Ini Tanggapan PAC PP Salawu

Sabtu, 18 April 2026 - 18:33 WITA

Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Sulit Ditemui dan Dihubungi, Pengadaan Barang Miliaran Rupiah Tahun 2025 Belum Rampung

Kamis, 16 April 2026 - 03:12 WITA

Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka

Selasa, 14 April 2026 - 18:54 WITA

48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!

Senin, 13 April 2026 - 17:29 WITA

Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!

Berita Terbaru